Tahun Suram Maskapai Penerbangan Malaysia

Insiden hilanganya pesawat ini menjadi catatan kelam bagi dunia penerbangan Malaysia di penghujung tahun 2014 ini. Karena sebelumnya sudah terjadi dua kali kecelakaan pesawat dari maskapai penerbangan Malaysia di tahun yang sama.

Review Game: Crysis 3, Misi Menyelamatkan Bumi

Di awal permainan game Crysis 3 ini dikisahkan bahwa Prophet sedang tertidur di dalam Cryo­tube yang di sim­pan oleh CELL, perusahaan yang merancang dan membuat Nanosuite. Ia kemudian dibebaskan oleh Psycho, selaku pimpinan pemberontak yang tidak suka de­ngan CELL.

Satelit Buatan Indonesia Akan Diluncurkan Tahun Ini

Indonesia selama ini masih bergantung pada satelit buatan asing, karena memang satelit Indonesia masih dibuat di negara lain. Menanggapi hal tersebut, Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berusaha untuk secepatnya mandiri.

Proyek PRISM, AS Mata-Matai Internet Dunia

Pemerintah Amerika serikat memberikan NSA akses ke data pengguna internet pada beberapa perusahaan teknologi untuk memata-matai aktivitas mereka. Proyek tersebut ialah PRISM, singkatan dari Planning Tool for Resource Integration, Synchronization and Management.

Thailand Juarai AFF Suzuki Cup 2014

Tim Nasional Thailand akhirnya memastikan diri menjadi kampiun AFF Suzuki Cup 2014 usai menang dengan agregat 4-3 atas Malaysia. Sebelumnya di babak final leg pertama yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand unggul 2-0 atas Malaysia.

Senin, 24 September 2018

Jatuhnya Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Kecelakaan Ataukah Sabotase?

Pesawat Terbang Sukhoi Superjet SSJ-100
Pada tanggal 9 mei 2012 pesawat Sukhoi Superjet SSJ 100 terbang perdana di Indonesia dalam rangka promosi jet baru buatan Rusia. Di dalam penerbangan tersebut ada sejumlah awak media dan juga tamu undangan yang ikut serta dalam rombongan. Namun naas nian nasib pesawat tersebut, akhirnya jatuh di daerah Gunung Salak. Namun beberapa hari sebelum penerbangan tersebut, para blogger di Indonesia sudah khawatir bahwa ada desas-desus tentang kemungkinan akan adanya sabotase dalam penerbangan tersebut. Saya sendiri sempat berbincang-bincang dengan beberapa kawan sesama blogger di Jogja, dalam obrolan tersebut saya sempat nyeletuk: "Bro, opo Amerika rela nek jet SSJ-100 Rusia  payu nang Indonesia?". Dan salah satu dari mereka menjawab gini: "Aku sih yakin AS nggak bakal sudi nek Sukhoi Superjet 100 laku nang kene, mergo pasare Boeing bakalan kegerus". Dan kami pun sempat mikir (berspekulasi) kalo penerbangan perdana promo nanti gak bakalan lancar. Dan nyatanya kejadian juga kan hal yang kami khawatirkan, Sukhoi SSJ-100 jatuh di Gunung Salak.
Rombongan yang hendak ikut penerbangan perdana Sukhoi SSJ-100

Semua paham dan semua mengerti bahwa Sukhoi Superjet 100 bukan pesawat coba-coba, bukan pesawat buatan insinyur kemarin sore. Pilotnya pun penerbang terbaik di Rusia, cuaca juga tak terlalu buruk bagi burung besi ultra-modern itu. Lantas, apa yang menyebabkannya burung besi buatan Rusia itu hancur menjadi berkeping-keping di Gunung Salak? Mengapa pula tebing yang katanya tertabrak itu tidak menunjukkan bekas tabrakan? Mengapa hanya terlihat bekas tanah yang berguguran dan sedikit longsor ke bawah? Kenapa pula burung besi itu sampai berkeping-keping dan hanya menyisakan sekerat besi ekor bagian atas tanpa blackbox?

