thumbnail

WD GOLD WD8002FRYZ, Harddisk Premium Untuk DataCenter

Posted by Aizen Sosuke on Minggu, 24 Desember 2017

Tak cukup dengan menghadirkan varian Blue, Black, Green, Purple, dan Red, Western Digital kini punya varian baru, yakni Gold. Berbeda dengan varian lainnya yang diposisikan sebagai produk konsumer, WD Gold dirancang untuk enterprise khususnya datacenter. Oleh karena itu, pilihan kapasitasnya pun tak tanggung-tanggung. Mulai dari 4 TB, 6 TB, 8 TB, hingga 10 TB. Nah, kali ini saya kedatangan WD Gold yang berkapasitas 8 TB. Gold sendiri merupakan gabungan dan improvisasi dan tiga varian hard disk internal WD kelas enterprise yang sudah beredar di pasaran, yakni Ae, Se, dan Re. Tak cuma datacenter, secara spesifik varian ini juga didesain untuk digunakan dalam server enterprise, data warehousing/mining, NAS kelas enterprise, dan sistem surveillance system kelas high-end.

Sebagai media penyimpanan kelas premium berbasis harddisk, performanya tak bisa diremehkan. Ketika dites dengan menggunakan CrystalDiskMark 5.1.2, kecepatan membaca maupun menulis sequential-nya imbang di angka 199 MB/s. Sementara pada aplikasi HDTune Pro 5.60, hard disk dengan form factor 3,5 inci ini mendapatkan 164,5 MB/s untuk read speed dan 163,3 untuk write speed. Sedangkan pada aplikasi synthetic benchmark PCMark 7, skor yang dihasilkan adalah 2.257 poin.

Selain memanfaatkan berbagai aplikasi benchmark, saya juga sempat mengetes untuk memindahkan satu file dan banyak file yang besarnya sama-sama 4,4 GB dari harddisk ke SSD yang terpasang sebagai sistem. Hasilnya, saat memindahkan satu file tersebut, waktu yang dibutuhkan adalah 23 detik. Sementara untuk memindahkan banyak file sebesar itu membutuhkan waktu 1,34 menit. Sebaliknya, memindahkan satu file dan banyak file dari SSD ke harddisk masing-masing menghabiskan waktu 16 detik dan 31 detik.

Di samping cepat, waktu latensi yang dimilikinya juga tergolong rendah saat memindahkan data. Walaupun masih sempat terjadi penurunan performa ditengah-tengah operasi perpindahan data, kecepatannya tak sampai turun secara drastis. Ini mengindikasikan bahwa performanya terbilang cukup baik.
Data Teknis  WD GOLD WD8002FRYZ
Interface
SATA III 6 Gb/s
Size
8 TB
Faktor Bentuk
3.5 inch
Harga
US$ 700
Paket Penjualan
N/A
Plus Minus:
(+) Tersedia dalam empat varian, 4 TB, 6 TB, 8 TB, dan 10 TB
(+) Kecepatan membaca dan menulisnya imbang dikisaran 199 MB/s
(+) Waktu latensi yang dihasilkan rendah saat memindahkan data
(-) Sedikit bising

Kesimpulan:
Berkat menyediakan kapasitas yang sangat besar hingga 10 TB, WD Gold mampu menghemat slot harddisk pada Datacenter sehingga ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan media penyimpanan pun menjadi berkurang. Tak cuma itu, sebagai harddisk premium, WD Gold juga memiliki performa dan durabilitas yang sangat baik.

Hasil Benchmark:
CrystalDiskMark (Sequential Read) : 199,1 MB/s
CrystalDiskMark (Sequential Write) : 199,7 MB/s
HDTune Pro 5.60 (Read) : 164,5 MB/s
HDTune Pro 5.60 (Write) : 163,3 MB/s
PCMark 7: 2.257 poin
File Copy Test 4,4 GB (Write Single File) : 16 detik
File Copy Test 4,4 GB (Write Multiple File) : 31 detik
File Copy Test 4,4 GB (Read Single File) : 23 detik
File Copy Test 4,4 GB (Read Multiple File) : 1,34 menit
12.18
thumbnail

Medsos Berpotensi Memecah Belah Bangsa

Posted by Aizen Sosuke on

Perkembangan media sosial (medsos) yang sangat pesat dan meninggalkan pemahaman maupun etika penggunaannya, seperti kata presiden joko Widodo, bisa membuat indonesia menjadi negara barbar, liar atau biadab. Bagaimana tidak, lewat medsos seseorang dengan tanpa merasa salah melakukan berbagai tindakan keji berupa kabar kemarahan. Ujung-ujungnya, mereka, atau pengikut tokoh, atau kelompok yang menjadi sasaran lalu melakukan tindakan main hakim sendiri, melakukan intimidasi, persekusi, atau perburuan yang sudah memakan banyak korban.
Dampak Buruk Medsos, Medsos Pecah Belah Bangsa
Situasi juga menjadi panas dan timbul sikap saling curiga antarwarga, karena masyarakat mudah terpengaruh dan percaya saja apa isi informasi yang disebarkan. Kondisi ini tentu sangat meresahkan dan berpotensi memecah belah bangsa. Masyarakat menjadi terkotak-kotak sebab yang terekam di otak mereka adalah pihak yang berseberangan sebagai musuh harus dimusnahkan. Kurangnya upaya untuk tabayun, mengklarifi kasi, check & re-chek, membuat orang lalu saling curiga dan ini sangat merugikan semua pihak.

Saat ini, ketika ada orang atau kelompok yang tidak suka pada orang atau kelompok lain, mereka bisa melakukan kampanye dan menyerang lawan dengan memanfaatkan buzzer yang bisa dibayar. Buzzer demikian mudah ditemui dan dipilih kekuatannya berdasarkan jumlah follower-nya. Kasus yang baru-baru ini dialami PT Indosat Ooredoo adalah contoh paling aktual, ketika operator milik Ooredoo Qatar itu dilecehkan (bully) habis-habisan akibat unggahan salah satu manajernya di medsos. Ketika manajemen Indosat menegur karyawannya itu, sasaran serangan tidak hanya perusahaan dengan tagar (hashtag) #boikotindosat, tetapi juga petingginya.

Penelusuran bisa dilakukan untuk menemukan pembuat medsos #boikotindosat, bisa dengan maksud “menjinakkannya”, tetapi berbagai serangan makin masif terutama ketika diketahui karyawan si pembuat unggahan dijemput polisi. Serangan medsos yang terancang baik ini sempat menurunkan harga saham operator itu sampai lima belas persen tetapi kemudian rebound lagi. Perkembangan terakhir disebutkan, serangan tidakb lagi dalam bentuk medsos tapi melalui aplikasi messenger WhatsApp yang sangat sulit dilacak sumbernya. Isinya tetap berupa hujatan terhadap manajemen dan perusahaan. Kekacauan semacam ini akan makin bergemuruh setiap menjelang proses pemilu, terutama pilkada dan nanti terlebih pada pilpres tahun 2019. Hal ini diakibatkan tajamnya persaingan antarcalon yang memanfatkan medsos tanpa etika. Contohnya dalam pilkada DKI yang sarat dengan fitnah, hoax, isu SARA. Di satu sisi membuat ujaran-ujaran negatif yang terkoordinir justru berkembang menjadi satu bisnis karena bisa menghasilkan uang dalam jumlah besar. Profesi baru, buzzer, menjadi profesi bernilai jutaan rupiah yang mudah dikerjakan tanpa harus keluar rumah. Pekerjaan “tanpa hati” ini, termasuk yang mereka yang menyuruh, mendukung, membantu, atau memfasilitasinya, oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) disebut sebagai profesi haram.

