Tahun Suram Maskapai Penerbangan Malaysia

Insiden hilanganya pesawat ini menjadi catatan kelam bagi dunia penerbangan Malaysia di penghujung tahun 2014 ini. Karena sebelumnya sudah terjadi dua kali kecelakaan pesawat dari maskapai penerbangan Malaysia di tahun yang sama.

Review Game: Crysis 3, Misi Menyelamatkan Bumi

Di awal permainan game Crysis 3 ini dikisahkan bahwa Prophet sedang tertidur di dalam Cryo­tube yang di sim­pan oleh CELL, perusahaan yang merancang dan membuat Nanosuite. Ia kemudian dibebaskan oleh Psycho, selaku pimpinan pemberontak yang tidak suka de­ngan CELL.

Satelit Buatan Indonesia Akan Diluncurkan Tahun Ini

Indonesia selama ini masih bergantung pada satelit buatan asing, karena memang satelit Indonesia masih dibuat di negara lain. Menanggapi hal tersebut, Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berusaha untuk secepatnya mandiri.

Proyek PRISM, AS Mata-Matai Internet Dunia

Pemerintah Amerika serikat memberikan NSA akses ke data pengguna internet pada beberapa perusahaan teknologi untuk memata-matai aktivitas mereka. Proyek tersebut ialah PRISM, singkatan dari Planning Tool for Resource Integration, Synchronization and Management.

Thailand Juarai AFF Suzuki Cup 2014

Tim Nasional Thailand akhirnya memastikan diri menjadi kampiun AFF Suzuki Cup 2014 usai menang dengan agregat 4-3 atas Malaysia. Sebelumnya di babak final leg pertama yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand unggul 2-0 atas Malaysia.

Kamis, 16 Agustus 2018

Blazz RX300, Modem 4G Murah Kualitas OK

Gambar Modem 4G Blazz RX300 HitamSaat mau membeli modem USB 4G kemarin, akhirnya saya memutuskan beli Modem Blazz RX300 di sebuah toko komputer di Cirebon dengan harga lumayan murah (Rp. 370ribu saja). Lalu, apa sih bagusnya Modem Blazz RX300 Mini ini sehingga saya beli?

Sebelum membeli sesuatu pasti kita mesti tahu dulu spek barang yang mau kita beli sehingga gak nyesel di belakang. Dengan mengetahui spek barang yang mau kita beli, kita jadi tidak asal beli barang tanpa tahu kualitasnya.

Ngomong-omong soal modem USB 4G, ada banyak modem USB 4G murah yang dijual di marketplace atau toko online. Namun, kita tetap harus teliti saat mau membeli modem USB 4G secara online. Dengan banyaknya penyedia modem 4G USB di pasaran, maka harga modem USB 4G pun makin kompetitif dan menguntungkan banget buat pembeli macam kita.

Modem Blazz RX300 Unlocked All Operator
Menurut saya, kualitas modem USB 4G dari blazz RX300 tidak kalah dengan modem USB 4G huawei. Harga modem GSM murah dari blazz tentu malah jadi keunggulan tersendiri. Harga modem blazz RX300 pun bersaing banget dengan harga modem wifi GSM atau harga modem 4G Telkomsel.

Modem blazz RX 300 mungkin bukan modem USB 4G terbaik, tapi dengan harganya yang murah dan spesifikasi yang cukup lengkap, membuat modem ini layak dicoba.

Spesifikasi Modem Blazz RX300:
  • Mendukung jaringan 4G LTE FDD 1800MHz dan HSUPA/HSDPA/UMTS 2100MHz dengan kecepatan download hingga 300Mbps dan kecepatan upload hingga 50Mbps.
  • Soft wifi, jadi modem ini nanti bisa disetting sebagai wifi sehingga dapat berbagi internet dengan device lain. Laptop atau komputer lain pun bisa memanfaatkan soft wifi ini. Jadi dapat dua fasilitas: modem USB + Wifi.
  • Auto APN. Gak perlu setting APN lagi saat menggunakan kartu GSM apa pun.
  • Menu USSD (meskipun bermasalah. Baca: Review Modem Blazz RX300).
  • Fitur untuk mengirim dan menerima SMS.
  • Driver modem blazz RX300 sudah tersedia di dalam memori ROM modem tersebut, shingga tidak perlu download lagi.
  • sudah unlocked untuk all jaringan GSM (telkomsel, three, Indosat, XL, Smartfren, Bolt) dan sudah tersedia setelan profil internet (pre-definde).
Modem Blazz RX300 kompatibel dengan OS apa?
Berdasarkan review blazz rx300 dari pengalaman saya, modem ini bisa saya gunakan di Windows 7, 8 dan Windows 10 dengan baik. Di kotak modem sendiri tertulis, bahwa modem blazz RX300 kompatibel dengan windows XP SP2/SP3, Windows Vista SP1/SP2, Windows 7, Windows 8, dan Windows 10, bahkan MacOS X. Jadi buat kalian pengguna windows 10 yang mau menggunakan modem USB 4G dari Blazz gak perlu khawatir dengan spesifikasinya apakah cocok buat Windows 10 atau tidak.

Selain itu di laptop atau komputer tentu saja harus ada colokan USB agar modem ini bisa digunakan. Modem ini memang modem USB, bukan mifi atau wifi, jadi perlu dicolok ke laptop/PC kita.

Nah, demikian saja informasi mengenai Spesifikasi Modem Blazz RX300 Mini, salah satu modem 4G yang sduah Unlocked All Operator.

Plus dan Minus Modem Blazz RX300
(+) Modem sudah dalam kondisi unlocked dan support hampir semua OS
(+) Kecepatan lumayan mumpuni, meski masih kalah dibanding Huawei atau Sierra
(+) Temperatur pengoperasian yang cukup dingin (tidak mudah panas)
(+) Harga relatif terjangkau
(-) USSD tidak dapat digunakan (Error), mungkin perlu update firmware-nya
(-) Fitur sharing wifi juga eror, mungkin perlu update firmware

Xion Audio Player, Aplikasi Pemutar Musik Terbaik

Selamat pagi sobat -Mojo, mungkin sebagian besar pengguna komputer memakai WinAmp untuk memutar file mp3 (lagu-lagu) di komputer. Memang, aplikasi WinAmp sudah dikenal luas oleh kalangan pengguna komputer di dunia. Sebenarnya ada banyak perangkat lunak (software) selain WinAmp yang dapat digunakan sebagai audio player, antara lain Jet Audio, AIMP, Songbird. Atau untuk komputer dengan platform Linux biasanya menggunakan aplikasi semacam Amarok, Audacious maupun XMMS. Bahkan ada juga multimedia player yang sudah terintegrasi dengan radio streaming seperti Kantaris Media Player. Namun, mungkin anda perlu sebuah audio player alternatif pengganti WinAmp yang ringan, simple namun memiliki tampilan yang dinamis serta kualitas output suara yang OK. Nah, oleh sebab itu saya ingin memperkenalkan Xion Audio Player, sebuah aplikasi pemutar mp3 yang simple namun memiliki kelebihan pada output suara yang dihasilkan cenderung nge-bass, sehingga cocok digunakan oleh anda yang speakernya memiliki daya 25-32 watt RMS. Format file audio yang didukungnya pun relatif banyak, mulai dari format mp3, wma, aac, aiff, cd audio, midi, ogg, m4a, bahkan format playlist seperti .m3u, .wpl dan .pls didukungnya.

