Tahun Suram Maskapai Penerbangan Malaysia

Insiden hilanganya pesawat ini menjadi catatan kelam bagi dunia penerbangan Malaysia di penghujung tahun 2014 ini. Karena sebelumnya sudah terjadi dua kali kecelakaan pesawat dari maskapai penerbangan Malaysia di tahun yang sama.

Review Game: Crysis 3, Misi Menyelamatkan Bumi

Di awal permainan game Crysis 3 ini dikisahkan bahwa Prophet sedang tertidur di dalam Cryo­tube yang di sim­pan oleh CELL, perusahaan yang merancang dan membuat Nanosuite. Ia kemudian dibebaskan oleh Psycho, selaku pimpinan pemberontak yang tidak suka de­ngan CELL.

Satelit Buatan Indonesia Akan Diluncurkan Tahun Ini

Indonesia selama ini masih bergantung pada satelit buatan asing, karena memang satelit Indonesia masih dibuat di negara lain. Menanggapi hal tersebut, Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berusaha untuk secepatnya mandiri.

Proyek PRISM, AS Mata-Matai Internet Dunia

Pemerintah Amerika serikat memberikan NSA akses ke data pengguna internet pada beberapa perusahaan teknologi untuk memata-matai aktivitas mereka. Proyek tersebut ialah PRISM, singkatan dari Planning Tool for Resource Integration, Synchronization and Management.

Thailand Juarai AFF Suzuki Cup 2014

Tim Nasional Thailand akhirnya memastikan diri menjadi kampiun AFF Suzuki Cup 2014 usai menang dengan agregat 4-3 atas Malaysia. Sebelumnya di babak final leg pertama yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand unggul 2-0 atas Malaysia.

Tampilkan postingan dengan label Graphic Card. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Graphic Card. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Desember 2017

ASUS ROG STRIX RX470-O4G Gaming, VGA Card Mainstream Performa Oke

Jajaran graphics card AMD Radeon RX seri 400 datang sejauh ini sudah ada tiga varian, yakni RX 480, RX 470, dan RX 460. Posisi RX 470 sendiri berada di tengah-tengah diantara ketiganya. Begitupun soal performa & harga jualnya. Meski masuk dalam kelas mainstream, performanya tak bisa diremehkan. Berbekal GPU Polaris 10 yang juga digunakan pada Radeon RX 480, RX 470 bisa dijadikan alternatif untuk Anda yang merasa kemahalan dengan harga graphic card flagship di jajaran AMD Radeon RX seri 400 tersebut. Salah satu produsen graphics card, MSI pun tak mau ketinggalan untuk mengadopsi GPU Polaris 10 yang digunakan pada AMD Radeon RX 470 melalui seri MSI Radeon RX 470 GAMING X 4G.

Desain
Sebagai salah satu anggota keluarga ASUS Republic of Gamers (ROG) yang masuk ke dalam jajaran perangkat STRIX GAMING, graphics card ini datang dengan nuansa hitam yang kental. Hal ini terlihat dari desain penutup heatsink dan dua buah kipas berdiameter 10 cm yang ada pada bagian depan. Begitu juga dengan warna PCB-nya. Agar tidak cepat kotor, seluruh kipas tersebut dirancang untuk bisa berhenti berputar ketika beban kerja graphics card cenderung rendah, seperti pada saat memutar film atau memainkan game ringan. Namun ketika bebannya cukup berat, seperti saat memainkan game yang memiliki banyak efek visual grafis, kipas akan kembali berputar agar temperatur GPU tetap terjaga.
Untuk mengalirkan panas yang dihasilkan oleh GPU, ASUS menyematkan heatsink bernama DirectCU II. Sesuai namanya, heatsink tersebut dibekali dengan dua buah heatpipe yang langsung menyentuh GPU. Satu di antaranya melintang dari GPU ke heatsink bagian kiri. Sisanya, dari GPU ke heatsink bagian kanan. Dengan begitu, panas pun bisa disalurkan dengan optimal. Agar tidak mudah bengkok pada saat temperaturnya tinggi karena dioverclock atau sebab lainnya, ROG-STRIX-RX470-O4G-GAMING memiliki backplate tebal berbahan baja pada bagian atas.