“Makan Daging” Saudara
Sampai zaman Barack Obama, jika presiden ingin menyampaikan sesuatu kepada masyarakat luas, dibentuklah satu forum. Ini dilakukan lewat media televisi atau radio untuk jangkauan dan konsumsi umum, bisa juga lewat tatap muka dengan kalangan terbatas. Lain lagi dengan Presiden Donald Trump. Ia lebih suka memanfaatkan Twitter dan publik pun segera bisa tahu suasana hati Trump lewat kicauannya. Misalnya, bagaimana Trump mengicaukan keriangannya usai keliling Timur Tengah yang –bisa jadi tidak ada hubungannya– menyebabkan Arab Saudi dan beberapa negara Arab lain memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar. Atau ketika Trump mengungkapkan kekesalannya kepada media lokal yang dianggapnya berat sebelah.

Presiden Joko Widodo –juga putranya, Kaesang– kerap menggunakan media sosial walau tidak seperti Trump. Jokowi lebih suka membuat video blog atau vlog. Contohnya ketika kedatangan tamu Raja Arab Salman bin Faisal Al Saud beberapa waktu lalu, orang melihat betapa sang Raja memperlakukan Jokowi seperti anaknya sendiri, atau Presiden yang selalu menggandeng tangan Raja, memayunginya, dan mewawancarainya. Lewat vlog yang dibuatnya, Jokowi meminta komentar Raja Salman yang mau saja menjawab apa pertanyaan Jokowi. Entah itu atau sebab lain, Raja Salman pun memperpanjang masa tinggalnya di Indonesia, bertamasya di Bali dengan seluruh rombongannya.

Medsos menampikan dua sisi yang sangat berbeda seperti pisau bermata dua. Ia bisa digunakan dengan santun tanpa maksud merugikan seperti yang dilakukan kedua presiden tadi. Sisi lain memang yang dilakukan dengan tujuan mengobarkan kebencian, mendorong kekerasan seperti yang kini terjadi di Tanah Air. Itu bisa terjadi karena kurangnya upaya edukasi terutama dari pemerintah sebagai pemilik kebijakan. Sangat terasa bahwa pemerintah hanya mengimbau dan berharap masyarakat lebih santun dalam memanfaatkan medsos. Walau untuk yang terakhir ini kepolisian sudah ditugasi meredam dengan menindak tegas perlakuan persekusi yang menggelisahkan.

Di Bulan Ramadhan lalu, akhirnya MUI didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Rudiantara mengeluarkan fatwa. Di dalam hukum Islam, ada aturan-aturan yang wajib dan patut dipatuhi, mulai dari Al Quran sebagai pedoman utama, kemudian hadis yang merupakan contoh, tindakan, kata-kata atau sunnah Nabi Muhammad SAW, dan rangkaian yangb terakhir berupa fatwa ulama. Fatwa ulama yang seharusnya ditaati umat, memberi gambaran kepada masyarakat terutama umat Islam bahwa tindakan-tindakan negatif di media sosial itu sebagai perbuatan haram. MUI mengharamkan setiap umat Islam yang memproduksi, menyebarkan, dan membuat konten tidak benar kemudian dapat diakses masyarakat. Termasuk haram menurut MUI jika umat juga mengumbar aib, gosip, atau kejelekan orang atau kelompok lain, kecuali konten yang disebarkan untuk kepentingan yang telah dibenarkan secara syar’i. Dalam pemahaman dan ajaran Nabi Muhammad SAW, mengghibah (membicarakan orang lain) sama dengan “makan daging” saudaranya.

Namun fatwa ini kurang terasa gaungnya karena masyarakat menganggap fatwa ulama hanya sebagai imbauan, boleh dijalankan, seperti kasus penistaan agama yang melibatkan salah satu pejabat di negeri ini. Atau boleh diabaikan, dan ini yang terjadi, terlihat dari masih berseliwerannya ujaran- ujaran haram tadi di dunia maya.  
12.06
thumbnail

AMD Kembali Tantang Intel di Segmen Desktop

Posted by Aizen Sosuke on

Suhu persaingan komputasi dekstop mencapai puncaknya. untuk pertama kalinya Intel mengklaim telah menghadirkan prosesor yang berkinerja terafl op di tingkat desktop. Sementara itu, AMD juga sudah siap dengan prosesor unggulannya yang akan menggoyang pasar desktop di tingkat high-end.

AMD yang beberapa tahun terakhir tertinggal di kancah persaingan dengan Intel, mulai tahun ini kembali memberikan persaingan yang lebih ketat. Keputusannya untuk membuat arsitektur chip baru pada empat tahun lalu, membuahkan produk yang dapat diunggulkan di pasar pada tahun ini. Para pengguna yang senantiasa memburu kinerja puncak dari hardware, kali ini akan mendapatkan berita bagus. Mereka disodori dua pilihan produk baru dari Intel dan AMD, yang masing-masing menyodorkan keunggulannya. Pun bagi para pengelola teknologi informasi di perusahaan, mereka memiliki pilihan-pilihan upgrade sistem desktop untuk memenuhi kebutuhannya, setidaknya untuk setahun mendatang ini.

Intel secara resmi telah mengumumkan produk barunya di pameran Computex 2017, Taipei, pada akhir Mei 2017 lalu. Intel datang dengan Core X yang menawarkan chip yang memaket jumlah core tertinggi. Intel mengklaim prosesor delapan belas core tersebut akan menghadirkan komputer desktop pertama dengan kinerja teraflop. Sementara itu, AMD di event yang sama juga telah memamerkan prosesor desktop yang bakal dirilis musim panas tahun ini. Kali ini AMD menawarkan Ryzen ThreadRipper. Bukan sekedar pembaruan dari seri Ryzen 7 sebelumnya, ThreadRipper merupakan chip 16 core dan 32 thread yang akan menyaingi Intel Core X. Meski produk high-end AMD terpaut dua core lebih sedikit dibanding Core X, ThreadRipper menyajikan keunggulan lainnya.

Suhu Memanas Sejak Awal 2017
Isu mengenai AMD bakal benar-benar menyaingi Intel di segmen komputasi desktop sudah merebak bahkan sejak akhir tahun lalu. Chip prosesor AMD Ryzen yang menggunakan arsitektur Zen diperkirakan akan membuat Intel terdesak. Chip Ryzen yang dibangun menggunakan arsitektur empat belas nanometer dan ditujukan untuk sistem desktop dan notebook ini sudah mulai meluncur ke pasar pada kuartal pertama 2017. Sebenarnya sejak akhir 2016, AMD sudah mengklaim, chip Ryzen akan menyaingi produk Intel. Pada demo yang telah disajikan, AMD menyatakan prosesor Ryzen 3,4 GHz (dengan TDP 94 watt) dapat menyamai atau bahkan melampaui kinerja chip Intel Core i7 6900K (yang memiliki TDP 140 watt) ketika melaksanakan image rendering dan video transcoding. Kenyataannya ketika Ryzen 7 diluncurkan pada awal Maret 2017 lalu, ketika di-benchmark dengan chip Intel Core i7 6900K (Broadwell) dan Core i7-7700K (Kaby Lake), Ryzen 7 1800X (8-core/16-thread, 3,6GHz) menunjukkan kinerja lebih tinggi masing-masing 2,7 dan 6,5% pada benchmark Cinebench 1T. Tetapi untuk kinerja single-threaded, meski Ryzen 7 1800X dapat menyamai kinerja Core i7-6900K, Core i7-7700K tetap unggul sebesar lima belas persen.