Berikut fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi Xion Audio Player:
  • Skin yang ultra ringan, namun sangat dinamis, & dapat diganti-ganti, anda juga dapat men-setting opacity skinnya
  • Equalizer mumpuni dengan 10 pengaturan
  • Ringan untuk dijalankan di komputer dan kerja prosesornya pun ringan serta konsumsi memori yang rendah
  • Global hotkey dapat disesuaikan sesuai kehendak anda
  • Terintegrasi dengan Windows Live Messenger
  • Terdapat pula versi portabelnya
Berikut screenshot Xion Audio Player 1.0 build 100
Tampilan Xion Player versi 1.0 build 100

Tampilan skin add-on lainnya

Saya lebih merekomendasikan Xion Audio Player 1.0 build 100 dibanding versi yang baru, karena dari kualitas dan karakter suara serta preset equalizer pada Xion versi baru kurang memuaskan. Dapat dinstal pada komputer dengan Sistem Operasi mulai dari Windows XP, Vista, Windows 7/8/10. Saya sangat rekomendasikan aplikasi Xion sebagai audio player pada komputer anda. Bagi yang ingin mendownloadnya, silahkan klik link dibawah ini:

Download Xion Audio Player 1.0 build 100 disini.

Wahabi, Kanker Yang Menggerogoti Islam Dari Dalam

Ulama Wahabi Era 1800-an di Saudi"Awas mazhab ini, awas aliran itu. Si anu sesat, si fulan kafir".

Itulah di antara ancaman-ancaman yang belakangan sering muncul di Indonesia ini. Sumber ancaman dan pengkafiran itu biasanya datang dari sekelompok orang yang mengikuti paham Wahhabi (atau Salafi) Takfiri, sebagaimana kita saksikan dalam berbagai media massa atau pun media sosial yang kini makin ramai. Di bawah ini sedikit ringkasan paham Wahhabi, sebagaimana dimuat dalam situs ini (silakan klik kata ‘ini’).

Apa & Bagaimana Wahhabi
Pencetus pertamakali sebutan nama WAHHABI adalah seorang bernama Hempher, dialah mata-mata kolonial Inggris yang ikut secara aktif menyemai dan membidani kelahiran sekte WAHHABI. Tujuannya adalah untuk menghancurkan kekuatan ajaran Islam dari dalam, dengan cara menyebarkan isu-isu kafir-musyrik dan bid’ah.

Dengan fakta ini maka terbongkarlah misteri SIKAP WAHHABI yang keras permusuhannya kepada kaum muslimin yang berbeda paham. Itulah sebabnya kenapa ajaran Wahhabi penuh kontradiksi di berbagai lini keilmuan, dan kontradiksi itu akan semakin jelas manakala dihadapkan dengan paham Ahlussunnah Waljama’ah (ASWAJA).
Walaupun begitu, ironisnya mereka tanpa risih mengaku-ngaku sebagai kaum ASWAJA. Atas klaim sebagai ASWAJA itu, lalu ada pertanyaan yang muncul, sejak kapan WAHHABI berubah jadi Ahlussunnah Waljama’ah? Wajar jika pertanyaan itu muncul, sebab bagaimanapun mereka memakai baju Ahlussunnah Waljama’ah, ciri khas ke-wahabiannya tetap kentara sekali. Selain dinamakan Wahhabi, pengikut sekte ini juga sering disebut dengan ‘Salafi‘, ‘Najdi‘ atau ‘Ahlil Hadits‘.
Juga, silakan dengarkan ceramah Hb.Rizieq Shihab tentang buku Wahhabi yang memecah belah umat di sini.
Di dalam penjelasannya, Rizieq geram saat mengetahui adanya sebuah buku yang ditulis oleh oknum Wahhabi di Indonesia, yang berani mengkafirkan para ulama Ahlus Sunnah. Menurut Rizieq, buku itu memasukkan kelompok Asy-‘ariyah dan Maturidiyah ke dalam satu kelompok yang sesat-menyesatkan, bersama Islam Liberal, Jamaat Tabligh dan Ikhwanul Muslimin. Berhubung penulisnya mengkafirkan kelompok umat Islam, maka menurut Rizieq buku itu memecahbelah umat Islam.

Kalau Wahhabi mengklaim dirinya paling benar. Kalau penulis buku itu merasa bahwa Salafi, atau yang di Indonesia dikenal sebagai Wahhabi, itu paling benar, itu adalah hak dia, itu urusan dia. Tapi dia tidak punya hak mengatakan umat Islam lain sebagai sesat-menyesatkan. Mereka tidak punya hak mengkafirkan umat Islam lain yang tidak satu kelompok dengan mereka. “Apalagi umat Islam dari kalangan Asy’ari dan Maturidi yang sudah 1200 tahun lebih secara representatif mewakili Ahlus Sunnah wal Jamaah,” kata Rizieq. 

Wahhabi yang baru lahir ‘kemarin’, tiba-tiba kini sudah (berani) mengkafirkan Asy’ari dan Maturidi. Wahhabi tidak masuk dalam Asy’ari atau pun Maturidiyah, tetapi mereka menuduh umat Islam yang tidak masuk kelompok mereka sebagai ‘sesat dan menyesatkan’. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun.

Kalau kelompok Wahhabi mengatakan aqidah yang diajarkan aqidah yang diajarkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal (Hambali) sebagai yang paling baik, itu hak mereka. “Tapi mereka harus tahu bahwa mayoritas ulama-ulama dari mazhab Syafii dan Maliki mengikuti Asy’ariyah, dan mayoritas ulama dari mazhab Hanafi mengikuti akidah Maturidiyah. Jadi kalau mereka mengkafirkan atau menyesatkan Asy’ariyah dan Maturidiyah, berarti para ulama yang jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan orang (semenjak mazhab itu lahir sampai saat ini), berarti ulama-ulama mazhab Syafii, Maliki dan Hanafi semuanya sesat dan kafir. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Jangan sembarangan mengkafir saudara kita, sesama Ahlil Qiblah,” kata Rizieq.

Pengaruh Wahabi Terhadap Berdirinya Kerajaan Saudi
Dr. Abdullah Mohammad Sindi *], di dalam sebuah artikelnya yang berjudul :Britain and the Rise of Wahhabism and the House of Saud menyajikan tinjauan ulang tentang sejarah Wahabisme, peran Pemerintah Inggris di dalam perkembangannya, dan hubungannya dengan peran keluarga kerajaan Saudi. “Salah satu sekte Islam yang paling kaku dan paling reaksioner saat ini adalah Wahabi,” demikian tulis Dr. Abdullah Mohammad Sindi dalam pembukaan artikelnya tersebut. Dan kita tahu bahwa Wahabi adalah ajaran resmi Kerajaaan Saudi Arabia, tambahnya.

Wahabisme dan keluarga Kerajaan Saudi telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan sejak kelahiran keduanya. Wahabisme-lah yang telah menciptakan kerajaan Saudi, dan sebaliknya keluarga Saud membalas jasa itu dengan menyebarkan paham Wahabi ke seluruh penjuru dunia. One could not have existed without the other – Sesuatu tidak dapat terwujud tanpa bantuan sesuatu yang lainnya. Wahhabisme memberi legitimasi bagi Istana Saud, dan Istana Saud memberi perlindungan dan mempromosikan Wahabisme ke seluruh penjuru dunia. Keduanya tak terpisahkan, karena keduanya saling mendukung satu dengan yang lain dan kelangsungan hidup keduanya bergantung padanya.