Layaknya graphics card gaming pada umumnya, graphics card yang memiliki total dimensi 24,2 x 12,9 x 4,2 cm ini dilengkapi dengan lampu LED yang diberinama Aura RGB Lightning. Lampu indikator yang berada di bagian depan tersebut memiliki jutaan warna yang bisa dikostumisasikan sesuai keinginan pengguna melalui aplikasi GPU Tweak II yang terinstall pada PC. Tak cukup sampai situ, Anda juga diizinkan untuk menggunakan salah satu dari enam animasi efek yang tersedia, di antaranya adalah Static, Breathing, Strobing, Color Cycle, Music Effect, dan GPU Temperature.

Secara keseluruhan, desainnya tak jauh berbeda dengan graphics card sejenis lainnya. Agar bisa memainkan game melalui lebih dari satu monitor dengan konfigurasi AMD Eyefinity, ASUS menyematkan sebuah port HDMI, DisplayPort, dan dua buah DVI-D. Namun tak hanya itu, ASUS juga memberikan sedikit feature tambahan yang cukup bermanfaat. Pada bagian samping, terdapat sebuah konektor kipas 4 pin yang bernama ASUS FanConnect. Layaknya pada mainboard, ini memungkinkan Anda untuk mengoneksikan kipas tambahan yang umumnya dipasang pada casing. Bedanya, melalui konektor ini, kecepatan putaran kipas akan disesuaikan berdasarkan temperatur GPU, bukan CPU.
ASUS menyematkan konektor kipas 4 pin pada graphics card ini

Spesifikasi VGA ASUS ROG STRIX RX470-O4G Gaming
GPU Codename 
GCN 4th Gen (Polaris 10)
Compute Unit
32
Stream Processor
2048
GPU Clock/Boost
1250 Mhz/ 1270 Mhz
Memori
4GB GDDR5 / 256 bit
Clock Memory
6600 MHz
Kapasitas Memori
1 GB
TDP
120 Watt
Interface
PCIe 3.0 x16
Paket penjualan: Installation Guide, Driver Disc, 2X ROG Cable Ties, Kupon World of Warships

Performa
Sebagai graphics card kelas mainstream, performanya terbilang cukup tinggi. Tak cuma karena penggunaan GPU Polaris 10 yang digunakannya, tetapi juga konfigurasi GPU clock yang lebih tinggi dari model reference. Pada model reference, Radeon RX 470 hanya berjalan pada default clock sebesar 926 MHz dan boost clock 1.206 MHz. Sementara pada graphics card ini, ASUS menggunakan konfigurasi default clock 1.250 MHz pada mode gaming dan 1270 MHz pada mode OC. Tak hanya itu, penggunaan berbagai komponen solid dan 5+1 Phase Super Alloy Power II juga membuat graphics card ini memiliki performa dan durabilitas yang prima. Untuk menguji performa graphics card ASUS ROG-STRIX-RX470-O4G GAMING, News Mojo menggunakan beberapa game berat seperti Grand Theft Auto V, Battlefield 4, dan Rise of the Tomb Raider pada resolusi Full HD (1.920x1.080) dan konfigurasi ULTRA serta V-SYNC OFF. Berbekal GPU Polaris 10 dan kapasitas memori 4 GB GDDR5 berkecepatan 6.600 MHz, seluruh game tersebut berhasil ditampilkan dengan angka rata-rata frame per detik lebih dari 60 poin.

Plus Minus:
(+) Performa kencang untuk game berat konfigurasi ULTRA pada resolusi Full HD
(+) Menyertakan satu konektor kipas 4 pin pada sisi samping
(+) Terdapat kupon World of Warships pada paket penjualan
(-) Tak bisa tampil optimal pada game tertentu

Konklusi
Sebagai salah satu anggota keluarga Republic of Gamers (ROG), ASUS ROG-STRIX-RX470-O4G GAMING datang dengan berbagai feature menarik. Mulai dari penggunaan 5+1 Phase Super Alloy Power II untuk memaksimalkan durabilitas dan kinerja graphics card, hadirnya konektor kipas 4 pin, serta sebuah kupon World of Warships untuk Anda yang gemar bermain game. ASUS ROG-STRIX-RX470-O4G GAMING ini juga mampu menampilkan performa yang terbilang kencang untuk graphics card kelas mainstream. Oleh karenanya, tak heran jika ia dimasukkan ke dalam jajaran produk STRIX GAMING. Untuk menambah ‘aura’ gaming, ASUS pun tak lupa untuk menyematkan LED dengan jutaan warna bernama Aura RGB Lightning.