Setelah mengeluarkan Ryzen 7 untuk segmen high-end, AMD kemudian meluncurkan Ryzen 5 untuk segmen mainstream. Ryzen 5 cukup menjadi ancaman bagi dominasi Intel. Ada lima model Ryzen 5 yang ditawarkan AMD, mulai dari yang tertinggi yaitu Ryzen 1600X (6-core/12-thread) sampai ke yang terendah Ryzen 5 1400 (4-core/8-thread). Menurut benchmark AMD, Ryzen 5 1600X berkinerja 69% lebih cepat daripada Intel Core i5-7600K (Kaby Lake 4-core). Keduanya memiliki harga yang sama, yakni US$249.
Sejak peluncuran Ryzen, para pengamat dan pengguna menunggu-nunggu apa “jawaban” Intel atas kiprah AMD dengan Ryzen-nya. Pada akhir 2016 Intel merilis Kaby Lake, yaitu Core generasi ke-7 untuk notebook. Kemudian pada awal 2017, chip untuk desktop datang. Pada sekitar pertengahan Mei 2017, Intel digosipkan akan mengeluarkan dua model Core i7 dengan codename Kaby Lake X. Sebagai informasi, Kaby Lake merupakan optimalisasi dari chip generasi ke-6 yaitu SkyLake. Sementara SkyLake sendiri merupakan penyempurnaan atau optimalisasi dari generasi sebelumnya yaitu Broadwell. Kepastian itu akhirnya terjawab. Pada pameran Computex 2017, Intel meluncurkan seri Core X. Namun pada saat yang sama, AMD juga mendemonstrasikan jajaran produk yang bakal dirilisnya di musim panas tahun ini. Dengan produk barunya, Ryzen ThreadRipper, AMD menghadirkan persaingan yang ketat dengan Intel.
Desktop Berkinerja Teraflop Intel Core X hadir dalam sembilan pilihan, mulai dari yang berkinerja teraflop, yaitu chip yang memaket 18-core 36-thread dengan harga US$1.999, sampai dengan model 4-core 4-thread yang dibanderol pada harga US$242. Model yang paling high-end tersebut adalah Core i9 7980XE, Extreme Edition. Versi ini merupakan chip pertama untuk desktop yang memilik jumlah core tertinggi. Model Core i9 lainnya adalah varian 16, 14, dan 12-core dengan harga masing-masing U$1.699, $1.399, dan $1.119. Di bawahnya lagi ada Core i9-7920X, 10-core, US$999, dengan clock speed 3,3 GHz. Harga ini berada di bawah prosesor 10-core, i7-6590X, yang tahun lalu dijual US$1650.

Selain model i9, Core X ini juga terdiri dari tiga Core i7, yaitu i7-7820X, i7-7800X, dan i7-7740X, yang masing-masing hadir dengan 8, 6, dan 4-core, dengan harga US$599, US$389, dan US$339. Sementara model yang paling “bontot” alias entry-level adalah Core i5 4-core dengan harga US$242. Menurut Intel, seri Core X merupakan prosesor Intel SkyLake, sedangkan prosesor 4-core berbasis desain KabyLake. Semua chip dirancang untuk bekerja dengan chipset X299 yang baru. Prosesor Core i5 dan i7 4-core generasi ke-7 ditujukan untuk mainstream user. Sementara seri Core X dimaksudkan untuk gamer yang menginginkan live-stream, dan juga untuk menjalankan aplikasi-aplikasi seperti VR video editing, modeling 3D, dan pembuatan special-effects.

AMD Menjawab dengan ThreadRipper Masih dengan arsitektur yang sama dengan yang digunakan Ryzen 7 dan 5, AMD Ryzen ThreadRipper yang didemonstrasikan pada Computex 2017, datang dengan sembilan model. Model paling high-end adalah R9 1998X dengan 16-core/32-thread 3,5 GHz (3,8 GHz Turbo) dan TDP 155 watt. Varian lainnya meliputi model-model dengan jumlah core 14, 12, dan 10. Model entry level, yaitu R9 1955, dilengkapi dengan 10-core/20-thread, TDP 125 W, serta clock speed 3,1 GHz (3,7 Ghz Turbo). Dibandingkan dengan Intel Core X, ThreadRipper memang memiliki jumlah core yang lebih sedikit. Namun di sisi lain ThreadRipper mendukung maksimal 64 lane PCIe 3.0, dibandingkan dengan Intel Core X yang hanya mendukung sampai 44 lane. Seperti juga Core X, ThreadRipper mendukung memori quad channel DDR4.

Bersaing dengan Intel Core X, ThreadRipper juga ditujukan untuk aplikasi komputasi berkinerja tinggi seperti virtual reality, video editing, gaming, dan pembuatan konten 3D. Dibandingkan dengan pendahulunya, kinerja ThreadRipper mencapai dua kali lipat prosesor Ryzen 7 yang sekarang digunakan oleh komputer desktop Windows dari Acer, Asus, Dell, dan Lenovo. ThreadRipper didemokan AMD di Computex 2017 menggunakan GPU Radeon Vega yang menjalankan game fiksi ilmiah (science fiction) Prey pada resolusi 4K. Prosesor AMD ini akan menggunakan chipset X399, dengan motherboard yang sudah disiapkan oleh ASRock, Asus, Gigabyte, dan MSI.

Bersaing di Harga
Persaingan kinerja antara Intel Core X dan AMD Ryzen ThreadRipper yang sesungguhnya masih harus dibuktikan melalui uji atau benchmarking yang dilaksanakan oleh pihak-pihak yang independen. Sementara itu, kita dapat berharap persaingan harga akan terjadi. Intel sudah mengumumkan harga untuk setiap model Core X. Namun ketika artikel ini ditulis, AMD belum mengumumkan harga untuk setiap model ThreadRipper. Sementara itu, ada rumor bahwa harga ThreadRipper 16-core/32-thread hanya dipatok pada US$849. Ini tentu lebih murah daripada Intel Core X 16-core yang dibanderol pada harga US$1699.

Meski demikian, Intel sendiri sudah mereduksi harga produknya dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Contoh, harga Intel Core i9 10-core (i9-7900X) hanya sebesar U$999. Bandingkan dengan Core i7 Extreme Edition 10-core yang diluncurkan di tahun lalu dengan harga US$1.700. Tampaknya harga akan menjadi sarana AMD untuk bersaing dengan Intel.
11.59
thumbnail

Akhir Sebuah Era bagi Yahoo

Posted by Aizen Sosuke on

Pernah menjadi raja di era 1990-an dan 2000-an, Yahoo harus mengakhiri masa kejayaannya saat memasuki era 2010-an. Gagal bersaing dengan Google dan Facebook, Yahoo pun terpaksa menyerah berjuang sendiri untuk bergabung di bawah perusahaan telekomunikasi Verizon. Pada tahun 2008, Yahoo menolak pinangan bernilai spektakuler, US$44,6 miliar, dari Microsoft yang saat itu ingin bersaing dengan Google. Tidak sampai sepuluh tahun kemudian, Yahoo merampungkan proses pembelian oleh Verizon dengan harga hanya sepersepuluhnya, yakni US$4,48 miliar. Sebesar itulah harga yang harus “dibayar” Yahoo atas kegagalan berinovasi dan berkompetisi dengan Google dan Facebook.

Mulai hari Selasa, 13 Juni 2017, Yahoo tidak lagi bergerak sebagai perusahaan independen. Kepemilikan mereka telah diakuisisi sepenuhnya oleh Verizon, perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat. Aset-aset Yahoo pun akan digabungkan dengan sesama pionir internet tahun 1990-an, AOL, di bawah bendera Oath. Oath merupakan perusahaan anyar yang dibentuk Verizon untuk menggabungkan sekitar 50 merek bisnis media dan teknologi yang sebelumnya dikelola oleh Yahoo dan AOL. Beberapa merek ternama yang kini bernaung di bawah Oath antara lainYahoo News,Yahoo Finance,Yahoo Sports, Yahoo Search, Flickr, Huftington Post, Tech Crunch, Engadget, dan Polyvore. Oath akan dikomandani Tim Armstrong yang awalnya menjabat sebagai CEO AOL. Sedangkan Marissa Mayer resmi meninggalkan posisi CEO Yahoo dengan pesangon US$23 juta, ditambah kepemilikan 4,5 juta lembar saham Yahoo senilai US$236 juta.