Media-media nasional hari ini, melaporkan adanya spekulasi berhembus seputar tragedi pesawat Sukhoi Superjet 100 ini. Berita online seperti Detiknews.com, Kamis/ 24/05/12 menurunkan berita berjudul cukup menghentak,  “Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS!”. Menurut detik yang menuklil berita dari tabloid Komsomolskaya Pravda, salah satu harian yang paling banyak dibaca di Rusia seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/5/2012), intelijen Rusia berpikiran bahwa pesawat tersebut kemungkinan telah disabotase Amerika Serikat! Sebuah teori sabotase itu kini tengah diselidiki pihak intelijen Rusia, tandas detik. Dalam artikel bertajuk “Are the Americans implicated in the Superjet crash?”, media tersebut mengutip pejabat-pejabat Rusia yang tidak disebutkan namanya. Dikatakan pejabat-pejabat itu, rival-rival aviasi Rusia tertarik melihat kejatuhan pesawat komersial terbaru Rusia tersebut.

“Kami tahu mereka memiliki peralatan khusus yang dapat memotong komunikasi, mengganggu sinyal dari darat atau mengganggu parameter kapal,” kata seorang jenderal GRU tanpa mau disebutkan namanya kepada tabloid Komsomolskaya Pravda, Kamis, 24 Mei 2012.

Pejabat tersebut mencetuskan, badan intelijennya (GRU) “telah lama melacak kerja Angkatan Udara Amerika Serikat di bandara Jakarta”. “Kami tahu bahwa mereka (AS) memiliki teknologi khusus (yang kita juga punya) yang bisa mengganggu sinyal-sinyal dari darat atau menyebabkan pembacaan parameter rusak,” ujar pejabat tersebut.

“Mungkin inilah ‘permasalahan’ sebenarnya dalam kejadian ini,” cetus pejabat Rusia itu. Jika pernyataan ini benar maka seolah membenarkan laporan praktisi penerbangan Jeffrey Adrian yang mengatakan bahwa jalur penerbangan Indonesia adalah jalur neraka. Bahkan dengan kondisi demikian ini Indonesia tetap saja anteng dan tidak punya akses memeriksa mengapa wilayah udara yang seharusnya bersih yang menurut Jeffrey tidak saja pilot bisa ndangdutan atau nge-jazz bahkan suara phone sex pernah ia dengar ketika sedang mengemudikan pesawat.

“Bahkan, maaf, itu (Phone Sex) saya pernah dengar ketika di udara,” kata Jeffrey.

Kemudian terkait dengan human error karena kelengahan pilot, data-data menunjukkan bahwa Yablontsev bukan pilot kemarin sore. Lebih dari 14 ribu jam terbang di atas 221 jenis pesawat telah ia kantongi. United Aircraft Corporation menyebut lulusan sekolah tinggi pilot militer Rusia itu sebagai satu yang terbaik. Sejak Superjet dalam pengembangan hingga uji terbang pertama, Yablontsev selalu terlibat.

“Dia pilot yang selalu kasih perhatian besar kepada keamanan saat terbang,” kata Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Yury Slyusar saat jumpa pers di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Terkait Parasut Jika bukan Yablontsev sang pesawat, lantas siapakah yang mengenakan parasut? Banyak yang berspekulasi. Pengamat intelijen , Prayitno Ramelan, punya pertanyaannya sendiri. 

“Adakah di pesawat tersebut,” katanya di sebuah blog, “terdapat orang lain yang sudah mempersiapkan diri dengan parasut, yang mempunyai niat tidak baik? Adakah ini hijacking (pembajakan)?” Spekulasi ini bisa menarik gerbong spekulasi yang lain. Tak heran jika bantahan segera datang. Awalnya dari polisi, menyanggah ada parasut di antara barang milik korban. Lalu Tim Investigasi Rusia menegaskan tak ada awak kabin yang mengenakan parasut. Payung udara itu, kata mereka, hanya dipersiapkan untuk melindungi survival kit jika pesawat mendarat darurat.