Tidak seperti negeri-negeri Muslim lainnya, Wahabisme memperlakukan perempuan sebagai warga kelas tiga, membatasi hak-hak mereka seperti : menyetir mobil, bahkan pada dekade lalu membatasi pendidikan mereka. Baca juga artikel dalam bahasa Inggris yang ditulis Palazzi berikut ini. (klik pada kata ‘ini’). Juga, baca tulisan berikut ini mengenai pembantaian Muslimin oleh Wahhabi(dalam bahasa Inggris).

Juga tidak seperti di negeri-negeri Muslim lainnya, secara sepihak Wahabisme biasanya selalu melarang (mengharamkan) perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. Selain itu, Wahhabisme juga:
  • Melarang kebebasan berpolitik dan secara konstan mewajibkan rakyat untuk patuh secara mutlak kepada pemimpin-pemimpin mereka.
  • Melarang mendirikan bioskop sama sekali.
  • Menerapkan hukum Islam hanya atas rakyat jelata, dan membebaskan hukum atas kaum bangsawan, kecuali karena alasan politis.
  • Mengizinkan perbudakan sampai tahun ’60-an.
Mereka juga menyebarkan mata-mata atau agen rahasia yang selama 24 jam memonitor, demi mencegah munculnya gerakan anti-kerajaan.

Wahabisme juga sangat tidak toleran terhadap paham Islam lainnya, seperti terhadap Syi’ah dan Sufisme (Tasawuf). Wahabisme juga menumbuhkan rasialisme Arab pada pengikut mereka. 1] Tentu saja rasialisme bertentangan dengan konsep Ummah Wahidah di dalam Islam.

Wahhabisme juga memproklamirkan bahwa hanya dia saja-lah ajaran yang paling benar dari semua ajaran-ajaran Islam yang ada, dan siapapun yang menentang Wahabisme dianggap telah melakukan BID’AH dan KAFIR.

Lahirnya Ajaran Wahabi
Wahhabisme atau ajaran Wahabi muncul pada pertengahan abad 18 di Dir’iyyah sebuah dusun terpencil di Jazirah Arab, di daerah Najd. Kata Wahabi sendiri diambil dari nama pendirinya, Muhammad Ibn Abdul-Wahhab (1703-92). Laki-laki ini lahir di Najd, di sebuah dusun kecil Uyayna. Ibn Abdul-Wahhab adalah seorang mubaligh yang fanatik, dan telah menikahi lebih dari 20 wanita (tidak lebih dari 4 pada waktu bersamaan) dan mempunyai 18 orang anak. 2]

Sebelum menjadi seorang mubaligh, Ibn Abdul-Wahhab secara ekstensif mengadakan perjalanan untuk keperluan bisnis, pelesiran, dan memperdalam agama ke Hijaz, Mesir, Siria, Irak, Iran, dan India.

Hempher mata-mata Inggris
Walaupun Ibn Abdul-Wahhab dianggap sebagai Bapak Wahabisme, namun aktualnya Kerajaan Inggris-lah yang membidani kelahirannya dengan gagasan-gagasan Wahabisme dan merekayasa Ibn Abdul-Wahhab sebagai Imam dan Pendiri Wahabisme, untuk tujuan ‘menghancurkan Islam dari dalam dan meruntuhkan Daulah Utsmaniyyah’ yang berpusat di Turki.

Seluk-beluk dan rincian tentang konspirasi Inggris dengan Ibn Abdul-Wahhab ini dapat Anda temukan di dalam memoar Mr. Hempher : “Confessions of a British Spy” 3]

Selagi di Basra, Iraq, Ibn Abdul-Wahhab muda jatuh dalam pengaruh dan kendali seorang mata-mata Inggris yang dipanggil dengan nama Hempher yang sedang menyamar (undercover), salah seorang mata-mata yang dikirim London untuk negeri-negeri Muslim (di Timur Tengah) dengan tujuan menggoyang Kekhalifahan Utsmaniyyah dan menciptakan konflik di antara sesama kaum Muslim. Hempher pura-pura menjadi seorang Muslim, dan memakai nama Muhammad, dan dengan cara yang licik, ia melakukan pendekatan dan persahabatan dengan Ibn Abdul-Wahhab dalam waktu yang relatif lama.

Hempher, yang memberikan Ibn Abdul-Wahhab uang dan hadiah-hadiah lainnya, mencuci-otak Ibn Abdul-Wahhab dengan meyakinkannya bahwa : Orang-orang Islam mesti dibunuh, karena mereka telah melakukan penyimpangan yang berbahaya, mereka – kaum Muslim – telah keluar dari prinsip-prinsip Islam yang mendasar, mereka semua telah melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah dan syirik.

Hempher juga membuat-buat sebuah mimpi liar (wild dream) dan mengatakan bahwa dia bermimpi Nabi Muhammad Saw mencium kening (di antara kedua mata) Ibn Abdul-Wahhab, dan mengatakan kepada Ibn Abdul-Wahhab, bahwa dia akan jadi orang besar, dan meminta kepadanya untuk menjadi orang yang dapat menyelamatkan Islam dari berbagai bid’ah dan takhayul.

Setelah mendengar mimpi liar Hempher, Ibn Abdul-Wahhab jadi ge-er (wild with joy) dan menjadi terobsesi, merasa bertanggung jawab untuk melahirkan suatu aliran baru di dalam Islam yang bertujuan memurnikan dan mereformasi Islam.

Di dalam memoarnya, Hempher menggambarkan Ibn Abdul-Wahhab sebagai orang yang berjiwa “sangat tidak stabil” (extremely unstable), “sangat kasar” (extremely rude), berakhlak bejat (morally depraved), selalu gelisah (nervous), congkak (arrogant), dan dungu (ignorant).

Mata-mata Inggris ini, yang memandang Ibn Abdul-Wahhab sebagai seorang yang bertipikal bebal/dungu (typical fool), juga mengatur pernikahan mut’ah bagi Ibn Abdul Wahhab dengan 2 wanita Inggris yang juga mata-mata yang sedang menyamar.

Wanita pertama adalah seorang wanita beragama Kristen dengan panggilan Safiyya. Wanita ini tinggal bersama Ibn Abdul Wahhab di Basra. Wanita satunya lagi adalah seorang wanita Yahudi yang punya nama panggilan Asiya. Mereka menikah di Shiraz, Iran. 4]
Kerajaan Saudi-Wahabi Pertama : 1744-1818
Setelah kembali ke Najd dari perjalanannya, Ibn Abdul-Wahhab mulai “berdakwah” dengan gagasan-gagasan liarnya di Uyayna. Bagaimana pun, karena “dakwah”-nya yang keras dan kaku, dia diusir dari tempat kelahirannya.