“Dengan akuisisi ini, kami akan fokus untuk menjadi perusahaan terbaik bagi media konsumen dan mitra terbaik untuk pemasang iklan, penerbit, dan pembuat konten,” ujar Tim Armstrong (CEO, Oath). Akuisisi ini juga diperkirakan membawa konsekuensi buruk berupa PHK pada15 persen dari total 14.000 karyawan Yahoo dan AOL sekarang (sekitar 2.000 orang). Proses akuisisiYahoo oleh Verizon telah dimulai pada Juli 2016 dengan kesepakatan transaksi US$4,83 miliar. Namun, setelah itu, Yahoo mengumumkan dua kasus pembobolan data pengguna pada September 2016 dan Desember 2016. Tak pelak, kedua insiden tersebut menurunkan nilai jual Yahoo sekitar US$350 juta. Dari sudut pandang bisnis, Verizon optimistis layanan iklan dan video mobile dari Yahoo dan AOL akan menjadi sumber pendapatan baru di luar bisnis nirkabel yang sudah jenuh. Dengan akuisisi ini, Verizon bisa menggabungkan 146 juta pelanggannya dengan 1 miliar pengguna Yahoo dan 150 juta pengguna AOL untuk mendongkrak layanan kepada pengiklan.

“Kombinasi aset dari Verizon dan Oath, mulai VR sampai AI, dari 5G sampai IoT, dari kerja sama konten sampai konten original, akan menghadirkan pilihan baru untuk menarik audiensi di seluruh dunia,” ucap Marni Walden (President of Media and Telematics, Verizon).

Sejarah Bisnis Yahoo
1994 – Didirikan oleh David Filo dan
Jerry Yang sebagai mesin pencari
online. Yahoo adalah singkatan
dari “Yet Another Hierarchically
Organized Oracle”.
1996 – Yahoo go public untuk pertama
kalinya dengan nilai US$848 juta.
2000 – Yahoo mencapai nilai perusahaan
tertinggi (US$125 miliar) di tengah
meledaknya industri dotcom.
2002 – Yahoo mengajukan tawaran untuk
membeli Google senilai US$3
miliar. Google menolak.
2005 – Yahoo menanam saham di Alibaba
sebesar US$1 miliar. Inilah investasi
tersukses Yahoo sampai saat ini.
2008 – Yahoo menolak pinangan US$44,6
miliar dari Microsoft.
2012 – Pemasukan iklan Yahoo terus
menurun, disalip oleh Google.
Yahoo pun menunjuk Marissa
Mayer, mantan eksekutif Google,
sebagai CEO.
2013 – Yahoo membeli Tumblr senilai
US$1,1 miliar dengan tujuan
menarik generasi millennial.
Tapi, Tumblr sudah kehilangan
pesonanya dan kalah populer
dengan Facebook dan Twitter.
2016 – Marissa Mayer gagal
menyelamatkan performa bisnis
Yahoo sehingga kehilangan
kepercayaan dari investor. Ia pun
akhirnya menyetujui tawaran
akuisisi dari Verizon sebesar
US$4,83 miliar.
11.53
thumbnail

Ada Peran Hacker Pada Krisis Qatar

Posted by Aizen Sosuke on

Semenanjung Arab mengalami krisis politik serius setelah sekelompok negara memutus hubungan diplomatik dengan Pemerintah Qatar. Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir melakukan langkah tersebut karena menganggap Qatar telah mendukung kelompok teroris dan condong ke Iran. Tensi antara Pemerintah Qatar dan Arab Saudi memang sudah memanas dalam beberapa tahun terakhir. Namun tensi kian meninggi setelah pada tanggal 24 Mei 2017, stasiun televisi milik Pemerintah Qatar, QNA, menulis berita yang memancing kemarahan negara tetangga. Pemberitaan tersebut berisi ucapan pemimpin Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al Thani, yang mengungkapkan kalimat yang pro-Iran.
Ucapan tersebut memancing kontroversi karena Qatar adalah bagian dari aliansi beberapa negara yang secara politik berlawanan dengan Iran (seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab). Karena datang dari stasiun resmi milik Pemerintah Qatar, berita itu pun dianggap suara resmi Pemerintah Qatar sehingga langsung memancing kemarahan negara anggota aliansi. Masalahnya, Emir Qatar sebenarnya tidak pernah mengucapkan hal itu. Berita tersebut adalah karangan sekelompok hacker yang berhasil membajak sistem TI di QNA. Tidak tanggung tanggung, hacker menguasai seluruh sistem IT QNA, mulai dari web-server, CMS, sampai akun media sosial QNA. Karena berhasil menguasai penuh, hacker pun memanfaatkan semua kanal informasi QNA untuk menyebarkan berita bohong. Pada akun Twitter resmi QNA, misalnya, dihembuskan berita bohong terkait rencana Pemerintah Qatar untuk menarik duta besarnya dari negara-negara Arab serta adanya plot jahat untuk menjatuhkan Pemerintah Qatar.

Siapa Dalangnya?
Setelah mengalami insiden pembobolan ini, Pemerintah Qatar pun meminta bantuan FBI (AS) dan NCA (Inggris) untuk menyelidiki kasus ini. Kementerian Dalam Negeri Qatar pun mengakui, telah terjadi pembobolan di QNA dengan memanfaatkan cyber-bug di situs QNA. “Mereka telah memasang file (berita palsu) sejak akhir April untuk kemudian diaktif an pada 24 Maret 2017 pukul 121.3,” tulis Kemdagri Qatar dalam siaran pers resminya. Lalu, siapa dalang peristiwa ini? Dugaan awal tertuju kepada hacker Rusia yang selama ini dianggap getol memasuki ranah politik negara lain. Akan tetapi penyelidikan lebih lanjut menunjukkan, tersangka kasus ini bisa siapa saja. Hal ini tidak lepas dari lemahnya sistem QNA sehingga tidak membutuhkan strategi yang rumit untuk membobolnya. “Seorang script kiddies (hacker pemula, Red) pun bisa melakukannya,” ungkap salah satu penyidik.

Siapapun pelakunya, insiden ini kembali mengingatkan bagaimana kelemahan sistem sekuriti TI kini juga merambah dunia politik. Di AS, kemenangan Donald Trump mulai diragukan seiring beredarnya kabar pihak Rusia berhasil memengaruhi sistem pemilu. Sementara di Perancis, sistem TI Partai En March mengalami pembobolan pada dua hari sebelum pemilu yang hampir saja menggagalkan kemenangan Perdana Menteri terpilih, Emmanuel Macron. Ketika kondisi geopolitik dunia terus memanas seperti sekarang, kelemahan di sekuriti TI bisa jadi akan berujung pada krisis politik yang tak pernah terbayang sebelumnya.
11.43
thumbnail

Sistem Operasi yang Jarang Diketahui Orang

Posted by Aizen Sosuke on


Berbicara tentang sistem operasi, sebagian pengguna komputer sekarang, khususnya generasi millennial yang lahir setelah tahun 2000, bisa dibilang hanya mengenal Windows, MacOS, dan Linux untuk platform komputer desktop dan notebook, ditambah Android dan iOS untuk platform smartphone. Ini wajar mengingat praktis hanya sistem operasi yang telah disebutkan tadi yang ada di pasaran saat ini. Namun sebenarnya, di masa lalu ada cukup banyak sistem operasi yang beredar dan memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap perkembangan sistem operasi yang ada saat ini. Beberapa di antaranya bahkan masih beredar sampai kini, namun tidak populer atau memang hanya digunakan di kalangan tertentu. Di sisi lain, terkadang lahir pula sistem operasi baru namun rupanya belum berhasil mendobrak eksistensi sistem operasi yang telah mapan.

Nah, kami akan memaparkan beberapa sistem operasi non-mainstream untuk ukuran saat ini, sistem operasi yang pernah jaya di masanya sampai sistem operasi yang mungkin tak Anda ketahui pernah ada.