“Parasut itu ada di dalam satu kotak kontainer yang merupakan kit kalau pesawat harus mendarat darurat,” kata anggota tim Rusia, Sergey Korostiev di Halim, Selasa beberapa pekan lalu. Tamu Tak Diundang? Tapi soal “jenazah berparasut” cuma satu dari sekian banyak pertanyaan soal tragedi nahas Rabu sore itu. Teka-teki berikut menyorot manifes penumpang yang berubah-ubah. Daftar yang beredar memuat 50 nama penumpang. Namun, belakangan jumlah itu diubah menjadi 48 dan terakhir 45 orang. Angka itu pun tak berasal dari manifes tapi buku tamu. Lalu, mana yang akurat? Konsultan perwakilan Sukhoi di Indonesia PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, mengaku manifes asli ‘tak sengaja’ terbawa terbang bersama seorang staf Trimarga bernama Arif Wahyudi. “Seharusnya daftar manifes ditinggal,” katanya. Nah, daftar penumpang yang tak seratus persen akurat justru membuka spekulasi kemungkinan adanya “tamu tak diundang” di atas pesawat. Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, Wayne Madsen menyebut hal ini sebagai indikasi adanya sabotase. Madsen, yang bekas analis National Security Agency, itu mengutip kecurigaan sumbernya di Jakarta tentang sabotase industrial yang dilakukan untuk mencegah Rusia mengetam kue besar bisnis penerbangan yang selama ini ada di meja Boeing – raksasa penerbangan yang kerap mendapat bantuan pendanaan dari pemerintah Amerika Serikat.
Sukhoi Superjet 100 jatuh berkeping-keping di Gunung Salak
Sukhoi Superjet 100 jatuh berkeping-keping di Gunung Salak

Komplit dan Serba Canggih Sukhoi Superjet 100 jelas bukan pesawat coba-coba. Pesawat ini secara penuh sudah dioperasikan Aeroflot Rusia dan Armavia Armenia. Sekitar 280 unit siap dipesan sejumlah negara. Kehandalan dan kelayakan terbang pesawat ini semestinya tak diragukan lagi. Superjet yang terbang perdana Mei 2008 telah meraih sejumlah sertifikat Uni Eropa. Superjet juga dilengkapi sistem keamanan penerbangan mutakhir. Ada MOCA (Minimum Obstacle Clearance Altitude) yang bisa memberitahu pilot tentang ketinggian minimum pesawat pada radius lokasi tertentu. Lalu TAWS (Tactical Airborne Warning System), sistem yang secara otomatis akan memberi peringatan dini jika ada rintangan menghadang di hadapan. Tak ketinggalan, GPW (Ground Proximately Warning System). Namun, kontroversi tetap muncul. Pemicunya adalah perangkat ELT (Emergency Locator Transmitter). ELT bertugas mengirim sinyal saat pesawat mengalami kecelakaan. Celakanya, ELT milik Sukhoi tak berfungsi, malah ada yang bilang sudah ketinggalan jaman. Akibatnya, Badan SAR Nasional pun harus ‘berdarah-darah’ melacak lokasi kecelakaan.

Bahkan spekulasi terakhir muncul, jika blackbox (kotak hitam) burung besi tersebut tidak ada (sampai sekarang belum ditemukan). Cuaca Buruk atau Kelalaian? Kontroversi berlanjut terkait cuaca. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengklaim awan pekat dan bersusun-susun Kumulonimbus menggulung wilayah seputaran Gunung Salak. Namun, itu dibantah Badan Metereologi Klimatologi, dan Geofisika. “Sesuai data pemantauan yang kami punya, kondisi cuaca baik-baik saja. Tak ada awan Kumulonimbus,” tegas Kepala Badan Sri Woro Buadiati Harijono. Faktor kesalahan manusia selain pilot ada pada pundak para pengatur lalu-lintas langit, di menara ATC (Air Traffic Controller). Namun, penjelasan Deputi Senior General Manager PT Angkasa Pura II Mulya Abdi malah menunjukkan baik ATC maupun pilot sama-sama tak berdosa. Permintaan Yablontsev untuk turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki terjadi saat Superjet berada di area aman di atas langit Lapangan Udara Atang Sanjaya, Bogor. “Mau berapa kali pun dia (pilot) melakukan orbit (manuver), boleh-boleh saja di situ-situ terus,” kata Mulya. Lantas, mengapa Superjet yang berada pada 6.000 kaki tak lama kemudian mengarah ke Gunung Salak yang memiliki ketinggian 7.254 kaki.

“Saya tidak boleh mengeluarkan statement apa-apa soal itu. Itu sudah wilayahnya KNKT.” Pejabat KNKT sendiri bilang mereka paling tidak perlu waktu empat bulan untuk memerika Blackbox, Kotak Hitam, instrumen penerbangan yang menyimpan seluruh data SSJ100 di hari naas itu.