Dia kemudian pergi berdakwah di dekat Dir’iyyah, di mana sahabat karibnya, Hempher dan beberapa mata-mata Inggris lainnya yang berada dalam penyamaran ikut bergabung dengannya. 5]

Dia juga tanpa ampun membunuh seorang pezina penduduk setempat di hadapan orang banyak dengan cara yang sangat brutal, menghajar kepala pezina dengan batu besar 6]

Padahal, hukum Islam tidak mengajarkan hal seperti itu, beberapa hadis menunjukkan cukup dengan batu-batu kecil. Para ulama Islam (Ahlus Sunnah) tidak membenarkan tindakan Ibn Abdul-Wahhab yang sangat berlebihan seperti itu.
Walaupun banyak orang yang menentang ajaran Ibn Abdul-Wahhab yang keras dan kaku serta tindakan-tindakannya, termasuk ayah kandungnya sendiri dan saudaranya Sulaiman Ibn Abdul-Wahhab, – keduanya adalah orang-orang yang benar-benar memahami ajaran Islam -, dengan uang,mata-mata Inggris telah berhasil membujuk Syeikh Dir’iyyah, Muhammad Saud untuk mendukung Ibn Abdul-Wahhab. 7]

Pada 1744, al-Saud menggabungkan kekuatan dengan Ibn Abdul-Wahhab dengan membangun sebuah aliansi politik, agama dan perkawinan. Dengan aliansi ini, antara keluarga Saud dan Ibn Abdul-Wahhab, yang hingga saat ini masih eksis, Wahhabisme sebagai sebuah “agama” dan gerakan politik telah lahir!

Dengan penggabungan ini setiap kepala keluarga al-Saud beranggapan bahwa mereka menduduki posisi Imam Wahhabi (pemimpin agama), sementara itu setiap kepala keluarga Wahhabi memperoleh wewenang untuk mengontrol ketat setiap penafsiran agama (religious interpretation).

Mereka adalah orang-orang bodoh, yang melakukan kekerasan, menumpahkan darah, dan teror untuk menyebarkan paham Wahabi (Wahhabism) di Jazirah Arab. Sebagai hasil aliansi Saudi-Wahhabi pada 1774, sebuah kekuatan angkatan perang kecil yang terdiri dari orang-orang Arab Badui terbentuk melalui bantuan para mata-mata Inggris yang melengkapi mereka dengan uang dan persenjataan. 8]

Sampai pada waktunya, angkatan perang ini pun berkembang menjadi sebuah ancaman besar yang pada akhirnya melakukan teror di seluruh Jazirah Arab sampai ke Damaskus (Suriah), dan menjadi penyebab munculnya Fitnah Terburuk di dalam Sejarah Islam (Pembantaian atas Orang-orang Sipil dalam jumlah yang besar).

Dengan cara ini, angkatan perang ini dengan kejam telah mampu menaklukkan hampir seluruh Jazirah Arab untuk menciptakan Negara Saudi-Wahhabi yang pertama.

Sebagai contoh, untuk memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai syirik dan bid’ah yang dilakukan oleh kaum Muslim, Saudi-Wahhabi telah mengejutkan seluruh dunia Islam pada 1801, dengan tindakan brutal menghancurkan dan menodai kesucian makam Imam Husein bin Ali (cucu Nabi Muhammad Saw) di Karbala, Irak. Mereka juga tanpa ampun membantai lebih dari 4.000 orang di Karbala dan merampok lebih dari 4.000 unta yang mereka bawa sebagai harta rampasan. 9]

Sekali lagi, pada 1810, mereka, kaum Wahabi dengan kejam membunuh penduduk tak berdosa di sepanjang Jazirah Arab. Mereka menggasak dan menjarah banyak kafilah peziarah dan sebagian besar di kota-kota Hijaz, termasuk 2 kota suci Makkah dan Madinah.

Di Makkah, mereka membubarkan para peziarah, dan di Madinah, mereka menyerang dan menodai Masjid Nabawi, membongkar makam Nabi, dan menjual serta membagi-bagikan peninggalan bersejarah dan permata-permata yang mahal.

Para teroris Saudi-Wahhabi ini telah melakukan tindak kejahatan yang menimbulkan kemarahan kaum Muslim di seluruh dunia, termasuk Kekhalifahan Utsmaniyyah di Istanbul.

Sebagai penguasa yang bertanggung jawab atas keamanan Jazirah Arab dan penjaga masjid-masjid suci Islam, Khalifah Mahmud II memerintahkan sebuah angkatan perang Mesir dikirim ke Jazirah Arab untuk menghukum klan Saudi-Wahhabi.

Pada 1818, angkatan perang Mesir yang dipimpin Ibrahim Pasha (putra penguasa Mesir) menghancurkan Saudi-Wahhabi dan meratakan dengan tanah ibu kota Dir’iyyah .

Imam kaum Wahhabi saat itu, Abdullah al-Saud dan dua pengikutnya dikirim ke Istanbul dengan dirantai dan di hadapan orang banyak, mereka dihukum pancung. Sisa klan Saudi-Wahhabi ditangkap di Mesir.

Kerajaan Saudi-Wahabi II : 1843-1891
“Walaupun kebengisan fanatis Wahabisme berhasil dihancurkan pada 1818, namun dengan bantuan Kolonial Inggris, mereka dapat bangkit kembali. Setelah pelaksanaan hukuman mati atas Imam Abdullah al-Saud di Turki, sisa-sisa klan Saudi-Wahhabi memandang saudara-saudara Arab dan Muslim mereka sebagai musuh yang sesungguhnya (their real enemies) dan sebaliknya mereka menjadikan Inggris dan Barat sebagai sahabat sejati mereka.” Demikian tulis Dr. Abdullah Mohammad Sindi *]

Maka ketika Inggris menjajah Bahrain pada 1820 dan mulai mencari jalan untuk memperluas area jajahannya, Dinasti Saudi-Wahhabi menjadikan kesempatan ini untuk memperoleh perlindungan dan bantuan Inggris.

Pada 1843, Imam Wahhabi, Faisal Ibn Turki al-Saud berhasil melarikan diri dari penjara di Cairo dan kembali ke Najd. Imam Faisal kemudian mulai melakukan kontak dengan Pemerintah Inggris. Pada 1848, dia memohon kepada Residen Politik Inggris (British Political Resident) di Bushire agar mendukung perwakilannya di Trucial Oman. Pada 1851, Faisal kembali memohon bantuan dan dukungan Pemerintah Inggris. 10]
Data sebaran pelatihan wahabi di Eropa
Data training Wahhabi di Eropa; bagaimana di Indonesia?

Dan hasilnya, Pada 1865, Pemerintah Inggris mengirim Kolonel Lewis Pelly ke Riyadh untuk mendirikan sebuah kantor perwakilan Pemerintahan Kolonial Inggris dengan perjanjian (pakta) bersama Dinasti Saudi-Wahhabi.

Untuk mengesankan Kolonel Lewis Pelly bagaimana bentuk fanatisme dan kekerasan Wahhabi, Imam Faisal mengatakan bahwa perbedaan besar dalam strategi Wahhabi : antara perang politik dengan perang agama adalah bahwa nantinya tidak akan ada kompromi, kami membunuh semua orang . 11]

Pada 1866, Dinasti Saudi-Wahhabi menandatangani sebuah perjanjian “persahabatan” dengan Pemerintah Kolonial Inggris, sebuah kekuatan yang dibenci oleh semua kaum Muslim, karena kekejaman kolonialnya di dunia Muslim.

Perjanjian ini serupa dengan banyak perjanjian tidak adil yang selalu dikenakan kolonial Inggris atas boneka-boneka Arab mereka lainnya di Teluk Arab (sekarang dikenal dengan : Teluk Persia).