1. DOS
Pengguna sistem operasi Windows kemungkinan besar pernah memanfaatkan DOS. Namun sebagian lagi bisa jadi tidak menyadarinya. Bila Anda pernah menggunakan Command Prompt di Windows, berarti sebenarnya Anda telah “mencicipi” DOS. Ya, pada tahun 1980-an, DOS merupakan sistem operasi yang digunakan sebagian besar PC desktop. Di Indonesia bahkan aman untuk dikatakan bahwa DOS adalah satu-satunya sistem operasi yang tersedia pada saat itu karena persentase pengguna Mac relatif kecil. DOS merupakan singkatan dari Disk Operating System yang lahir pada tahun 1981. DOS tidak memiliki tampilan grafi s melainkan hanya berbasis teks dan menampilkan huruf tertentu (umumnya A atau C) yang disebut dengan prompt. Di belakang prompt tersebut Anda bisa mengetikkan perintah-perintah yang digunakan untuk mengoperasikan komputer.
Meski hanya menampilkan teks, aplikasi yang berjalan di atas DOS bisa saja memiliki tampilan grafis. Bahkan Windows tadinya hanyalah merupakan “aplikasi” yang berjalan di atas DOS, mulai dari Windows 3.1 sampai Windows ME. DOS kemudian berganti nama menjadi IBM PC DOS sampai tahun 1993 sebelum kemudian dibeli oleh Microsoft dan berganti nama lagi menjadi MS-DOS.

2. BeOS
BeOS adalah sistem operasi yang dirancang dengan keunggulan multimedia, diciptakan pada tahun 1991 oleh Be Inc. Awalnya, sistem operasi BeOS ini dikembangkan hanya untuk komputer BeBox, namun pada akhirnya tersedia juga untuk IBM PC dan kompatibelnya. Komputer BeBox sendiri tidak berhasil diterima pasar dan pada tahun 1997 diambil alih oleh Apple untuk “dilebur” ke Macintosh. Sejak saat itu, Be Inc memutuskan untuk berkonsentrasi di peranti lunak saja, khususnya sistem operasi BeOS.
BeOS dikembangkan untuk bisa memanfaatkan media digital dengan optimal dan mampu memanfaatkan kelebihan peranti keras modern seperti symmetric multiprocessing dengan memanfaatkan modular I/O bandwidth, pervasive multithreading, dan preemptive multitasking. Saat itu BeOS bahkan telah menggunakan file system 64 bit dengan fitur journaling bernama BFS. Antarmuka BeOS dikembangkan dengan konsep “bersih, jelas, dan rapi”. Tampilan visualnya relatif mirip dengan sistem lingkungan desktop berbasis Unix. Salah satu yang unik dari antarmuka BeOS adalah, setiap jendela aplikasi dirancang untuk memiliki tab, bukan title bar. Desain seperti ini lebih hemat tempat dan memberikan pandangan lebih luas ke desktop.

Sayang sekali, BeOS tidak dapat bersaing dengan Windows yang saat itu memang begitu dominan. Pada tahun 2001, Be Inc mengalihkan fokus mereka ke peranti internet dan kemudian diakuisisi oleh Palm Inc. Palm Inc sendiri pada tahun 2011 diakuisisi oleh HP (Hewlett Packard). Meski begitu, tidak berarti BeOS benar-benar mati. Sekelompok orang yang antusias terhadap sistem operasi masih sering mengutak-atik dan mengembangkannya. Bahkan, akhirnya muncul proyek open source bernama Haiku yang mengimplementasikan kembali sistem operasi BeOS.

3. Lindows
Hadirnya Linux yang bersifat free open source ternyata tidak mampu membendung, baik popularitas maupun pembajakan, Windows. Salah satu penyebabnya barangkali adalah sifat user friendly Windows yang tidak mampu diadaptasi oleh Linux. Berangkat dari masalah tersebut, Michael Robertson pada tahun 2001 mendirikan Lindows Inc. Tujuannya adalah menciptakan sistem operasi berbasis Linux, namun mampu menjalankan berbagai aplikasi mayor yang ada di Windows. Akhirnya terciptalah LindowsOS atau sering disebut Lindows saja. Lindows dikembangkan berbasis Debian.

Lindows sempat menimbulkan polemik bahkan Microsoft sebagai pemilik Windows ikut-ikutan merasa gerah. Akhirnya supaya tidak menimbulkan masalah, nama Lindows diganti menjadi Linspire. Basis pengembangannya pun diubah ke Ubuntu. Pada tanggal 1 Juli 2008, pemegang saham Linspire bersepakat mengubah nama perusahaan menjadi Digital Cornerstone. Seluruh aset Linspire akan diakuisisi oleh Xandros. Pada tanggal 9 Agustus 2008, Andreas Typaldos (CEO of Xandros), mengumumkan bahwa pengembangan Linspire akan dihentikan. Komunitas open source kemudian melakukan fork terhadap Linspire dan mengubah namanya menjadi Freespire. Mereka juga mengembalikan basis pengembangannya ke Debian.

4. OS/2
Microsoft dan IBM, dua raksasa teknologi yang begitu menguasai jagat teknologi informasi pada tahun 1980-an, pernah bekerja sama dalam mengembangkan sebuah sistem operasi, yaitu OS/2. Mudah ditebak, OS merupakan singkatan dari Operating System. Dinamai demikian karena OS/2 merupakan pengembangkan dari PS/2 yang tadinya telah dikembangkan oleh IBM. PS merupakan singkatan dari Personal System. Pada akhirnya Microsoft keluar dari kerja sama ini dan IBM mengembangkan OS/2 sendirian.

Meskipun merupakan turunan dari PC DOS dengan tambahan fitur protected mode, OS/2 tidak tampil dalam bentuk perintah baris melainkan memiliki tampilan grafis. IBM menghentikan dukungan terhadap OS/2 pada tanggal 31 Desember 2006. Sejak itu, OS/2 dikembangkan dan dipasarkan di bawah nama eComStation.

Beberapa Nama Lain
Masih ada lagi beberapa sistem operasi lainnya yang sebenarnya sempat muncul ke permukaan dan masih menunggu waktu untuk bisa menjadi populer, atau bisa jadi berstatus hidup segan mati tak mau. Sebut saja Google Chromium OS yang didesain untuk menjadi sistem operasi yang berfokus pada aktivitas berinternet, atau TrueOS yang fokus pada keamanan.

Yang terkini, ada sebuah sistem operasi yang relatif baru, yaitu Endless OS. Endless OS dirancang untuk mudah digunakan sehingga seluruh anggota keluarga dapat memanfaatkannya. Di samping itu, Endless OS juga relatif tetap bisa dimanfaatkan saat tidak terkoneksi ke internet berkat kayanya konten offline yang tersedia pada sistem operasi tersebut.
11.19
thumbnail

Cara Efektif Hadapi Pembajak Konten Online

Posted by Aizen Sosuke on

Online Piracy, Pembajakan di Internet
Inilah masa-masa kejayaan acara hiburan di televisi. Menurut hampir sebagian besar prediksi, konten televisi yang akan booming adalah konten dari Hollywood dan Bollywood. namun, kendati industri media dan hiburan telah mendulang sukses, mereka sesungguhnya harus menghadapi masalah pembajak konten yang mengakses konten dan mendistribusikannya secara ilegal melalui download langsung di situs web, situs torrent, dan layanan streaming. Pembajakan konten IPTV sebenarnya bukan fenomena baru. Tetapi dengan produksi massal konten premium, seperti konten beresolusi 4K, berkualitas HD dengan HDR, dan dengan model-model bisnis baru untuk distribusi secara online (over-the-top streaming, early window release), “pangsa pasar” film bajakan ini makin mengancam pendapatan para operator televisi berbayar. Sebuah data dari SimilarWeb mengungkapkan bahwa seratus situs web IPTV ilegal teratas dapat meraih 16 juta kunjungan per bulan.

Nah mengapa pembajakan konten jenis baru ini menjadi sebuah ancaman? Karena pembajakan konten IPTV ini mudah dilakukan dan hasil bajakannya pun mudah diakses. Para pembajak ini berhasil membangun bisnis model yang berani dan cerdas. Mereka secara langsung dan terbuka berkompetisi dengan penyedia konten resmi. Mereka mengemas rapi streaming tidak resmi tersebut, dan melalui platform ilegal, mereka menyajikannya kepada konsumen melalui lebih dari seratus kanal. Bahkan ada pula yang memiliki lebih dari seribu kanal. Mereka juga mengklaim bisa memberikan customer support dan menawarkan konten berkualitas, misalnya kanal HD, dengan harga yang jauh lebih murah daripada konten resmi. Hebatnya, mereka juga melengkapinya dengan upaya-upaya pemasaran yang gencar via iklan di media sosial, situs profesional, dan menyertakan perangkat set-top box bersistem operasi Android, Linux, dan Roku. Dengan cara ini, konsumen yang tidak paham akan mengira layanan yang ditawarkan adalah resmi.