Nah, bagaimana publik mendapat jawaban yang tuntas dari tragedi ini sementara blackbox yang seharusnya ada di buntut burung besi itu ternyata tidak ada? Waktu kan berbicar. Namun yang pasti, angka-angka deal pembelian pesawat boeing (Informasi nilai pembelian pesawat Boeing oleh Lion sebesar Rp 19,5 triliun).

Antasena, Tank Boat Militer Pertama di Dunia

Kapal Tank atau Tank Boat Antasena
PT. Lundin Industry Invest dan PT. Pindad sedang mengembangkan tank boat (kapal tank) bernama Antasena. Tank boat Antasena adalah kapal yang diatasnya di persenjatai dan bisa digunakan di rawa-rawa dan pantai sehingga bisa menjangkau perairan dangkal. Nama Antasena diambil oleh tokoh mitologi pewayangan yang mampu menyelam di air. 

Walau masih berbentuk prototipe, namun kapal tank ini sudah diminati oleh empat negara. Vice Presiden Bisnis Hankam PT. Pindad Edy Purwanto mengungkapkan empat negara tersebut adalah India, Yunani, Filipina, dan Uni Emirates Arab. Dia juga mengatakan nilai investasi yang digelontorkan untuk kapal tempur tersebut sebesar 10,9 juta euro atau sekitar Rp 184 miliar (kurs Rp 16.800). Dana itu ditanggung oleh Kementerian Pertahanan, PT. Lundin, dan PT. Pindad. Rincian dana yang dikeluarkan untuk penelitian dan pengembangan sebesar 1.470 euro, desain dan rancangan awal 290 ribu euro, struktur kapal dan peralatan 5,5 juta euro. Kemudian untuk sistem senjata 1,7 juta euro, serta sistem navigasi dan sensor 1,1 juta euro.

"Lalu manajemen proyek dan sistem integrasi 511 ribu euro, pelatihan dan uji coba di laut 200 ribu euro, dan sistem komunikasi 150.000 euro jadi total 10.966.000 euro," ungkap dia.
Prototipe atau Purwarupa Tank Boat Antasena
Prototipe Tank Boat Antasena

Untuk spesifikasi, kata Edy, tank boat ini memiliki panjang 18,75 meter dengan lebar 6,10 meter. Tank boat ini bisa menampung pasukan hingga 60 orang ditambah 4 awak, dengan ukuran tangki sebesar 6.000 liter. Selain itu, tank boat ini juga didesain dengan kecepatan rata-rata 40 knot. Tank ini juga dilengkapi senjata RWS 30 mm dengan kanon yang mampu berputar 360 derajat. Pembuatan tank boat ini juga telah dipantau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu beberapa waktu lalu.

Direktur Komersial PT Pindad, Widjajanto, mengatakan bahwa Antasena rencananya baru akan diproduksi secara komersial pada tahun ini. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyempurnaan terhadap kemampuan dan peralatan tank boat tersebut.

”Harga estimasi 10 juta-15 juta Euro. Peminat mulai antri, peminat dalam negeri seperti TNI, dan luar negeri dari Timur Tengah,” ujar Widjajanto. 
Widjajanto mengatakan bahwa pihaknya masih merahasiakan negara-negara peminat tank boat tersebut karena pembeliannya melalui skema G to G. Tank boat yang terbuat dari komposit dengan platform kapal catamaran ini memiliki panjang 18 m dan mampu beroperasi di perairan dangkal dan laut dalam. Berbekal mesin diesel buatan MAN, Antasena mampu melaju hingga kecepatan 40 knot dan memiliki daya jelajah 400 nautical mile (NM).

"Selama ini susah kalau mengejar perompak karena mereka dari rawa-rawa dan pantai. Jadi ini untuk infanteri. Kalau lebih besar punya angkatan laut," kata Lizza.

Ia juga mengklaim jika, tank boat ini adalah yang pertama kali di dunia karena Antasena bukan hanya bisa digunakan di pengairan dangkal tapi juga bisa berfungsi untuk mengirim pasukan serta logistik. 

