Selasa, 16 Desember 2014

Waduk Malahayu di Banjarharjo, Panorama Alam Eksotis

Bagi orang Brebes, nama Waduk Malahayu mungkin sudah tak asing lagi di telinga mereka. Yupz, Aduk Malahayu merupakan obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal. Tak hanya berfungsi sebagai obyek wisata saja, waduk tersebut juga berfungsi sebagai penampung air untuk keperluan irigasi area pertanian di Brebes bagian barat. Waduk Malahayu berada di desa Malahayu, kecamatan Banjarharjo, kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terletak ±6 kilometer dari pusat kecamatan Banjarharjo atau 17 kilometer ke arah selatan dari kecamatan Tanjung. Luas area waduk ini sekitar 944 hektar dan dibangun pada tahun 1930 oleh kolonial Belanda. Fungsi waduk ini sebagai sarana irigasi lahan pertanian bagi beberapa kecamatan seperti Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Tanjung, Losari, serta Bulakamba, selain itu juga waduk ini berfungsi sebagai penampung air hujan. Di obyek wisata ini akan kita jumpai panorama alam pegunungan nan elok, sejuk dan asri, yang dikelilingi hutan jati dan telah dijadikan bumi perkemahan serta wana wisata. 

Berbagai fasilitas pun tersedia di kompleks wisata ini antara lain kolam renang anak, mainan anak, becak air, perahu pesiar, perahu dayung, panggung terbuka serta disediakan tempat parkir yang cukup luas. Pada setiap Idul Fitri diadakan Pekan Wisata dengan pentas orkes melayu / dangdut sebagai hiburan. Sementara Sedekah Waduk, dilaksanakan oleh masyarakat setempat setiap hari raya. Mitos yang hidup di masyarakat sekitar waduk ini adalah bahwa pasangan pengantin baru wajib membasuh muka dengan air waduk. Konon, pasangan yang melaksanakan hal itu akan langgeng mengarungi mahligai rumah tangga. Karena itu, hampir setiap ada pengantin baru, mereka selalu menyempatkan diri berkunjung ke lokasi tersebut. Yang unik, mereka kadang-kadang datang masih mengenakan pakaian pengantin, dengan diiringi puluhan bahkan ratusan pengiring. Tradisi ini dilaksanakan selain dipercaya mengandung berkah kelanggengan bagi pasangan itu, juga sebagai upaya tolak bala.

Bagi anda yang merasa lapar, tenang saja, sebab tersedia tempat kulinernya. Mujair goreng atau bakar adalah hidangan istimewa di lokasi wisata ini. Beberapa warung makan yang mendirikan bangunan di timur waduk menyediakan ikan mujair goreng dengan harga murah. Terkadang diadakan lomba balap perahu, lomba mancing, dan sebagainya. Penduduk setempat juga menggunakan perahu compreng untuk rekreasi air mengelilingi waduk. O ya satu lagi, bagi anda yang suka "cuci mata", pengunjung obyek wisata Waduk Malahayu yang satu ini umumnya para muda-mudi, cantik-cantik lho ceweknya, mojang sunda gitu lho.

Adat Dan Budaya
Adat dan budaya di desa yang tersebar di bawah kecamatan Banjarharjo memiliki karakteristik hampir sama, mulai dari adat pernikahan, sunatan, sedekah bumi dan kegiatan kemasyarakat lainnya nyaris sama.
Di wilayah Kecamatan Banjarharjo Selatan Khususnya masyarakat disini menggunakan bahasa Sunda Campuran Jawa, atau istilah masyarakat sekitar sunda kasar. hal ini karena wilayah Banjarharjo selatan bersebelahan dengan Wilayah Jawa Barat. percampuran budaya Jawa di dalam Suku Sunda memang sangat bisa dirasakan di daerah ini.


Hasil Bumi
Kondisi alam di daerah ini adalah pegunungan jadi mereka memiliki iklim bercocok taman padi Tadah Hujan yang dilakukan satu tahun sekali, sementara setelah itu biasanya dilanjutkan dengan menanam jagung, Bawang Merah, kacang Hijau dan Kedelai. Pegunungan di daerah ini ditumbungi dengan pohon Jati, sehingga pada saat kemarau udara panas lumayan terasa. Selain sebagai petani, ada sebagian penduduk yang memiliki pencaharian sebagai nelayan di danau Malahayu tersebut, tidak hanya untuk menangkap ikan, namun mereka juga menyediakan jasa perahu bagi para pengunjung yang ingin menikmati panorama danau Malahayu.



0 komentar :

Posting Komentar