Sebagai pertukaran atas bantuan pemerintah kolonial Inggris yang berupa uang dan senjata, pihak Dinasti Saudi-Wahhabi menyetujui untuk bekerja-sama/berkhianatdengan pemerintah kolonial Inggris yaitu : pemberian otoritas atau wewenang kepada pemerintah kolonial Inggris atas area yang dimilikinya.

Perjanjian yang dilakukan Dinasti Saudi-Wahhabi dengan musuh paling getir bangsa Arab dan Islam (yaitu : Inggris), pihak Dinasti Saudi-Wahhabi telah membangkitkan kemarahan yang hebat dari bangsa Arab dan Muslim lainnya, baik negara-negara yang berada di dalam maupun yang diluar wilayah Jazirah Arab.

Dari semua penguasa Muslim, yang paling merasa disakiti atas pengkhianatan Dinasti Saudi-Wahhabi ini adalah seorang patriotik bernama al-Rasyid dari klan al-Hail di Arabia tengah dan pada 1891, dan dengan dukungan orang-orang Turki, al-Rasyid menyerang Riyadh lalu menghancurkan klan Saudi-Wahhabi.

Bagaimanapun, beberapa anggota Dinasti Saudi-Wahhabi sudah mengatur untuk melarikan diri; di antara mereka adalah Imam Abdul-Rahman al-Saud dan putranya yang masih remaja, Abdul-Aziz. Dengan cepat keduanya melarikan diri ke Kuwait yang dikontrol Kolonial Inggris, untuk mencari perlindungan dan bantuan Inggris.

Kerajaan Saudi-Wahabi III (Saudi Arabia) : Sejak 1902
Ketika di Kuwait, Sang Wahhabi, Imam Abdul-Rahman dan putranya, Abdul-Aziz menghabiskan waktu mereka “menyembah-nyembah” tuan Inggris mereka dan memohon-mohon akan uang, persenjataan serta bantuan untuk keperluan merebut kembali Riyadh. Namun pada akhir penghujung 1800-an, usia dan penyakit nya telah memaksa Abdul-Rahman untuk mendelegasikan Dinasti Saudi Wahhabi kepada putranya, Abdul-Aziz, yang kemudian menjadi Imam Wahhabi yang baru.
King Abdul Aziz dan F.D. Rosevelt tahun 1945
Raja Abdul Aziz dan presiden AS F.D Rosevelt (1945)

Melalui strategi licin kolonial Inggris di Jazirah Arab pada awal abad 20, yang dengan cepat menghancurkan Kekhalifahan Islam Utsmaniyyah dan sekutunya klan al-Rasyid secara menyeluruh, kolonial Inggris langsung memberi sokongan kepada Imam baru Wahhabi Abdul-Aziz.

Dibentengi dengan dukungan kolonial Inggris, uang dan senjata, Imam Wahhabi yang baru, pada 1902 akhirnya dapat merebut Riyadh. Salah satu tindakan biadab pertama Imam baru Wahhabi ini setelah berhasil menduduki Riyadh adalah menteror penduduknya dengan memaku kepala al-Rasyid pada pintu gerbang kota. Abdul-Aziz dan para pengikut fanatik Wahhabinya juga membakar hidup-hidup 1.200 orang sampai mati. 12]

Imam Wahhabi Abdul-Aziz yang dikenal di Barat sebagai Ibn Saud, sangat dicintai oleh majikan Inggrisnya. Banyak pejabat dan utusan Pemerintah Kolonial Inggris di wilayah Teluk Arab sering menemui atau menghubunginya, dan dengan murah-hati mereka mendukungnya dengan uang, senjata dan para penasihat. Sir Percy Cox, Captain Prideaux, Captain Shakespeare, Gertrude Bell, dan Harry Saint John Philby (yang dipanggil “Abdullah”) adalah di antara banyak pejabat dan penasihat kolonial Inggris yang secara rutin mengelilingi Abdul-Aziz demi membantunya memberikan apa pun yang dibutuhkannya.

Dengan senjata, uang dan para penasihat dari Inggris, berangsur-angsur Imam Abdul-Aziz dengan bengis dapat menaklukkan hampir seluruh Jazirah Arab di bawah panji-panji Wahhabisme untuk mendirikan Kerajaan Saudi-Wahhabi ke-3, yang saat ini disebut Kerajaan Saudi Arabia.

Ketika mendirikan Kerajaan Saudi, Imam Wahhabi, Abdul-Aziz beserta para pengikut fanatiknya, dan para “tentara Tuhan”, melakukan pembantaian yang mengerikan, khususnya di daratan suci Hijaz. Mereka mengusir penguasa Hijaz, Syarif, yang merupakan keturunan Nabi Muhammad Saw.

Pada May 1919, di Turbah, pada tengah malam dengan cara pengecut dan buas mereka menyerang angkatan perang Hijaz, membantai lebih 6.000 orang.

Dan sekali lagi, pada bulan Agustus 1924, sama seperti yang dilakukan orang barbar, tentara Saudi-Wahabi mendobrak memasuki rumah-rumah di Hijaz, kota Taif, mengancam mereka, mencuri uang dan persenjataan mereka, lalu memenggal kepala anak-anak kecil dan orang-orang yang sudah tua, dan mereka pun merasa terhibur dengan raung tangis dan takut kaum wanita. Banyak wanita Taif yang segara meloncat ke dasar sumur air demi menghindari pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan tentara-tentara Saudi-Wahhabi yang bengis.

Tentara primitif Saudi-Wahhabi ini juga membunuhi para ulama dan orang-orang yang sedang melakukan shalat di masjid; hampir seluruh rumah-rumah di Taif diratakan dengan tanah; tanpa pandang bulu mereka membantai hampir semua laki-laki yang mereka temui di jalan-jalan; dan merampok apa pun yang dapat mereka bawa. Lebih dari 400 orang tak berdosa ikut dibantai dengan cara mengerikan di Taif. 11]

Rabu, 15 Agustus 2018

Malaysia Jadi Lokasi Empuk Asasinasi Target Intelijen

Sambil meradang kesakitan, Kim Jong Nam melaporkan kejadiannya kepada petugas, "Sakit sekali, sakit sekali. Saya disemprot cairan." Tapi apa daya, cairan yang disemprotkan pelaku bukan sembarang cairan. Itulah racun saraf VX. Tidak berbau juga tidak berwarna, tapi ukuran 10 mg saja sudah mematikan. Dalam dunia militer, racun VX termasuk senjata kimia. Sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB 687, racun ini termasuk pemusnah massal.

Kim Jong Nam klepek-klepek. Racun VX dosis tinggi spontan bekerja mematikan saraf dan organ vital tubuhnya. Dalam tempo 15 -- 20 menit, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un ini pun tewas! Pembunuhan terjadi saat Kim Jong Nam baru check in di bandar udara internasional Kuala Lumpur, pada Senin, 13 Februari 2017.