Selain itu, ada faktor-faktor teknologi yang membantu mengakselerasi pertumbuhan pembajakan IPTV. Ketersediaan high-bandwidth digital content protection (HDCP) stripper adalah cara mudah yang digunakan para pembajak. Cara ini dipakai untuk mengambil video streaming langsung dari HDMI link. Bagi konsumen, bandwidth yang sekarang makin baik menjadi alasan kian populernya content streaming haram. Dalam setiap diskusi tentang peran konsumen dalam online piracy, akses sepertinya menjadi tema utama. Ada baiknya pelaku industri konten memperhatikan bahwa di banyak pasar, piracy terjadi akibat kurangnya penawaran layanan resmi. Banyak contoh pasar dengan tingkat pembajakan konten yang tinggi di mana kehadiran layanan streaming resmi dapat membatasi volume konten bajakan yang beredar. Yang seringkali diabaikan penyedia konten adalah fakta bahwa konsumen yang mampu membeli layanan yang resmi memprioritaskan user experience dan kualitas konten yang konsisten.

Saat para pembajak mengeksploitasi kebutuhan akses pemirsa, industri media dan hiburan menggunakan teknologi canggih untuk membatasi gerakan mereka di sepanjang rantai pasokan. Misalnya, kebanyakan perangkat yang digunakan konsumen untuk mengonsumsi konten HD atau Ultra-HD sudah dibekali dengan teknologi Digital Rights Management (DRM), melalui mekanisme proteksi hardware di chipset. Perlindungan seperti ini menjamin bahwa meskipun berada dalam perangkat yang sudah di-root, konten akan tetap aman. Belakangan ini, studio dan kanal sport di Hollywood menggalakkan penggunaan forensic watermarking sebagai salah satu syarat mendistribusikan konten. Dalam teknik forensic watermarking, sebuah ID yang tak terlihat akan dilekatkan pada konten sehingga konten tersebut dapat dilacak. ID tersebut juga dapat mengindentifikasi letak kebocoran konten yang terjadi. Berbekal informasi tersebut, penyedia konten dapat menghentikan pendistribusian ke perangkat yang sudah digunakan untuk membajak atau ke pengguna yang sudah melanggar aturan, dan jika diperlukan melakukan langkah hukum.

Industri konten akan melakukan berbagai upaya untuk memberikanp perlindungan end-to-end terhadap premium content. Munculnya MovieLabs Specification for Enhanced Content Protection menjadi standar baru keamanan konten dan direfleksikan dalam bentuk kesepakatan distribusi konten di seluruh dunia. Produsen perangkat pemutar DVD, laptop, dan TV akan memperkuat implementasinya dengan meningkatkan kapabilitas perangkat. Hal ini dipandang sebagai keunggulan kompetitif karena kepatuhan (compliance) terhadap standar-standar tersebut akan membuat perangkat dapat menerima, dan digunakan untuk, mengonsumsi premium content, seperti HD, HD dengan HDR (High Dynamic Range), dan 4K. Namun teknologi canggih saja tidak cukup. Pemilik dan distributor konten harus memperkuat pengamanan terhadap konten melalui tindakan hukum terhadap pembajak IPTV. Dalam beberapa tahun belakangan ini, industri konten sudah melihat efektivitas dari pendekatan kolaboratif berupa tindakan hukum.

Pada bulan Maret lalu, British High Court menyetujui upaya Premier League untuk menutup / memblokir layanan online streaming yang secara ilegal menyiarkan pertandingan sepak bola kelas papan atas yang hak siarnya dimiliki oleh Premier League. Tindakan Premier League ini didukung oleh mitranya, Sky dan BT, dan kini Premier League sudah mengantongi mandat legal untuk memutuskan koneksi server yang menaungi atau menjadi host bagi layanan online streaming ilegal tersebut. Dengan cara ini, Premier League dapat “menyelamatkan” investasi berupa hak siaran senilai £5,1 miliar. Tanpa langkah hukum, para pembajak tidak akan jera melakukan bisnis haram semacam ini.

Di sisi konsumen, cara terbaik untuk menghentikan atau mengurangi penyebaran video streaming haram secara nyata adalah dengan meningkatkan kesadaran (awareness) dan mengedukasi pelanggan dan konsumen secara umum. Sebuah survei yang dilakukan Irdeto menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen responden dari seluruh dunia mengakses konten video bajakan. Bahkan di Asia Pasifik, presentasenya mencapai 61 persen. Namun hampir separuh dari seluruh responden tersebut mengatakan mereka akan berhenti atau mengurangi konsumsi konten bajakan jika mereka lebih memahami dampaknya terhadap industri media. Telah terbukti saat ini bahwa ukuran, skala, dan aktivitas pembajakan online sudah terlampau besar untuk dibiarkan. Strategi yang mencakupkan teknologi canggih, langkah hukum yang kuat, dan edukasi pelanggan yang lebih baik dapat menjadi solusi paling efektif untuk melawan aksi pembajakan konten yang juga terus berkembang.
11.11
thumbnail

Indonesia E-Commerce Summit and Expo (IESE) 2017, Tonggak Kebangkitan E-Commerce Indonesia

Posted by Aizen Sosuke on

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia menunjukan prospek yang positif dengan jumlah transaksi e-commerce yang terus meningkat. Perkembangan pesat industri e-commerce di Indonesia ditandai dengan pertumbuhan jumlah toko online dan marketplace yang kian agresif. Bayangkan, pada tiga tahun lalu, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mencatat anggotanya hanya berjumlah sembilan perusahaan e-commerce. Kini, jumlah anggota idEA mencapai 185 perusahaan. E-commerce merupakan suatu sistem atau paradigma baru dalam dunia bisnis. Sistem ini menggeser paradigma perdagangan tradisional menjadi electronic commerce yaitu dengan memanfaatkan teknologi ICT (Information and Communication Technology) atau internet.
Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai US$3,56 miliar atau setara Rp46 triliun pada 2015. Angka itu akan terus berkembang pesat hingga tahun 2020 mendatang. Tak hanya itu, pengguna internet aktif di Indonesia terus tumbuh dan membuka peluang untuk berkembangnya industri e-commerce. Karena itu, para pelaku industri e-commerce di Indonesia harus bisa memanfaatkan potensi digital Indonesia yang terus bertumbuh. Pemerintah memiliki mimpi untuk menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia. Hal itu dibuktikan dengan pengumuman Peta Jalan e-Commerce oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada November 2016.

Peta Jalan e-Commerce terdiri dari tujuh pilar mulai dari pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan SDM, logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan siber. Ini masih ditambah 31 inisiatif lintas sektor yang harus diimplementasikan secara disiplin, tepat waktu, dan tepat sasaran. Aulia E. Marinto (Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association/idEA) mengatakan pemain e-commerce lokal, regional, dan global mulai meningkatkan pola permainan mereka di Indonesia pada tahun ini. Berbagai inovasi model bisnis muncul mulai dari belanja online kebutuhan bisnis, sampai belanja produk fi nansial. Semuanya makin menarik investor dan pasar.

“Melihat prospek yang luar biasa ini, keinginan dan harapan Indonesia yang ingin menjadi ‘The Next China atau India’ dalam dunia e-commerce bisa menjadi kenyataan,” ujar Aulia. “Kita memerlukan sinkronisasi effort yang harus diupayakan bersama-sama oleh seluruh ekosistem industri ini, agar akselerasi maksimal bisa terjadi,” ujarnya lagi di Indonesia E-Commerce Summit and Expo (IESE) 2017 di Indonesia Convention and Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan, pada awal Mei lalu.

