Selasa, 16 Desember 2014

Pulung Gantung, Sebuah Isyarat Akan Datangnya Kematian

Pertanda akan datangnya kematian datangnya secara tiba-tiba tanpa welas asih. Ia selalu datang di sekitar menjelang petang ataupun tengah malam, biasanya kedatangannya didahului dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi yang membuat bulu kuduk berdiri. Jika telah demikian, bersiap-siaplah mendongakkan kepala, fokuskan pandangan mata setajam-tajamnya, perhatikan pucuk-pucuk pepohonan disekitar anda dan pastikan apakah anda melihat pijaran bola api berwarna merah kekuningan yang menyemburatkan sinar dengan corak kebiruan dengan ekor sinar yang bisa mencapai panjang 2 meter. Jika mata anda benar-benar menyaksikan peristiwa ini, berdoalah agar pijar bola api tersebut tidak melesat ke arah anda ataupun ke tempat dimana anda bermukim. Sebab jika benar, bersiap-siaplah untuk menghabiskan hari-hari anda menikmati kehidupan.

Warga Gunung Kidul menyebut peristiwa tersebut sebagai "Pulung Gantung". Pijar bola api yang berkeliaran di malam hari tersebut diyakini sebagai isyarat akan datangnya ajal yang hampir pasti. Bagi anda yang sering membaca literatur tentang budaya Jawa, istilah 'Pulung Gantung' mnyeruakkan aroma horor yang membuat kita begidik. Sepintas memang kelihatannya ganjil.

Dalam kosakata Jawa, istilah pulung sering dipadankan dengan "Wahyu", Wahyu berarti isyarat bahwa Tuhan ataupun leluhur memberikan restu pada orang tersebut untuk menjadi pemimpin. Orang Jawa mengenalnya sebagai "Wahyu Keprabon", Dalam pemahaman umum masyarakat Jawa "pulung" juga bersinonim dengan segala hal yang berbau kemuliaan, berkah, anugerah dan kebahagiaan. Jika seseorang dengan cara yang mudah tiba-tiba mendapatkan sesuatu yang baik dan membahagiakan, orang Jawa biasa berujar: “Ketiban pulung” (kejatuhan berkah). Tapi lain cerita jika di belakang kata “pulung” itu disematkan kata “gantung” alias “pulung gantung”. Tak ada satu pun orang di Gunung Kidul yang akan bersyukur jika rumahnya “ketiban pulung gantung”. Sebabnya sederhana tapi berakbibat amat serius: “pulung gantung” dianggap sebagai isyarat kematian, persisnya kematian dengan cara gantung diri.
Kepercayaan semacam ini masih bertahan dengan kuat di banyak wilayah di Gunung Kidul, terutama di pelosok-pelosok desa yang terpencil. Mereka percaya bahwa salah seorang warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi jatuhnya pulung gantung akan melakukan bunuh diri dengan teknik gantung diri (beberapa kasus kadang dengan menceburkan diri ke sumur, tapi angkanya relatif kecil). Dan mereka percaya ini tak bisa dicegah. Pepasten istilahnya atau kepastian. Orang yang rumahnya berada di sekitar lokasi jatuhnya pulung gantung biasanya akan berusaha menghindari maut dengan cara menggelar selamatan atau pengajian sembari berjaga siang dan malam. Akan tetapi pulung gantung tetap akan memakan korban. Jika tidak orang yang rumahnya kejatuhan pulung gantung, maka korban akan muncul dari kerabat pemilik rumah atau jika tidak dari tetangga yang berdekatan dengan lokasi jatuhnya pulung gantung.

Ketika akhirnya muncul korban gantung diri, horor kematian tak berhenti sampai di situ. Orang-orang percaya bahwa arah kemana pelaku gantung diri menghadap, juga menjadi isyarat kematian berikutnya. Pada arah yang dihadap oleh jenazah gantung diri itulah kelak pulung gantung akan turun. Misalnya, jika seorang korban gantung diri ditemukan dalam keadaan menghadap ke arah utara, maka pada arah itu pulalah pulung gantung dipercaya akan jatuh kelak di kemudian hari.


Ini menjadi horor dan teror karena tidak cukup jelas utara di situ merujuk apa. Bisa jadi itu merujuk rumah yang berada di sebelah utara rumah si korban. Masalahnya, rumah di sebelah utara itu banyak jumlahnya. Kadang, arah itu merujuk kampung atau pedukuhan yang berada di sebelah utara rumah si korban. Masalahnya, kampung dan pedukuhan yang berada di sebelah utara rumah si korban juga banyak jumlahnya.
Ini memungkinkan aroma kematian itu menyebar dan menyelimuti banyak orang di banyak kampung atau pedukuhan. Mereka berharap-harap cemas menerka mungkinkah rumah atau pedukuhan saya yang akan kejatuhan pulung gantung berikutnya?



0 komentar :

Posting Komentar