Jumat, 20 Maret 2015

ASUS GTX 650 Ti DirectCU II TOP, VGA Enthusiast Performa Tinggi

ASUS telah merilis sebuah graphics card dengan tipe GTX 650 Ti DiretCU II TOP. Seri DirectCU II TOP ini merupakan seri overclock dari tipe GTX 650 Ti dengan dilengkapi sistem pendingin yang hening dan efektif pada saat bekerja, sehingga performanya lebih maksimal. Graphics card ini menggunakan GPU Kepler dengan kapasitas memori 1024 MB serta 128-bit untuk memory interface. Sebagai keluarga Kepler, graphics card ini tentunya sudah menggunakan fabrikasi 28 nm sehingga konsumsi daya lebih minim dan lebih dingin pada saat bekerja. Secara keseluruhan, seri ini tampil dengan style yang sama dengan seri graphics card unggulan lainnya dari ASUS.

Dalam urusan performa, versi overclock ini membuat performa graphics card lebih cepat dibanding dengan varian yang menggunakan standar core clock default yang biasanya memiliki clock 928 MHz. Untuk hasil performa yang lebih baik, ASUS menaikkan core clock-nya hingga angka 1033 MHz. Dari sisi desain, graphics card ini dilengkapi feature Super Allow Power untuk mendukung peningkatan performa dengan menggunakan komponen-komponen pilihan terbaik sehingga memiliki kestabilan yang baik dan umur yang panjang.

Dengan heatpipe yang panjang yang terbuat dari tembaga, membuat graphics card ini mampu mengalirkan panas dengan baik dan cepat. Untuk meminimalkan panas, ASUS GeForce GTX 650 Ti DirectCU II TOP menyertakan dua buah kipas yang terletak di bagian atas heatsink. Graphics card yang menggunakan teknologi 28 nm ini memilki dua buah port DVI-D, satu buah HDMI, dan sebuah DisplayPort. Akan tetapi, pada tipe-tipe graphics card mid-end seperti GTX 650 Ti ini tidak dilengkapi SLI Bridge Port.

Masih dari sisi display, GPU ini juga sudah mendukung tampilan multiple HD display. Dengan teknologi ini, Anda dapat memasang banyak LED monitor hanya dari satu unit PC.
Spesifikasi VGA ASUS GTX 650 Ti DirectCU II TOP
GPU Codename 
Kepler
Core Technology
28 nm
Core Clock
1.033 MHz
CUDA Core
576
Memori
GDDR5
Clock Memory
5.400 MHz
Kapasitas Memori
1 GB
Interface Memori
128-bit
Interface Display
2x Dual-link DVI-D, 1x HDMI, 1x DisplayPort
Paket penjualan: Manual, Driver Disc.

Aspek plus & minus:
(+) Powerful untuk graphics card kelas menengah
(+) Kipas tidak menimbulkan suara bising pada saat bekerja
(-) Paket penjualan tidak disertai kabel-kabel tambahan

Sabtu, 14 Maret 2015

Mitos CUDA Core Pada Kartu Grafis NVIDIA

CUDA Core disebut-sebut sebagai faktor penentu saat seseorang ingin membeli kartu grafi NVIDIA. Makin banyak jumlah CUDA Core, makin kencang graphics card tersebut, benarkah demikian? Compute Unit Device Architecture atau yang biasa disingkat dengan CUDA, adalah sebuah platform komputasi paralel dan model pemrograman yang diciptakan oleh NVIDIA. Dengan menggunakan CUDA, sebuh graphics card dapat sebagaimana layaknya sebuah prosesor yang dapat memproses data yang berupa hitungan. Karena merupakan model pemrograman, CUDA berisi perintah-perintah berbahasa C, C++, dan Fortran untuk rendering serta mengkalkulasi efek fisika yang terjadi dalam video game. Contohnya seperti puing-puing, debu, api, cairan, hingga letak benda jatuh. Itu semua merupakan efek fisika. Dengan hadirnya efek fisika pada video game, bermain game akan lebih seru dan terasa lebih realistis.