"Kalau yang lain kan kapal kecil. Tank boat ini juga bisa membantu jika ada banjir karena modelnya catamaran dan bawahnya sekitar 1 meter jadi bisa kemana-mana. Kita menggunakan water jet bukan baling-baling sehingga tidak akan terganggu tanaman air. Tank boat ini sesuai dengan kondisi geografis Indonesia," pungkasnya. 
Proses pembuatan tank boat Antasena
Proses pembuatan kepal tank Antasena

Pindad menggandeng CMI Defence yang memasang turret 105 mm untuk sistem persenjataannya. Selain itu, Antasena juga dibekali dengan sistem persenjataan lain seperti remote control weapon system (RCWS) dengan kaliber 7.62 mm dengan sistem nadir dan navigasi canggih. Tank boat Antasena nantinya akan dioperasikan di sungai-sungai besar seperti Kalimantan dan Papua.

"Kita buat satu dulu, Kalau bagus pasti banyak yang pesan. Diusahakan tahun depan sudah bisa dioperasikan," jelasnya.

Menhan juga mengatakan saat ini sudah ada sekitar 30 kapal perang yang sudah diproduksi di dalam negeri, namun yang digunakan oleh pertahanan hanya sekitar 10 kapal perang.

"Jika dalam keadaan darurat dalam setahun kita bisa produksi 30 kapal perang karena kita sudah canggih," jelasnya.

Minggu, 23 September 2018

Nama Nyeleneh Klub-Klub Sepakbola di Indonesia

Ngomongin sepakbola Indonesia pasti kita merujuk nama klub besar di tanah air, seperti Persib, Persija, Arema, Sriwijaya FC, Bali United. Dari era galatama hingga era perserikatan banyak berdiri klub sepakbola di masang-masing daerah. Kebanyakan nama klub bola tersebut amemiliki awalan "Per", hal ini terjadi sejak era perserikatan dan penggabungan galatama dengan perserikatan menjadi Liga Indonesia (1994). Akibat penggabungan tersebut banyak klub galatama yang mati karena minimnya sponsor (sebab klub galatama mandiri dengan mengandalkan sponsor), sedangkan klub perserikatan makin banyak bermunculan dengan menyusu pada APBD. Hal tersebutlah yang menyebabkan kemunduran persepak-bolaan Indonesia.

Namun pada postingan saya kali ini bukan untuk membahas hal tersebut, namun kali ini saya akan membahas mengenai nama-nama klub sepakbola di Indonesia yang nyentrik dan aneh-aneh lucu. Sudah selayaknya sebuah klub sepakbola memiliki nama yang indah atau penuh arti dan simbolis, agar klub dapat dikenang dan fans pun bangga, serta dapat menarik sponsor lebih banyak. Namun di Indonesia masih saja ada klub yang menamakan dirinya dengan sembarangan atau mungkin dipaksakan. Ambil saja contoh, Persilobar Lombok Barat (maksa banget sih!), Persitara Jakarta Utara, Persiba Balikpapan + Bantul (kalau namanya sama gini gimana ya?), Persiraja Banda Aceh (apa hubungannya Persiraja dengan nama Aceh ya? Gue gagal paham!), dan masih banyak lainnya.

Namun ini lebih aneh lagi namanya daripada nama-nama klub bola yang sudah disebutkan di atas, mau tahu apa saja? Yuk kita simak di bawah.
  • PERSETUBUHAN (Persatuan Sepakbola Tukang dan Kuli Pelabuhan)
  • PERSEKONGKOLAN (Persatuan Sepakbola Cukong Kolong Jembatan)
  • ASSET BERHARGA (Asosiasi Sepakbola Tanjung Beringin Harapan Keluarga)
  • PERSEMBUNYIAN (Persatuan Sepakbola Masyarakat Kabupaten Banyuwangi Sekalian)
  • PERSEMUR JENGKOLAN (Persatuan Sepakbola Semua Rakyat Jepara dan Pengkolan)
  • ORGASME PUNCAK (Organisasi Sepakbola Masyarakat Puncak)
  • PERSETAN KALIAN (Persatuan Sepakbola Tanjung Karang Liwa Selatan)
  • PERSENAN DUIT (Persatuan Sepakbola Wilayah Ragunan, Duren dan Pluit)
  • PERSIS MONYET (Persatuan Sepakbola Istora, Monas dan Wilayah Condet)
  • PREMAN PASAR (Persepakbolaan Remaja Denpasar)
  • PERSELINGKUHAN (Persatuan Sepakbola Lingkup Asahan)
  • PERAGAWAN SEKSI (Perkumpulan Olahraga Warga Nelayan Sekitar Musi)
  • PERSELISIHAN (Persatuan Sepakbola Polisi Kelurahan
  • PSK (Persatuan Sepakbola Klaten)
Nah, aneh-aneh lucu kan nama klub sepakbola amatir di atas. Sebenarnya ide menggunakan nama sepakbola dengan singkatan bisa dibuat lebih indah dan kreatif lagi sih, misalnya Gaspa Palopo (Gabungan Sepakbola Palopo), Deltras Sidoarjo, Tangerang United, dll. Jangan dipaksakan menggunakan awalan "Per" atau singkatan semua. Nah kalo Jember Utara disingkat, apa dong nama klub bola daerah tersebut jadinya nanti? Anda bisa tebak gak? Wkwkk...

