Rabu, 07 Januari 2015

Indonesia Mulai Produksi Pesawat N219, Menyusul N245 dan N270

Ambisi indonesia untuk menjadi negara yang memiliki industri dirgantara nampaknya sudah di depan mata. Kementrian Riset & Teknologi Indonesia menyatakan bahwa perusahaan dirgantara Indonesia (PT. DI) akan segera memulai produksi pesawat N219 awal tahun 2015 ini. Proyek ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2012, namun masih dalam tahap desain, setahun kemudian dibuatkan prototipe pesawatnya, dan pada tahun awal 2015 ini akak segera dimulai proses produksinya. Pesawat N219 adalah pesawat terbang yang memiliki dua baling-baling dan hanya membutuhkan landasan 500 meter. Pesawat yang mempunyai kapasitas 19 penumpang tersebut, cocok digunakan untuk melayani penerbangan di wilayah pegunungan dan sulit dijangkau. Pesawat N219 yang notabene merupakan pesawat perintis berkapasitas 19 penumpang ini dinilai akan menjawab kebutuhan daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki akses transportasi darat. Kemristek sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp310 miliar yang digunakan untuk pembuatan prototype. Tak hanya PT. DI saja yang terlibat dalam pembuatan pesawat ini, namun ada juga dari lembaga seperti Lapan & BPPT

Menurut kepala Lapan, Bambang S. Tejakusuma megatakan bahwa pada tahun 2013 silam sudah diproduksi empat pesawat prototype yang digunakan untuk uji terbang dan uji struktur. Namun sebelum dijual, kata Bambang, pihaknya akan melakukan sertifikasi terhadap pesawat tersebut. Ia menambahkan, pesawat yang dibuat tersebut lebih murah dibandingkan pesawat sejenis yang diproduksi negara lain. Selain itu, pada tahun 2016 juga menargetkan akan memproduksi N245 dan pada 2017 memproduksi N270, katanya.


Lapan Siapkan 4 Purwarupa Pesawat N 219 Seharga Rp 310 M

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) membuat empat buah pesawat prototype pesawat perintis N 219 pada awal tahun 2014. Untuk proyek itu, Kementerian Riset dan Teknologi RI mengucurkan dana sebesar Rp 310 miliar. Dengan dana Rp 310 miliar, akan dihasilkan empat prototipe pesawat N 219. Dibangun 4 prototype, yang diuji-terbangkan 2 buah pesawat dan yang diuji-struktur 2 (tanpa mesin). Pesawat ini bisa mendarat di landasan yang pendek walaupun landasannya berupa lapangan rumput atau tanah. Semoga saja pesawat N219 sudah bisa mengangkasa di tahun 2018 mendatang. Amin!!!



0 komentar :

Posting Komentar