Aulia mengatakan terobosan inovasi itu menjanjikan bagi raksasa-raksasa e-commerce global untuk berlomba-lomba memasuki pasar Asia Tenggara, sehingga menjadikan kawasan ini mencapai posisi keemasan dan strategis dalam persaingan global. “Maka tidak berlebihan terminologi Jack Ma (Pendiri Alibaba) yang menyebutkan bahwa 2016 adalah tahun pembuka, dan 2017 adalah tahun utama bagi industri e-commerce,” ungkap Aulia. Selain itu, Aulia menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo pun memiliki misi menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia.
Pada kesempatan yang sama, Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) mengatakan bahwa Pemerintah RI menargetkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia bisa mencapai sebelas persen dari produk domestik bruto total (PDB) sekitar US$130 miliar atau sekitar Rp1.756 triliun dengan menumbuhkan seribu technopreneur pada 2020. Pemerintah pun memiliki target pemerataan ekonomi digital di Indonesia yang memiliki tiga fokus utama mulai dari ekonomi sharing (berbagi), pengentasan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), serta inklusi keuangan. “Gojek berhasil mengubah pola transportasi konvensional. Bahkan, aplikasi Gojek ini menarik bagi kota lain, seperti kota Rio de Janeiro, Brasil yang memiliki kondisi yang hampir sama dengan Jakarta,” ujarnya.

Bukan Lagi SDA
Rudiantara mengatakan perekonomi Indonesia tidak akan lagi berfokus pada sumber daya alam (SDA) tetapi beralih kepada basis layanan. Misalnya, layanan kesehatan konsultasi pasien dengan dokter, saat ini telah tersedia di dunia maya (internet) dan aplikasi ponsel pintar. Hal ini memungkinkan pasien melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter tanpa perlu datang ke rumah sakit, cukup melalui sambungan video call dan panggilan suara. “Ekonomi [Indonesia] tadinya berbasis sumber daya alam, migas, batubara juga pertanian dan lain sebagainya, dan ini nanti akan berpindah ke services (layanan),” ungkap Rudiantara. Karena itu, dunia usaha yang masih menggunakan cara-cara konvensional harus mengadopsi basis digital agar tidak tergerus oleh teknologi yang berkembang sangat pesat. Misal, Tokopedia, Bukalapak, dan Elevania telah memfasilitasi para pengusaha UMKM di pelosok Indonesia untuk bisa memasarkan produknya tidak hanya di dalam negeri, bahkan sampai ke luar negeri.

“Beruntung Indonesia banyak kasus yang bagus, contoh Go-Jek dengan ekonomi sharing, kemudian Tokopedia dengan fokus kepada UKM, saya berterima kasih kepada pelaku digital ekonomi Indonesia,” pungkasnya. Rudiantara pun berharap para pelaku industri e-commerce Indonesia dapat memanfaatkan potensi digital Indonesia yang saat ni terus bertumbuh sehingga terjadi perkembangan dan pemerataan ekonomi di Indonesia. Apalagi saat ini Pemerintah RI sedang fokus memeratakan ekonomi di Indonesia.

“Dengan e-commerce, UMKM dapat dengan mudah menjual produknya, misal UMKM di Kalimantan bisa menjual produknya ke Jakarta melalui online. Jika sebuah situs marketplace seperti Tokopedia atau Blibli memiliki 100 ribu merchant atau penjual baru, akan semakin banyak orang yang bisa mendapatkan pekerjaan karena masing-masing penjual tersebut akan membuka lowongan pekerjaan,” ungkapnya. Rudiantara menambahkan jika di tahun 2016, fi nancial inclusion rate-nya baru mencapai 39 persen dan targetnya naik hingga 75 persen. Ini karena coverage telepon seluler di Indonesia sudah mencapai lebih dari 90 persen.

Potensi E-Commerce
Masih pada kesempatan yang sama, Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi, Sandiaga Uno mengatakan e-commerce akan memberikan banyak peluang dan lapangan kerja di masa depan. Indonesia diharapkan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri untuk pasar e-commerce. “Saya memiliki data bahwa UMKM yang mengadopsi (teknologi) digital itu memiliki kemampuan untuk menyerap lapangan kerja, bisa satu setengah kali lipat. Dan kemampuannya berinovasi bisa tujuh belas kali lipat. Jadi ini sangat luar biasa,” ujarnya saat sesi diskusi panel di IESE 2017. Sandi mengatakan mengaku masih banyak yang perlu diperbaiki. Ini termasuk soal distribusi, jaringan, dan infrastruktur yang harus mulai diperbaiki jika ingin bersaing dengan perusahaan e-commerce asing.

“Kita perlu investasi yang world class, baik dari segi bandwidth maupun dari segi kemampuan digital enterpreneur. Untuk bisa berkembang, perlu infrastruktur, perlu kemampuan kita untuk menghadirkan infrastruktur kelas dunia yang ada di sini,” ujar Sandi. “Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dengan 250 juta penduduk yang akan menjadi pasar bagi e-commerce,” ucapnya. Kusumo Martanto (Chief Executive Of cer Blibli.com) mengatakan jumlah penduduk Indonesia adalah yang terbesar di Asia, dengan pengguna internet di Indonesia merupakan yang terbesar, ke-4 di Asia. “Saya yakin Indonesia akan menjadi pemain penting di pasar e-commerce di Asia,” ujarnya. Kusumo mengatakan, potensi pengguna internet melebihi lima puluh persen dari populasi total bangsa Indonesia, penetrasi smartphone, dan rata-rata spending on e-commerce Rp6,5 juta pertahun.

“Indonesia memiliki potensi untuk menguasai 52 persen atau setara 87,8 miliar dolar AS pasar e-commerce Asia Tenggara pada 2025,” imbuhnya.

Menurut Kusumo, dalam memajukan e-commerce di Indonesia, pemain e-commerce di Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Tujuannya, menjanjikan kenyamanan dalam bertransaksi, keamanan, serta kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih nyaman dengan sistem tradisional.

“Masyarakat kita masih melihat pentingnya melihat fisik produk dan bertemu serta mendengar langsung penjelasan dari penjual. Selain itu, edukasi mengenai kelebihan serta cara-cara transaksi melalui e-commerce juga masih perlu dilakukan terutama di luar kota-kota besar,” kata Kusumo. Pada kesempatan berbeda, Kun Arief Cahyantoro (Pengamat e-commerce di Indonesia) mengatakan Indonesia menyimpan potensi e-commerce yang besar di Asia karena Indonesia memiliki jumlah populasi terbesar keempat di dunia. “Pusat pasar di Asia adalah China dan negara yang bisa menyamai China di ASEAN adalah Indonesia,” ucapnya. Kun melanjutkan salah satu keunikan Indonesia dibanding negara lainnya adalah Indonesia memiliki bonus demografi yaitu jumlah penduduk yang produktif jauh lebih besar dari penduduk yang tidak produktif. Pada tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia kelas menengah atau produktif akan mencapai puncaknya. Hal itu menyimpan potensi besar untuk pertumbuhan e-commerce di Indonesia.
11.04
thumbnail

Pi Desktop, Memaksimalkan Fitur Raspberry Pi

Posted by Aizen Sosuke on


Raspberry Pi Desktop
Pernahkah Anda memimpikan tampilan Raspberry Pi 3 layaknya sebuah komputer mini lengkap yang siap pakai? Jika ya, dengan Pi Desktop, impian Anda ini akan terwujud. Salah satu distributor Rasperry Pi, Element 14, baru-baru ini mengumumkan sebuah kit desktop mini untuk Raspberry Pi 3. Kit yang disebut Pi Desktop ini memungkinkan Raspberry Pi dipasangi aneka perangkat tambahan degan mudah. Konsepnya mirip seperti NUC Intel__di mana sebuah perangkat komputasi bisa dipasangi aneka perangkat tambahan secara mudah. Kit ini akan memanfaatkan daya komputasi Raspberry Pi dan menambahkan fi tur tambahan seperti antarmuka mSATA untuk SSD. Element 14 menyatakan bahwa kit Pi Desktop ini akan dijual dengan harga sekitar US$56 di pasaran Amerika Utara. Kit ini sendiri dikabarkan mulai tersedia di sana pada awal Juni lalu.