Panduan Memilih Lampu LED Yang Tepat Untuk Rumah

Tak terasa sudah hampir 2 tahun rumah saya menggunakan lampu LED untuk penerangannya. Sebelumnya saya memakai lampu neon flour, namun berhubung saya tertarik untuk berhemat dalam biaya listrik maka saya pun mencoba menggunakan lampu LED. Saya akhirnya membeli sejumlah lampu LED merk Philips dan Panasonic melalu situs marketplace online. Harganya pun 20% lebih murah daripada jika kita membeli di toko (offline) atau toserba, apalagi jika sedang ada diskon / cashback. 

Apa Merk Lampu LED Yang Bagus?
Ada beberapa merk yang saya rekomendasikan sebagai pilihan, yang pertama tentu saja merk CRE asal amrik, ini yang paling bagus dan efisien, namun jarang ada di sini yang menjualnya dan harganya pun selangit. Maka saya rekomendasikan merk Philips, Panasonic dan Hannoch yang layak untuk anda beli. Harganya pun relatif terjangkau bagi kantong masyarakat umum dan kualitasnya juga OK. Pilih saja yang nyalanya warna putih (biasanya ada kode 6500k/cool daylight yang artinya nyala cahaya putih).
Lampu LED Merk Philips
Pemilihan Daya Lampu LED yang Tepat
Namun, bukan hal yang sederhana untuk menentukan kebutuhan penerangan dan daya lampu LED di rumah kita. Oleh sebab itu saya yang sudah mencobanya akan membagikan pengalaman saya dalam memilih daya lampu yang tepat untuk penerangan ruangan di rumah. Sehingga nantinya tidak terlalu terang dan juga tidak terlalu redup. Berikut saya jabarkan:
  • Untuk ruangan kamar ukuran 2,75m x 3m atau 3mx3m bisa kita berikan lampu LED dengan daya 3 watt, hal ini agar kita tidak silau saat akan tidur. Namun jika kamar tersebut anda gunakan untuk membaja/belajar maka bisa anda pilih lampu LED dengan daya 4 watt.
  • Kamar mandi (ukuran 2m x 2,5m): untuk ruangan ini cukup diberi lampu LED dengan daya 3 watt. Kan di kamar mandi gak perlu pencahayaan yang terang, sebab ruangannya juga kecil.
  • Teras depan rumah: bisa anda pilih penerangan lampu dengan daya 3 watt atau 4 watt. Ini sudah cukup terang lho.
  • Ruang tamu (ukuran 6m x 3m): bisa anda pilih lampu LED dengan daya 6,5 watt
  • Ruang keluarga: biasanya ukuran ruang keluarga adalah 6m x 3m atau 5m x 4m. Ini juga bisa kita beri penerangan dengan daya 6,5 watt ataupun 8 wattss sesuai selera saja.
  • Dapur: ruangan dapur umumnya berukuran 3m x 3m, agar masakan anda tidak gosong ada baiknya diberi penerangan dengan daya 4 watt.
  • Ruang Sholat: untuk ruangan ini ukuran di rumah saya adalah 3m x 2,75 m, saya berikan penerangan lampu LED degan daya 4 watt, sebab ruangan ini biasanya juga digunakan untuk membaca alqur'an, jadi biar agak terang.
Nah itu dia, panduan dalam memilih daya lampu LED yang tepat bagi rumah. Semoga dengan artikel ini dapat memberikan manfaat bagi anda semua para Netizen. Sampai jumpa di artikel berikutnya ya.

Anjlok Terus, Pantas Disebut Rupiah atau Rupayah?