Aparat Malaysia kelihatan sigap bekerja, dua wanita ditangkap. Empat pelaku lain yang diduga agen-agen Korea Utara juga langsung dirilis foto berikut identitasnya. Uniknya, kedua wanita pelaku penyemprotan racun VX ke wajah Kim Jong Nam mengaku, mereka dibayar untuk melakukan hal konyol tersebut demi acara reality show televisi. Disebut-sebut, dinas rahasia Korea Utara menjadi otak pelaku pembunuhan Kim Jong Nam.
King Jong Nam dan Fadi Al-Batsh jadi Target Pembunuhan
Beda lagi dengan pembunuhan Fadi al-Batsh. Pembunuhan memang bukan dilakukan di lapangan terbang, melainkan di jalanan. Pada Sabtu, 21 April 2018, selesai shalat Subuh berjamaah di masjid, ilmuwan Palestina yang sedang berjalan kaki pulang ke apartemennya diberondong tembakan minimal 14 peluru. Konon, pelakunya dua orang yang berpostur tegap, mengendarai sepeda motor dan mengenakan helm full face. Lokasi TKP tak jauh dari apartemen anggota Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah atau HAMAS ini tinggal.

Fadi memang sudah hampir 10 tahun menetap di Malaysia. Sejak April 2016, cendekiawan muda Palestina dari bertugas sebagai dosen senior di Universiti Kuala Lumpur untuk program studi Electrical and Electronics Manufacturing. Selanjutnya, cuma butuh 2x24 jam, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) kemudian merilis sketsa dua wajah pelaku penembakan Fadi al-Batsh.

HAMAS dan sanak keluarga Fadi pun menuding agen-agen MOSSAD - Dinas Rahasia Israel - bertanggung jawab atas pembunuhan cendekiawan muda Palestina dari Jabalia, Teluk Gaza. MOSSAD juga punya "mesin pembunuh" yang bekerja di banyak negara. "Mesin pembunuh" para target dan merupakan musuh Israel ini bernama KIDON. Kidon bermakna bayonet. Tugas "divisi" ini memang melakukan pembunuhan dimana saja para target bernilai tinggi berada.
Asasinasi Fadi Al Batsh Anggota HAMAS

Flashback Operasi Asasinasi Intelijen di Negeri Jiran

Mundur ke tahun 2000. Nama Teuku Don Zulfahri juga pernah meramaikan berita pembunuhan di media massa Malaysia. Sekjen MP Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu tewas bersimbah darah lantaran ditembak dua orang tak dikenal dari jarak dekat. Ketika itu, 1 Juni jelang sore, Teuku Don Zulfahri sedang menikmati makan-minum bersama sejumlah kawannya di restoran yang beralamat di Jalan 6/6 Pandan Perdana Distrik Ampang pinggiran Kuala Lumpur. 
Serangkaian peristiwa ini mencerminkan, betapa leluasa para pelaku menemukan dan menghabisi target sasarannya. Kejadiannya berulang, dan selalu di Kuala Lumpur - kota terbesar di Malaysia.

Mengapa kok bisa target-target pembunuhan begitu mudah dihabisi nyawanya di Malaysia? Apa negara tetangga kita ini emang enggakpunya dinas intelijen - yang elite - sampai 'kecolongan' kejadian pembunuhan transnasional berulang kayakgini? Jawabannya, mari kita longok situs Polis Diraja Malaysia (PDRM) atau Kepolisian Kerajaan Malaysia, yang ternyata markas besarnya justru ada di Bukit Aman, Kuala Lumpur. Diantara divisi yang bernaung ada yang namanya Pengawasan Khusus yang tak lain merupakan divisi intelijen. Tugasnya adalah mengumpulkan informasi rahasia untuk keamanan dan keselamatan negara.

Peran dinas intelijen ini mengumpulkan informasi rahasia tentang ancaman dari dalam dan luar negara, mengumpulkan informasi rahasia tentang aktivitas subversif dan sabotase oleh pemberontak atau kelompok yang dapat mengancam stabilitas negara. Dinas ini terbagi menjadi beberapa bagian, mulai dari Intelijen Teknis, Sosial, Luar Negara, Politik, Ekonomi, Keselamatan Dalam Negara, Pentadbiran, dan Urusetia. Divisi Pengawasan Khusus dikepalai oleh Komisaris Besar Polisi (CP).

Dengan adanya Divisi Pengawasan Khusus ini, malah menjadi pertanyaan, kenapa pembunuhan transnasional yang ibaratnya berlangsung di depan mata justru begitu mudah terjadi. Apa saja kerja para dinas intelijen ini sehingga tidak bisa mencium gelagat sebelumnya, bahwa bakal terjadi pembunuhan terhadap Kim Jong Nam dan Fadi al-Batsh?
Asasinasi Kim Jong Nam di Bandara Malaysia
Pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Malaysia

Hadapi Perang Intelijen dengan Kontra Intelijen

Sementara itu, Jerry Indrawan selaku Dosen Studi Strategis dan Studi Perdamaian di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina mengatakan, kasus-kasus pembunuhan transnasional yang terjadi di Malaysia pada akhirnya membuka kembali lingkup pertahanan negara-negara jiran. Khususnya, Malaysia dan Singapura.

"Terkait masalah pertahanan, Malaysia dan Singapura punya kedekatan dengan Israel. Mereka punya perjanjian kerjasama. Bahkan ditengarai ada beberapa pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik Israel yang ditempatkan di Singapura. Sementara Singapura dan Malaysia punya kedekatan terkait pertahanan. Hal ini karena pertahanan Singapura juga dibantu oleh Malaysia. Ini yang membuat mereka saling support," ujar Jerry kepada penulis dalam wawancara via telepon pada Rabu, 25 April 2018.

Yang menarik, Jerry justru menduga, bahwa aparat berwajib Malaysia sebenarnya tidak bisa berwajah lugu karena mereka sedikit banyak pasti sudah bisa mencium gelagat bahwa akan ada kasus-kasus pembunuhan transnasional. "Untuk kasus pembunuhan Fadi al-Batsh, saya pikir dinas rahasia Israel, MOSSAD "diberikan akses" untuk melakukannya, karena antara Malaysia dan Israel punya perjanjian pertahanan. Dari sisi ini, keamanan Malaysia justru baik karena mereka beraliansi dengan negara besar, yaitu Singapura dalam hal ini," prediksi pria kelahiran Jakarta, 26 Agustus 1984 ini.

Mengapa Malaysia bisa memainkan "peran" terhadap peristiwa-peristiwa tadi dengan sangat baik, Jerry mengira, karena politik dalam negerinya yang tertutup. Meskipun politik luar negerinya terbuka dan bahkan menjadi bahagian dari sebuah pakta pertahanan, dalam hal ini FPDA (Five Power Defense Arrangement). Kelima anggota FPDA adalah Malaysia, Singapura, Australia, Inggris dan Selandia Baru. 

"Dari sisi politik luar negerinya, kita tidak bisa mem-fait accomplypolitik luar negeri sebuah negara. Karena bicara politik luar negeri itu adalah manifestasi atau pengejawantahan dari politik dalam negeri. Ketika politik dalam negeri Malaysia terbuka dan aktif terhadap aliansi maka produk politik luar negerinya juga sama. Pada saat Malaysia, misalnya memberikan kesempatan aliansi pertahanan dengan Israel, Amerika Serikat, maka itu merupakan bahagian dari politik dalam negerinya. Tidak bisa hal itu dilihat sebagai sesuatu yang salah. Artinya, kita juga tidak bisa melihat kejadian-kejadian pembunuhan tadi sebagai sebuah ancaman bagi Malaysia. Tetapi, ancamannya justru untuk secara regional, dalam hal ini ASEAN. Kondisi ini sebenarnya sudah lama, karena Malaysia dan Singapura ditengarai sebagai playstation dari "mereka-mereka yang punya uang". Misalnya, para koruptor dan pelarian politik biasa lari ke Malaysia dan Singapura. Banyak yang lari ke sana, karena sistem politik luar negerinya yang terbuka. Dan, untuk menutup-nutupinya, Malaysia misalnya, menjalankan politik dalam negeri yang tertutup," urainya.