Berupa Board
Element 14 menyatakan bahwa kit ini berbentuk sebuah add-on board yang dihubungkan ke Raspberry Pi 3 via GPIO (General Purpose Input Output) 40-pin. Board ini dilengkapi dengan antarmuka mSATA, sebuah pengatur daya, dan sebuah jam sistem. Sebagai tambahan, kit juga ini menawarkan casing, keping pendingin, adapter USB, baterai jam sistem, serta spacer dan baut untuk mengencangkan Raspberry Pi di dalam casing ini. Element 14 menyatakan bahwa dengan kit ini, pengguna Raspberry Pi akan bisa menggunakan SSD sampai dengan kapasitas satu terabyte. Element 14 juga menyatakan bahwa kit ini juga memungkinkan pengguna melakukan booting sistem operasi Raspberry Pi via SSD. Raspberry Pi 3 sendiri sebenarnya telah dilengkapi dengan aneka fitur yang cukup lengkap seperti empat port USB, Wi-Fi, Bluetooth, ethernet, dan port HDMI.
Konektor lengkap pada Raspberry Pi Desktop
Konektor lengkap pada Raspberry Pi Desktop

Para pengamat menyatakan bahwa kemunculan kit bagi Raspberry Pi 3 ini merupakan hal menarik. Pasalnya, Raspberry Pi 3 sendiri merupakan sistem dengan kinerja komputasi tertinggi di antara versi Raspberry Pi lainnya. Namun, belum diketahui apakah kit ini bisa dipasang dan dirakit dengan mudah atau tidak oleh pengguna awam. Pasalnya, banyak pengguna Raspberry Pi 3 yang juga berasal dari kalangan awam. Meskipun demikian, banyak juga pengguna mahir Raspberry Pi 3 (seperti developer dan pengguna Linux) yang dipastikan akan mampu merakit kit ini tanpa mengalami
kesulitan.

Hanya untuk Raspberry Pi 3
Namun demikian, kemunculan kit Pi Desktop akan membuat Raspberry Pi 3 kian menarik bagi orang-orang tertentu. Orang-orang semacam ini telah memanfaatkan Raspberry Pi 3 untuk berbagai keperluan, misalnya untuk HTPC atau server rumah. Kit ini juga akan sangat bermanfaat untuk pengguna yang ingin memanfaatkan kinerja dan kapasitas SSD dan ingin meningkatkan kegunaan Raspberry Pi 3 secara maksimal. Sayangnya, belum diketahui kapan produk ini tersedia secara global. Juga tidak ada kabar apakah akan ada kit lainnya untuk Raspberry Pi versi sebelumnya.
09.29
thumbnail

Intel Akan Hapus Royalti Thunderbolt 3

Posted by Aizen Sosuke on


Agar adopsi Thunderbolt 3 makin luas, Intel berencana untuk menghapus royalti Thunderbolt 3. Dengan demikian, produsen yang hendak menggunakan Thunderbolt 3 akan bisa menekan biaya yang diperlukan. Thunderbolt adalah antarmuka yang sudah tersedia sejak lama walau memang belum setua USB. Thunderbolt dirancang oleh Intel bekerja sama dengan Apple untuk menjadi antarmuka dengan bandwidth besar untuk berbagai perangkat eksternal. Thunderbolt lazim digunakan oleh notebook keluaran Apple, namun tidak demikian halnya dengan notebook keluaran produsen lain pada umumnya.Tak begitu luasnya adopsi ini sedikit banyak memengaruhi Intel untuk menghapus royalti Thunderbolt 3. Penghapusan ini direncakan akan dilakukan pada tahun depan. Berhubung tak perlu membayar royalti, biaya yang diperlukan untuk mengadopsi Thunderbolt 3 pun akan berkurang.

Seperti USB yang telah mengalami berbagai peningkatan, begitu pula dengan Thunderbolt yang kini telah mencapai versi 3. Thunderbolt 3 menawarkan beberapa peningkatan dari versi sebelumnya. Salah satunya adalah bandwidth teoritis maksimal yang bisa didukungnya. Bila pada Thunderbolt bandwidth teoritis maksimal itu sebesar 10 Gbps dan di Thunderbolt 2 naik menjadi 20 Gbps, Thunderbolt 3 menawarkan bandwidth teoritis maksimal sebesar 40 Gbps. Bandwidth teoritis maksimal dari Thunderbolt 3 ini lebih besar dari bandwidth teoritis maksimal yang ditawarkan USB 3.1 Gen 2. USB 3.1 Gen 2 “hanya” menawarkan bandwidth teoritis maksimal sebesar 10 Gbps. Hal lain yang juga menarik dari Thunderbolt 3 adalah konektor yang digunakan. Konektor dari Thunderbolt 3 memanfaatkan USB Type-C. Sebelumnya konektor yang digunakan adalah mini-DisplayPort. Menurut Intel, tujuan dari penggunaan USB Type-C ini adalah agar Thunderbolt 3 menjadi antarmuka dengan konektor ringkas untuk banyak keperluan.

Thunderbolt 3 memang dilengkapi pula dengan USB 3.1 Gen 2. Jadi, suatu konektor Thunderbolt 3 di sebuah notebook yang hadir dalam rupa port USB Type-C bisa juga digunakan layaknya USB 3.1 Gen 2. Dengan kata lain, aneka perangkat USB dengan konektor USB Type-C bisa langsung dipasangkan padanya. Selain itu, Thunderbolt sejak awalnya juga telah menyertakan DisplayPort. Untuk Thunderbolt 3, DisplayPort yang disertakan adalah yang versi 1.2. Terintegrasi di Prosesor Intel juga mengumumkan akan mengintegrasikan Thunderbolt 3 pada prosesornya. Selama ini Thunderbolt 3 ditawarkan melalui chip tambahan. Dengan chip tambahan, biaya yang diperlukan oleh produsen untuk menawarkan Thunderbolt 3 pada produknya seperti notebook pun meningkat. Belum lagi chip tambahan yang ditawarkan Intel tersebut juga membutuhkan dayanya sendiri.

Berhubung Thunderbolt didasarkan pada PCI-Express dan Thunderbolt 3 menggunakan PCI-Express 3.0 x4, chip tambahan tersebut akan membutuhkan PCI-Express 3.0 x4 dari sistem. Meski biasanya PCH atau chipset Intel masa kini menawarkann lajur PCI-Express 3.0 yang tak sedikit, koneksinya ke CPU menggunakan DMI 3.0. DMI 3.0 tersebut didasarkan pada PCI-Express 3.0 x4. Bila dihubungkan ke sistem melalui PCH, saat beroperasi penuh, Thunderbolt 3 akan “berebut” bandwidth dengan perangkat lain yang terhubung ke PCH seperti media simpan internal dan kartu suara tambahan. Memang bisa saja menggunakan lajur PCI-Express 3.0 dari prosesor. Meskipun begitu, tak semua prosesor Intel menawarkan lajur PCI-Express 3.0 yang berlimpah. Pada prosesor desktop Intel untuk konsumen misalnya, yang menawarkan lajur PCI-Express 3.0 lebih dari enam belas adalah prosesor kelas high end.

Kebanyakan prosesor desktop Intel untuk konsumen menawarkan lajur PCI-Express 3.0 hanya sampai enam belas. Keenam belas lajur tersebut peruntukkannya cenderung kepada kartu grafi s tambahan. Dengan kata lain, kinerja kartu grafis tambahan yang dipasang bisa berkurang bila sebagian lajur PCI-Express 3.0 yang ada diambil untuk Thunderbolt 3. Nah, dengan mengintegrasikan Thunderbolt 3 secara langsung pada prosesor, permasalahan seperti ini bisa diatasi. Dengan biaya yang lebih ringan dan makin mudahnya menyediakan Thunderbolt 3, diharapkan makin banyak PC desktop maupun notebook yang menggunakannnya. Dengan makin lazimnya Thunderbolt 3, pilihan perangkat eksternal yang menggunakannya pun seharusnya makin banyak.  
09.25