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok
Beberapa minggu terkakhir negara kita sempat heboh dengan nilai tukar rupiah yang terus-terusan anjlok, bahkan sempat menyentuh di angka Rp. 15.000 per dolar AS. Hal ini sudah berjalan sejak awal tahun 2018. Jika dihitung sejak awal tahun ini maka rupiah sudah terdepresiasi sekitar 10%. Wow, sebuah angka yang lumayan signifikan. Penyebabnya kalau kata menko perekonomian sih karena adanya kebijakan normalisasi dari The Fed yang menaikkan tingkat suku bunga secara agresif yang akhirnya mengakibatkan dolar AS "pulang kampung". Dan akibatnya likuiditas dolar di pasar Indonesia minim, sehingga inilah yang menjadi pemicu rupiah anjlok.

Tapi apakah hanya karena faktor eksternal saja yang menyebabkan rupiah rontok? Nyatanya tidak semua mata uang mengalami depresiasi yang besar seperti rupiah. Hanya beberapa mata uang saja yang nilai penurunannya sangat besar, diantaranya, mata uang Peso Argentina (-109%), Lira Turki (-77%), Rupee India (-26,8%), Rand Afrika Selatan (-12,6%) dan Real Brazil (-12,58%), sementara rupiah melemah 10%. Sekarang kita lihat negara tetangga, apakah mereka juga terimbas penguatan dolar. Peso Filipina (-7,11%), Dolar Singapura (3,2%), Ringgit Malaysia (2,45%), dan Baht Thailand (-0.95%). Ternyata negara tetangga kita di ASEAN hanya mengalami depresiasi nilai mata uang yang sedikit, tidak banyak.

Nah lo, ternyata di kawasan ASEAN rupiah yang paling payah. Jika pelemahan nilai tukar disebabkan oleh faktor eksternal (utamanya kenaikan tingkat suku bunga di AS), lalu mengapa negara ASEAN lainnya tidak mengalami pelemahan mata uang sebesar rupiah? Jawabannya karena ekspor mereka moncer, tidak seperti Indonesia yang loyo. Hal inilah sebenarnya yang menjadi sebab utama nilai rupiah anjlok, karena nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor sehingga neraca transaksi berjalan kita defisit. Dan benar saja ternyata CAD kita defisit 3% lebih. Jadi apakah pemerintah akan terus-terusan mengkambing-hitamkan faktor eksternal?

Sejak orde baru hingga rezim Jokowi saat ini, nilai tukar rupiah terus melemah, hanya di rezim Habibie saja yang bisa menguat. mengapa demikian? hanya Tuhan dan pak Habibie saja mungkin yang tahu jawabannya. Itulah mengapa saya sebut mata uang kita dengan istilah "Rupayah", bukan Rupiah.

Mengapa Neraca Traksaksi Berjalan (CAD) Kita Defisit
Menjawab hal ini saya bisa pastikan berdasar data yang saya dapat dari BPS ternyata biang keroknya adalah impor migas yang nilainya mengalami kenaikan signifikan. Jelas aja, soalnya harga BBM sudha mencapai 69 dolar per barel. Padahal 2 tahun yang lalu harga BBM masih di level 40-an dolar per barelnya. Kinerja ekspor non-migas Indonesia sebenarnya cukup bagus, dari tahu ke tahun terus mengalami peningkatan dan nilai perdagangan non-migas Indonesia sebenarnya masih surplus. Perdagangan migas-lah yang menyebabkan CAD kita defisit cukup banyak.

Upaya Pemerintah Menanggulangi Depresiasi Rupiah
Sebenarnya pemerintah tidak tinggal diam dalam mengatasi anjolknya nilai tukar rupiah, pemerintah melalui Bank Indonesai telah mengeluarkan kebijakan guna mendorong penguatan rupiah seperti, menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 125 basis poin (hingga kini mencapai 5,5%), kebijakan kewajiban menggunakan bahan bakar B20 (oplos minyak bumi dan biofuel hingga 20%), dan beberapa kebijakan moneter. 

Well, bola berada di tangan pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. Apakah pemerintah akan cekatan dalam merespon hal ini atau tidak. Harusnya Jokowi berani mencabut sedikit demi sedikit subsidi BBM dan listrik, walaupun tahun depan kita akan menghadapi Pilpres. Subsidi ini juga ditengarai memberatkan APBN Indonesia. Jika pemerintah tidak melakukan upaya yang tepat dalam kebijakan fiskal & moneter, maka bukan hal mustahil rupiah akan bernasib seperti Lira Turki.