
Sejak kehamilan bibi saya memasuki usia 4 bulan hingga bulan ke-8, sering terdengar suara cekikikan nyai kunti di sekitar rumah. Kebetulan rumah bibiku bersebelahan dengan rumahku, dan saya terbiasa tidur larut malam antara jam 24.00-01.30. Sebenarnya, bibiku juga sudah menyadari hal ini, dan melakukan upaya agar tidak diganggu oleh kuntilanak semasa kehamilannya. Seperti, rajin solat, membaca al-qur'an, tidak kelayaban di saat hari sudah memasuki senjakala, dan lain sebagainya. Namun, semua upaya itu nampaknya tidak berhasil menjauhkan nyi kunti darinya. Teror demi teror pun dialami bibiku, khususnya kala hari menjelang tengah malam. Bahkan, ada beberapa tetangga yang juga pernah melihat nyi kunti lagi nangkring diatas genting rumah bibiku. Maklum saja, bibi cuma tinggal berdua saja dengan anaknya yang masih remaja, suaminya pun pulang ke rumah, paling-paling sebulan 2 kali. Mungkin hal inilah pulalah yang membuat makhlus halus sering menyatroni rumahnya.
Alangkah bahagianya sang ibu yang kehamilannya sudah menginjak usia 8 bulan, sambil menantikan kelahiran sang buah hatinya yang tidak lama lagi. Namun, sesuatu yang buruk pun terjadi ketika itu, saat melakukan check-up rutin ke rumah sakit sekitar, dokter menyatakan bahwa bayi dalam kandungan sudah tak bernyawa dan harus segera dikeluarkan (di kuret). Ibu mana yang tak sedih mendengar kabar tersebut, kemudian saya mengingat kembali beberapa kejadian ganjil selama masa kehamilan bibiku tersebut. Beberapa kali saya mendengar suara ketawa nyi kunti di tengah malam yang hening, yang membuat bulu kuduk berdiri. Yah, mungkin cerita ini dapat diambil hikmahnya. Ibu hamil harus selalu waspada pada hal-hal gaib seperti ini, sebisa mungkin di rumah yang ditempati agar selalu ramai dengan banyak anggota keluarga yang menemani semasa masa kehamilan.
0 komentar :
Posting Komentar