Lalu, apa hubungannya dengan CUDA Core. CUDA Core merupakan tempat untuk mengeksekusi perintah-perintah yang mengalkulasi efek fisika tersebut. Di dalam sebuah GPU, tertanam puluhan hingga ribuan CUDA Core yang siap mengeksekusi perintah-perintah tersebut secara bersamaan, sesuai dengan konsep komputasi paralel yang diusungnya. Karena diciptakan oleh NVIDIA, maka CUDA Core ini merupakan fitur ekslusif yang hanya ada pada kartu grafis NVIDIA. Semakin banyak jumlah CUDA Core, semakin cepat pula pekerjaan yang diselesaikan oleh sebuah graphics card karena pekerjaan tersebut tidak hanya diselesaikan oleh satu CUDA Core saja, melainkan puluhan hingga ribuan CUDA Core. Sedangkan pada kelas mid-end, CUDA Core hadir dalam jumlah ratusan. Jumlah CUDA Core terus bertambah hingga ribuan pada kartu grafis kelas high-end seperti GeForce GTX 690. 

Jika anda seorang programer, NVIDIA menyediakan CUDA Toolkit yang dapat digunakan secara gratis untuk mengembangkan program dengan memanfaatkan CUDA Core pada kartu grafis NVIDIA. CUDA Toolkit tersedia untuk platform Windows, Linux (Fedora, Red Hat Enterprise, Ubuntu, OpenSUSE), dan Mac OS. 

Namun, benarkah jumlah CUDA Core merupakan faktor utama dalam menentukan seberapa kencang performa dari kartu grafis NVIDIA? Untuk membuktikannya, kami menguji 2 buah graphics card NVIDIA yang memiliki jumlah CUDA Core yang sama, yakni graphics card MSI GTX 560 Ti Hawk dan MSI GTX 650 Hawk OC Edition. Keduanya sama-sama memiliki jumlah CUDA Core sebanayk 384 unit.
Alur pemrosesan CUDa Core pada VGA NVIDIA

Meski memiliki jumlah CUDA Core serta jenis memori yang sama (GDDR5), namun kedua kartu grafis tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar, yaitu pada memori interface yang digunakan. Jika MSI GTX 560 Ti Hawk menggunakan memori interface 256 bit, MSI GTX 650 Hawk OC Edition hanya menggunakan 128 bit. Selain memori interface, core clock serta memori clock yang dimiliki MSI GTX 650 Hawk OC Edition juga lebih tinggi.

Hasil Benchmark
Inilah hasil pengujian kami yang dilakukan dengan menggunakan graphics card MSI GTX 560 Ti Hawk dan MSI GTX 650 Hawk OC Edition secara bergantian. Platform yang digunakan yaitu prosesor Intel Core-i7 2600K, mainboard MSI Z68A-GD80 (G3), memori Corsair Vengeance 16 GB, Hard disk Western Digital 1 TB, dan monitor LG Cinema3D D2342. Untuk menguji performa graphics card, kami menggunakan software 3DMark 11 pada resolusi 1280 x 720 dan 1920 x 1080. 
Selain 3DMark 11, kami juga menguji dengan game DiRT 3 yang berjalan pada DirectX 11 dengan konfigurasi default, preset medium dan Anti-aliasing 4x, pada track Aspen. Game Crysis 2 pun turut diuji coba dengan konfigurasi Extreem, Anti-aliasing 4x, dan Edge AA Off. Crysis 2 di-benchmark dengan mode DirectX 9 dengan menggunakan software Adrenaline Benchmark Tool. Sementara, Lost Planet 2 diuji dengan konfigurasi Test B, settingan grafik Middle, Anti Aliasing 4x, dan Blur On. Test B dipilih karena menampilkan efek tesselation cukup banyak. Sedangkan game terakhir, Just Cause 2, diuji pada map Concrete Jungle dengan konfigurasi default namun opsi V-sync dinonaktifkan.

Sebarapa Penting Interface Memori Pada Graphics Card?
Anda pernah melewati jalan tol? Jika 500 mobil melewati jalan tol dengan 8 lajur dibanding jalan tol yang hanya memiliki 4 lajur, mana yang lebih cepat? Tentu saja jawabannya adalah jalan tol 8 lajur. Konsep "bus" itulah yang digunakan pada interface memori. Delapan lajur jalan tol mewakili memory interface 256 bit, sedangkan jalan tol 4 lajur mewakili 128 bit. Bus sendiri adalah sub-sistem yang bertugas untuk mentransfer data antar-komponen di dalam maupun antar-komputer.
Dengan begitu, meskipun Core Clock dan memory clock yang dimiliki sebuah graphics card lebih besar, namun besarnya memory interface patut diperhatikan saat anda hendak membeli sebuah graphics card.

