Minggu, 28 Desember 2014

Tahun Suram Maskapai Penerbangan Malaysia

Beberapa bulan yang lalu maskapai penerbangan asal Malaysia telah kehilangan 2 kali pesawatnya, yang pertama adalah penerbangan Malaysia Airlines MH370 penerbangan Kualalumpur-Beijing yang hilang entah kemana laksana bak ditelan bumi pada tanggal 8 maret 2014 dan sampai saat inipun belum ditemukan. Yang kedua, penerbangan Malaysia Airlines MH17 yang jatuh ditebak misil pada ketinggian 30.000 feet di daerah konflik Crimea, Ukraina tanggal 17 juli 2014. Dan yang terakhir adalah hilangnya pesawat maskapai Air Asia nomor penerbangan QZ 8501 hari ini (28 desember 2014), hilang kontak diantara wilayah Teluk Pandan, antara Belitung-Kalimantan dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapore. Pesawat tersebut sempat terpantau oleh Korhanudnas Bangka Belitung.

Rute perjalanan pesawat diduga tak seperti biasanya, sebab sebelum hilang kontak, kru pesawat meminta perubahan rute. Hal ini diduga karena pesawat berupaya untuk menghindari cuaca buruk (awan). Kementerian Perhubungan Indonesia sudah mengkonfrimasi jika pesawat mengambil jalur penerbangan yang tidak biasa. Pesawat ini hilang kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara di Jakarta, pada pukul 06.17 WIB. Di dalam pesawat ini terdapat 155 penumpang dan kru. Seharusnya, pesawat mendarat di Singapura pada pukul 08.30 waktu setempat--atau pukul 07.30 WIB. Penumpang pesawat naas tersebut berasal dari negara Indonesia (149 orang), Korea Selatan (3 orang) Malaysia (1 orang), Singapore ( orang) dan Jerman (1 orang).

Berikut data kru pesawat Air Asia QZ 8501 tersebut adalah:
  • Kapten : Irianto
  • First Officer (ko-pilot) : Remi Emmanuel Plesel
  • Senior Flight Attendant : Wanti Setiawati
  • Flight Attendant : Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi, Saiful Rakhmad
Insiden hilanganya pesawat ini menjadi catatan kelam bagi dunia penerbangan Malaysia di penghujung tahun 2014 ini. Karena sebelumnya sudah terjadi dua kali kecelakaan pesawat dari maskapai penerbangan Malaysia di tahun yang sama. Tentunya hal ini, sudah sepatutnya menjadi warning bagi para Maskapai Penerbangan agar lebih memperhatikan keselamatan penumpang dengan cara meningkatkan kualitas SDM kru, memperketat maintenance pesawat dan juga pengawasan lebih terhadap jalur penerbangan. Semoga tidak terjadi hal-hal buruk dan juga semoga Tuhan melindungi mereka semua. Amin.



0 komentar :

Posting Komentar