Biasanya, lanjut Jerry, negara-negara yang politik dalam negerinya tertutup maka "terbuka" untuk hal-hal yang "tertutup". Ada penguasa yang mengendalikan di belakang layar. "Kim Jong Nam misalnya, kan enggak ada yang tahu bahwa dia akan pergi ke Malaysia dengan menggunakan nama samaran. Itu kalau misalnya, aparat berwajib Malaysia "tidak bermain", maka enggak akan mungkin ketahuan. Aparat Malaysia pasti tahu, bahwa ada upaya pembunuhan terhadap Kim Jong Nam dan Fadi al-Batsh. Wallahu'alam, malah mungkin diatur sedemikian rupa oleh aparat Malaysia supaya misalnya Kim Jong Nam datang ke Malaysia, dan dihabisi di Malaysia. Ini cuma analisis, karena peristiwanya secara enggak langsung adalah samar," tutur Dosen Hubungan Internasional di UTA '45 Jakarta, dan Ilmu Komunikasi di Universitas Bung Karno ini.

Secara citra, imbuhnya, kasus pembunuhan transnasional yang mengakibatkan Kim Jong Nam dan Fadi al-Baths tewas di Kuala Lumpur, dapat mencoreng nama Malaysia di dunia internasional. Bisa dimaklumi kalau kemudian memunculkan kecurigaan dunia internasional, ada apa sebenarnya yang terjadi dengan Malaysia.

"Kalau seminggu pasca kejadian pembunuhan Kim Jong Nam, para duta besar Malaysia ditarik dari Korea Utara, saya pikir hal ini cuma langkah pencitraan saja. Kebijakan penarikan dubes Malaysia dari Korea Utara ini 'kan ada pada level formal, sementara pembunuhan Kim Jong Nam justru berada di level informal atau level di belakang layar. Malah kalau Malaysia enggak menarik dubesnya dari Korea Utara, bisa jadi tambah muncul pertanyaan, kenapa enggak menarik dubesnya? Begitulah. Kalau saya bilang, ini politik konspiratif yang pada akhirnya membutuhkan a cover-up yakni dalam bentuk kebijakan penarikan dubes. Ini sekadar untuk menutup-nutupi bahwa seolah-olah Malaysia itu kecewa terhadap Korea Utara. Buktinya sekarang, Malaysia dan Korea Utara berbaik-baik lagi 'kan," urainya.

Menurut Jerry, kasus pembunuhan target man di negara lain, sebenarnya sudah dilakukan sejak peperangan tipe 3GW (generation warfare). Tetapi lebih masif lagi dilakukan dalam perang 5GW. Sederhananya, saya menyebut pola-pola demikian sebagai perang asimetris dengan segi ancaman berupa non-konvensional. Bukan konvensional. Karena kalau konvensional berarti ancaman militer. Ingat ya, secara umum ancaman itu tidak selalu melulu perang.

Dalam bukunya "Studi Strategis dan Keamanan" (Maret 2016), Jerry Indrawan mengartikan peperangan generasi ketiga (3GW) dengan menggunakan taktik manuver yang didukung mobilitas, bantuan tembakan massif dengan tahapan serangan yang tidak terlau jelas (non-linear), dan banyak mengandalkan keunggulan teknologi persenjataan, serta teknologi informatika.

Sedangkan peperangan 5GW, Jerry mengutip pernyataan Antoine Bousqet bahwa, periode peperangan ini bisa disebut sebagai perang cybernetic. Dalam perang ini diaplikasikan sistem sibernetika, yaitu sistem dengan memanfaatkan perangkat computer yang diintegrasikan dengan saluran komunikasi elektronika. Gabungan kedua komponen ini dimanfaatkan untuk mendukung sistem komando dan kendali pertempuran yang biasa disebut C2(Command and Control) kemudian berkembang menjadi C4I(Command, Control, Coordination, Communication, and Information).

"Untuk pembunuhan Kim Jong Nam dan Fadi al-Baths saya enggakyakin kalau yang melakukannya adalah termasuk tim khusus dari Malaysia sendiri. Saya enggak yakin sepenuhnya akan hal itu. Tetapi, kalau kejadian-kejadian pembunuhan ini dibiarkan atau sebenarnya diketahui oleh Malaysia, saya justru dominan untuk yakin. Tapi yang melakukan, karena ini saya anggap sebagai kerja intelijen, maka biasanya tidak menggunakan pola yang sama. Tiap kerja intelijen punya pola-pola yang berbeda. Untuk pembunuhan Kim Jong Nam itu misalnya, seolah-olah ada acara televisi reality show dan justru orang lain yang melakukannya. Sedangkan dalam kasus pembunuhan Fadi al-Baths justru dilakukan dengan cara penembakan langsung," katanya.

Jerry mengatakan, untuk melawan perang intelijen maka harus menerapkan kontra intelijen. "Upaya mengantisipasi kejadian pembunuhan transnasional seperti ini terjadi di Indonesia, maupun negara ASEAN lain di luar Malaysia, saya pikir agak sulit. Karena yang namanya operasi intelijen ya harus diantisipasi dengan operasi kontra intelijen. Ini terkait dengan ancaman konvensional (ancaman militer) dan non-konvensional (seperti ancaman ekonomi terhadap keamanan, kemiskinan; ancaman identitas sosial; ancaman lingkungan hidup; ancaman bencana alam; ancaman kesehatan; ancaman kriminalitas; dan, ancaman migrasi). Untuk mengantisipasinya ya kita harus memperkuat dinas intelijen yang dimiliki, apalagi peristiwa-peristiwa pembunuhan transnasional berarti juga mengancam keamanan nasional. Memang sudah ada UU No.17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara, tapi itu sepertinya hanya mengatur soal lembaganya saja, belum mengatur tentang bagaimana caranya bekerja yang terkait dengan keamanan negara. Malaysiamisalnya, punya UU seperti yang dimaksud, yaitu The Internal Security Act 1960. Begitu juga dengan Amerika Serikat yang punya The National Security Act of 1947. Dengan UU tersebut, intelijen bisa masuk kemana-mana karena menganggap bahwa semua aspek dalam kehidupan manusia adalah ancaman bagi keamanan negara. Indonesia belum punya UU seperti ini, karena pasti akan dianggap melanggar HAM dan lainnya," urai Jerry yang menamatkan S1 Ilmu Politik di IISIP, Jakarta (2010), dan S2 Universitas Pertahanan Indonesia program studi Peace and Conflict Resolution (2013).