Kesimpulan
MEski memiliki jumlah CUDA Core yang sama, namun terdapat faktor lain yang membuat kartu grafis MSI GTX 560 Ti Hawk lebih unggul saat dibandingkan dengan MSI GTX 650 Hawk OC Edition. Dalam keadaan default, performa MSI GTX 650 Hawk OC Edition tidak mampu menyaingi MSI GTX 560 Ti Hawk, meski memiliki core clock serta memory clock yang lebih tinggi. 

Selain CUDA Core faktor lain juga cukup besar pengaruhnya dalammenentukan sebuah performa graphics card. Jika menilik hasil benchmark di atas, arsitektur Kepler dengan fabrikasi 28 nm yang digunakan pada kartu grafis MSI GTX 650 Hawk OC Edition tidak cukup membantu untuk mengalahkan performa dari MSI GTX 560 Ti Hawk yang masih menggunakan arsitektur Fermi.

Selasa, 10 Maret 2015

Sapphire HD 7770 Flex Edition, Eksklusif Berkat Hadirnya Teknologi FleX

FleX Edition pada graphics card SAPPHIRE seri HD 7770 ini menjadikannya memiliki kelebihan dibanding dengan graphics card serupa. FleX merupakan teknologi yang dikembangkan oleh SAPPHIRE yang membuat Anda dapat merasakan teknologi AMD Eyefinity tanpa harus menggunakan DisplayPort. Dengan teknologi fleX, Anda dapat menggunakan tiga monitor sekaligus untuk satu display dengan berbagai konfigurasi port.

Contohnya saja, Anda dapat menggunakan dua buah port DVI serta satu port D-Sub untuk AMD Eyefinity. Konfigurasi lainnya, Anda dapat menancapkan dua buah port DVI plus satu buah HDMI atau satu port D Sub, satu port DVI, sedangkan satu port lagi tertancap pada port HDMI. Semua konfigurasi tersebut bisa digunakan pada graphics card SAPPHIRE HD 7770 fleX Edition. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi membeli monitor yang memiliki DisplayPort atau membeli kabel tambahan agar dapat terkoneksi dengan DisplayPort pada graphics card. SAPPHIRE HD 7770 FleX Edition sendiri memiliki dua buah port DVI, satu buah port HDMI, dan satu buah DisplayPort. Jika kekurangan port DVI, kabel konverter HDMI ke DVI pun tersedia dalam paket penjualannya.

Graphics card yang dipersenjatai dengan dua buah heatpipe ini memiliki enam buah pin power. Dengan enam buah pin power tersebut, SAPPHIRE HD 7770 FleX Edition memiliki konsumsi daya yang tidak terlalu besar. Setidaknya, Anda membutuhkan power supply dengan daya 450 watt untuk menghidupkannya. Selain dua buah heatpipe, graphics card ini juga menggunakan sebuah kipas berdiameter 9 cm untuk mengusir panas.

Bagi Anda yang menggunakan interface HDMI untuk menonton film beresolusi Full HD dengan menggunakan TV, kabel HDMI sepanjang 1,8 meter juga tersedia pada paket penjualannya. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi membeli kabel HDMI untuk mengoneksikan graphics card ke TV atau monitor. Berikut data teknis graphic card Sapphire HD 7770 Flex Edition:
Spesifikasi VGA SAPPHIRE HD 7770 Flex Edition
GPU Codename 
Cape Verde
Core Technology
28 nm
Core Clock
1.000 MHz
Stream Proccessor
640
Memori
GDDR5
Clock Memory
4.500 MHz
Kapasitas Memori
1 GB
Interface Memori
128-bit
Interface Display
1 x DVI-D, 1 x DVI-I, 1 x HDMI, 1 x DisplayPort
Paket penjualan: Quick Installation Guide, Driver Disc, HDMI to DVI Cable, HDMI Cable, DVI to D-Sub Adapter, 1 x CrossFire Cable, 1 x Power Cable

Aspek plus minus:
(+) Dilengkapi dengan teknologi SAPPHIRE FleX 
(+) Menyertakan kabel HDMI serta HDMI ke DVI pada paket penjualan
(-) Ukuran heatsink yang digunakannya cukup kecil