Kawasaki sangat lekat dengan brand image sebagai motor sport batangan berwarna hijau, berbagai produk telah dirilis ke pasar Indonesia dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Zaman dahulu sih Kawasaki juga memiliki produk sepeda motor bebek juga lho. Sobat nggak percaya? Dulu di era 1990an dan era 2000an si Kawak pernah punya jajaran sepeda motor bebek seperti Kawasaki Kaze R, Blitz, ZX-130, Kawasaki Edge dan lain sebagainya. Namun dari segi penjualannya terbilang tidak sukses, hal ini akibat dari dominasi sepeda motor merek Honda, Yamaha serta Suzuki yang telah lebih dulu melekat di masyarakat Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan Kawasaki kurang bisa bersaing di segmen sepeda motor bebek. Padahal ketika itu motor bebek/ cub/ underbone masih mendominasi jalanan di Indonesia.
Tak putus asa, pabrikan yang identik dengan warna ijo ini di tahun 2008 pernah merilis sepeda motor yang tergolong sebagai bebek sport dengan desain ayago alias ayam jago. Yupz, sepeda motor tersebut adalah Kawasaki Athlete 125. Secara desain sih nih motor cukup keren dan sporty, cocok untuk dibawa nongkrong anak muda dan jalan-jalan bersama gebetan. Dan sepeda motor Athlete 125 ini penjualannya tergolong sukses di pasaran dibandingkan dengan motor bebek Kawasaki lainnya.
Warna Athlete125 hijau yang khas Kawasaki banget!
Menggendong mesin 125 cc, berdesain ayago, velg racing, sudah mengaplikasikan monoshock dan rem cakram depan-belakang. Hal yang paling menarik dari motor ini adalah letak tangki yang berada di bagian depan sehingga tak perllu turun jika ingin mengisi bensin. Desain yang menarik di zamannya dan harganya pun kompetitif (sama dengan Yamaha Jupiter Z). Penulis masih ingat harganya di Rp. 13,1 juta, sebab penulis juga pernah kesengsem ama nih motor. Bagaimana spesifikasi teknis dari Kawasaki Athlete 125 ini. Kita simak pada tabel di bawah!
Spesifikasi Teknis Kawasaki Athlete 125 |
Tipe Mesin | 4 langkah, SOHC 2 katup |
Kapasitas silinder | 124,6 cc (Bore x Stroke 56 x 50,6 mm) |
Daya/Torsi maksimum | 9,9 PS @ 8.000 rpm / 8,6 Nm @ 6.000 rpm |
Sistem bhn. bakar | Karburator Keihin PB 18 atau PB 20 |
Sistem starter | Elektrik dan Kick Starter |
Transmisi | 4 speed (Athlete generasi awal kopling semi-otomatis) rilisan 2008, Athlete Pro (kopling manual yang dirilis pada 2016) |
Kapasitas tangki | 5,2 liter |
Suspensi depan/ Belakang | Teleskopik / Swing arm dengan monoshock horizontal (Unitrak) |
Rem Depan & Belakang | Disc brake (cakram) |
Kawasaki Athlete 125 performanya kurang kompetitif, jika dibandingkan dengan sepeda motor di kelas yang sama, misalnya dengan Honda CS1 maka power Athlete 25 ini kalah besar. Apalagi jika hendak dibandingkan dengan Suzuki Rider 125 ataupun Honda Sonic 125. Kawasaki Athlete 125 masih menggunakan mesin selonjoran bukan mesin tegak. Sepertinya mesin sepeda motor ini dibuat dari basis mesin keluarga Kaze, sehingga pantas saja tenaganya kalah dibandingkan dengan sepeda motor kompetitor. Di ajang roadrace juga sepeda motor ini sulit untuk bisa bersaing dengan pabrikan lainnya. Hal inilah mengapa saya katakan bahwa Kawasaki Athlete 125 adalah "Sang Atlit yang tak pernah juara".

Letak tangki bensin Kawasaki Athlete 125
Di tahun 2015 Kawasaki melakukan rombakan dan facelift untuk motor ini, dan dinamai ulang dengan Kawasaki Athlete Pro 125. Dimana pada facelift ini telah disematkan kopling tangan manual dan juga banyak ubahan pada bodinya, termasuk bagian knalpot dan headlamp. Dengan adanya kopling manual, Kawasaki Athlete Pro torsinya naik dari 8,6 Nm @6000 rpm menjadi 9,2Nm @6500 rpm. Walaupun sudah diromabk besar-besaran, tetapi sepeda motor ini tetap kurang laku penjualnnya. Faktor pemasaran diduga menjadi salah satu penyebab kurang moncernya penjualan Athlete. Promosi yang tidak seagresif kompetitor membuat motor ini kurang dikenal masyarakat luas.
Tampilan Kawasaki Athlete Pro 125, lebih kekar
Seiring berjalannya waktu, tren pasar roda dua di Indonesia mulai berubah. Konsumen beralih ke motor matik yang menawarkan kemudahan berkendara, terutama untuk penggunaan di perkotaan. Di sisi lain, segmen motor bebek sport perlahan mengalami penurunan permintaan yang signifikan. Kondisi tersebut membuat Kawasaki akhirnya menghentikan produksi Athlete pada tahun 2017. Keputusan itu bukan semata karena kualitas motornya kurang baik, melainkan lebih dipengaruhi oleh minimnya penjualan, persaingan yang sangat ketat, serta perubahan selera konsumen yang mulai meninggalkan motor bebek/sport dan beralir ke sepeda motor matik yang lebih praktis.
0 komentar:
Posting Komentar