Saatnya, Tingkatkan Lagi Kerjasama Intelijen

Sementara itu, pengamat masalah intelijen Prayitno Ramelan dalam tulisannya berjudul "CIA dan DFAT Pernah Memperingatkan Ancaman Teror di Indonesia dan Malaysia, khususnya Abu Sayyaf" menulis, bahwa dalam kegiatan intelijen, jaringan atau 'indra' merupakan salah satu elemen strategis yang harus terkoordinasi hingga menghasilkan manfaat yang optimal, dimana pola-polanya harus juga teratur dan terstruktur. Untuk menjaga dan memberi rasa aman dan nyaman ke masyarakat, intelijen bahkan harus lebih pro-aktif. Ini berarti intelijen harus terus bergerak dalam Pulbaket (Pengumpulan Bahan Keterangan) dan kerjasama intelijen perlu dijaga dan diaktifkan agar intelijen bisa membuat perkiraan ancaman.

Dalam tulisan lain berjudul "Indonesia Harus Tegas Menghadapi Malaysia", Pray - sapaan akrabnya - mengingatkan bahwa, Malaysia merasa sebagai negara Islam yang kental, tetapi tetap saja masuk dalam persatuan Negara-Negara Persemakmuran Inggris (Commonwealth of Nations), bergabung pada 16 September 1963, Singapura (15 Oktober 1965). Kelompok ini adalah suatu persatuan yang secara sukarela melibatkan negara-negara berdaulat yang didirikan atau pernah dijajah oleh pihak Britania Raya (Inggris) dalam sebuah persatuan.

Karena itu, kata Pray, Malaysia masih dilindungi dalam Pakta Pertahanan FPDA. Apabila Malaysia dan Singapura diserang, maka Inggris, Australia dan Selandia Baru akan membela dengan kekuatan militer, itulah inti Pakta FPDA. Oleh karena itu tidak heran apabila Malaysia selalu tampil gagah berani menantang Indonesia pada kasus-kasus perbatasan dan kasus-kasus lainnya. Secara politis dan diplomatis dia akan didukung negara-negara persemakmuran lainnya.

Kiranya, menjadi pekerjaan rumah cukup berat bagi ASEAN untuk mengambil langkah bersama demi menghadapi peristiwa-peristiwa pembunuhan yang dirancang agen spionase global, dan teror transnasional. Karena, membiarkan Malaysia terus-menerus menjadi lokasi "nyaman" bagi pihak asing untuk menghabisi para lawan politik, lambat laun dampaknya pasti akan merembet ke kawasan, dalam hal ini ASEAN. Untuk itu, kerjasama intelijen tingkat regional perlu diperkuat kembali. Jangan sampai peristiwa-peristiwa serupa terjadi lagi. Kerjasama intelijen secara regional juga bisa menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan ASEAN masih kental. Sekalipun Malaysia dan Singapura punya "induk" sendiri yaitu FPDA dalam hal pertahanan strategis negaranya.

Yakinlah, tidak ada kemenangan perang tanpa strategi. Dan, soliditas dalam kebersamaan itulah yang sudah pasti merupakan strategi terbaik demi meraih kemenangan perang. Itu juga kalau Malaysia dan Singapura mau. Kalau enggak mau, ya udah biarin aja mereka "nganu-nganu".

Dicium Rapat-papat, di Paha Direnggangkan

O'ow, jangan berpikir ngeres dulu membaca judul tulisan ini. Sekilas memang kesannya seperti mengarah ke "suasana ranjang", tapi yakinlah bahwa apa yang akan saya sampaikan sangat jauh sekali dari "bayangan-bayangan menggairahkan" tersebut. Jadi, silakan dibaca sampai habis dulu ya.

Kalimat yang saya jadikan judul di atas adalah sebuah rumus rahasia berusia entah berapa puluh tahun. Saya mendapatkannya saat duduk di bangku kelas II SMP. Adalah Ibu guru Bahasa Indonesia saya waktu itu yang memberikannya saat mengajar di kelas. Entah apakah teman-teman lain mengingatnya, tapi rumus ini begitu lekat dalam ingatan saya. Saya ketika itu merupakan siswa SLTP Negeri di pinggiran Brebes. Satu hal yang pasti, hingga kini SMP tersebut masih bertahan. 

Rumus Saru
Baiklah, kembali ke rumus tadi saja supaya tidak semakin melebar. Rumus apa? Rumus tentang pemakaian kata "di" yang baik dan benar sesuai aturan EYD/EBI. Sebuah rumus yang membuat kami satu kelas tertawa gelak-gelak, beberapa sambil memerah pipinya, saat pertama kali mendengarnya.
Cewek SMA ABG Hot
"Dicium rapat-rapat, di paha direnggangkan..."

Kesannya kok nyeleneh bin saru, tapi justru ke-nyeleneh-an dan ke-saru-annya itulah yang membuat saya tetap mengingat lekat rumus sederhana tapi penting ini. Karena saya lulus SMP tahun 2002, maka rumus tersebut sudah belasan tahun lamanya tetap lengket dalam kepala. Rumus inilah yang menjadi rambu-rambu saat saya kebingungan menggunakan "di" apakah ditempel atau dipisah. Kalimat pendek ini asyik karena nyerempet-nyerempet ke arah "ehem-ehem". Hahaha. Lalu juga simpel tapi sekaligus jelas sekali membedakan kerancuan pemakaian "di" yang biasa kita jumpai.

Saat membaca-baca tulisan rekan-rekan blogger, baik di blog masing-masing ataupun platform seperti Kompasiana ini, seringkali saya menjumpai artikel yang secara kaidah tata bahasa alias EBI tidak tepat. Satu kesalahan umum yang biasa dijumpai adalah pemakaian "di" yang masih salah kaprah alias tak sesuai dengan fungsinya. Nah, dengan rumus sederhana yang diberikan guru SMP saya ini, saya yakin rekan-rekan sekalian bakal dengan mudah mengingat bagaimana sih si "di" ini seharusnya digunakan.

Dua Jenis Penggunaan "Di"
Secara simpel dapat dibedakan bahwa "di" mempunyai dua fungsi: (1) sebagai kata depan alias preposisi, (2) sebagai imbuhan, awalan, alias prefiks.

Sebagai kata depan, "di" menunjukkan (atau digunakan bersama dengan penunjuk) waktu, tempat, atau kata benda. Contohnya, "Budi berdoa dengan khusyuk di makam ayahnya."Atau, "Budi menabur bunga di atas makam ayahnya." Sedangkan "di" sebagai imbuhan menunjukkan (atau digunakan sebelum) kata kerja, biasanya untuk membentuk kata pasif. Contohnya, "Rambutan manis itu dimakan Budi dengan lahap." Atau, "Bunga-bunga aneka warna itu ditabur ke atas makam oleh Budi."

Nah, perbedaan fungsi ini membedakan cara penulisan "di" menjadi dua macam pula. Sebagai kata depan, "di" wajib ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Contohnya, "di sini" dan bukannya "disini". Atau "di rumah", bukannya "dirumah". Sebaliknya, "di" sebagai imbuhan harus ditulis menyatu dengan kata yang mengikutinya. Contohnya "ditulis", bukan "di tulis". Atau "dijual", bukan "di jual".

Masih Bingung?
Kalau begitu ingat-ingat saja rumus ini: Dicium rapat-rapat, di paha direnggangkan. "Dicium", bukan "di cium". Dan "di paha", bukan "dipaha".

"Cium" adalah kata kerja, "di" di depannya berfungsi sebagai prefiks sehingga penulisannya disambung jadi satu. Dicium. Sementara "paha" adalah benda yang menunjukkan tempat sehingga "di" di depannya berfungsi sebagai preposisi. Dengan demikian penulisannya pun musti dipisah. Di paha.