Tahun Suram Maskapai Penerbangan Malaysia

Insiden hilanganya pesawat ini menjadi catatan kelam bagi dunia penerbangan Malaysia di penghujung tahun 2014 ini. Karena sebelumnya sudah terjadi dua kali kecelakaan pesawat dari maskapai penerbangan Malaysia di tahun yang sama.

Review Game: Crysis 3, Misi Menyelamatkan Bumi

Di awal permainan game Crysis 3 ini dikisahkan bahwa Prophet sedang tertidur di dalam Cryo­tube yang di sim­pan oleh CELL, perusahaan yang merancang dan membuat Nanosuite. Ia kemudian dibebaskan oleh Psycho, selaku pimpinan pemberontak yang tidak suka de­ngan CELL.

Satelit Buatan Indonesia Akan Diluncurkan Tahun Ini

Indonesia selama ini masih bergantung pada satelit buatan asing, karena memang satelit Indonesia masih dibuat di negara lain. Menanggapi hal tersebut, Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berusaha untuk secepatnya mandiri.

Proyek PRISM, AS Mata-Matai Internet Dunia

Pemerintah Amerika serikat memberikan NSA akses ke data pengguna internet pada beberapa perusahaan teknologi untuk memata-matai aktivitas mereka. Proyek tersebut ialah PRISM, singkatan dari Planning Tool for Resource Integration, Synchronization and Management.

Thailand Juarai AFF Suzuki Cup 2014

Tim Nasional Thailand akhirnya memastikan diri menjadi kampiun AFF Suzuki Cup 2014 usai menang dengan agregat 4-3 atas Malaysia. Sebelumnya di babak final leg pertama yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand unggul 2-0 atas Malaysia.

Tampilkan postingan dengan label Audio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Audio. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2019

Review: Speaker Multimedia Edifier XM6PF

Speaker Multimedia 2.1 Edifier XM6PF
Edifier masih menjadi pemain utama di segmen speaker multimedia premium. Nama besar Edifier sudah tidak diragukan lagi dalam memproduksi speaker multimedia jempolan, dengan pengalaman selama puluhan tahun, Edifier telah dikenal sebagai produsen audio berkualitas tinggi. Kendati tidak se-tua Altec Lansing, tapi mereka sempat satu era dimana persaingan speaker multimedia lagi panas-panasnya (sekitar tahun 2005-2009). Dan secara pribadi, saya sudah lama mengenal merk ini di awal kemunculan era spekaer Edifier C1.

Di awal tahun ini Edifier kembali menelurkan sebuah produk speaker multimedia 2.1 untuk kelas entry level. Nama speaker tersebut adalah Edifier XM6PF (ada juga varian bersi bluetooth, yakni XM6BT), yang mana harganya selisih 120.000 rupiah saja dibanding versi wire. Dimensi packagingnya termasuk besar karena Edifier XM6PF ini sistem 2.1 dengan unit subwoofer 6.5 inci. Bobotnya juga lumayan, karena konstruksinya semua berbahan kayu. Mari kita lihat dulu penampakannya.
Kemasan Edifier XM6PF
Dengan warna dasar hitam, satelit speaker ini diberi aksen silver yang menurut saya look speaker ini cakep. Di taruh di meja di samping monitor terlihat enak aja gitu. Satelit ini terdiri dari 2 driver, 1 driver midrange 3 inci dan 1 tweeter 10 mm. Yang saya sayangkan adalah kabelnya yang permanen, panjangnya sih panjang banget, lebih dari cukup untuk standar meja PC. Tapi buat yang doyan ngoprek audio, kabel permanen ini agak menyulitkan seandainya ingin mengganti kabel yang lebih bagus, misalnya buat ganti karakter suara dan semacamnya. Unit subwoofernya menggunakan driver 6,5 inci dengan lubang port di sisi kiri.Sementara panel kontrol berada di sisi kanan. Di panel ini terlihat cukup ramai. Mulai dari tombol-tombol pengaturan, port input dan output ke satelit.

Dan seperti yang terlihat, ada slot SD CARD serta port USB sebagai konektivitasnya. Ini karena selain input audio “tradisional” melalui jack 3.5mm (AUX), speaker ini juga punya fungsi memutar file audio langsung dari storage memory card ataupun flashdisk. Bonus, ada fungsi FM Radio juga. Lumayan lengkap juga fitur yang dibawa oleh sepeaker ini.

Tombol Kontrol Speaker Edifier XM6PF
Edifier XM6PF ini menyediakan remote mini yang tentunya sangat berguna mengingat sudah pasti panel pada subwoofer ini nantinya susah dijangkau karena biasanya berada di bawah dan (ujung) belakang. Singkat cerita, setelah saya coba pasang di meja PC gw, langsung saja saya nyalakan. Saya menggunakan kabel stereo 3.5 mm yang disertakan. Kualitasnya terbilang standar sih, tapi sebelum saya pakai kabel custom, saya mau tahu dulu seperti apa suaranya dalam kondisi ‘standar’ dengan semua yang diberikan dari pabrikan.

Dan keluhan awal muncul. Kontrol volumenya full digital, yang artinya tidak ada indikator volume. Kalau biasa kita bisa putar volume misalnya, seperempat, atau setengah, di XM6PF ini tidak bisa tahu posisi persis itu. Jadi pakai kira-kira. Harusnya ada indikator berupa LED atau sejenisnya. Untungnya untuk volume subwoofer alias bass masih pakai knob putar dan saya set posisi di angka 10 yang menurutku sudah cukup.
Lanjut soal fitur ekstra seperti media player, baik slot USB ataupun slot SD Card nya bisa dipakai buat muter file audio langsung. Jenis format yang disupport adalah mp3 dan wma. Yup, kuno, karena sama sekali tidak mendukung format flac atau m4a (aac). Sementara untuk fitur FM Radio nya sangat sederhana, karena serba otomatis. Jadi kita tinggal scan, dan dia akan otomatis menangkap dan menyimpan channel dari stasiun radio yang didapat dengan jelas. Ya cukup lah buat selingan kalau memang lagi kepingin mendengarkan radio.

Kualias Suara
Impresi awal dengar lagu dengan XM6PF adalah jernih. Musik terdengar open, agak bright tapi terasa lepas tanpa kesan menusuk. Aku coba dengar lagi baik-baik, ketahuan kalau karakternya adalah lembut (warm). Buat musik ballad, slow, dan vokal, enak banget. Mayoritas lagu pop juga mengalir dengan indah. Kabar baiknya, tweeter pada unit satelit adalah driver beneran, bukan cuma hiasan doang. Ada lho yang tweeternya cuma hiasan doang buat tampang (misal: Logitech Z333). 
Tweeter Satellite Edifier XM6PF
Kekurangan dari speaker ini baru terlihat (atau terdengar) ketika diputarkan lagu rock atau lagu dengan dinamika tinggi. Tempo sih masih bisa mengejar, tapi gregetnya terasa kurang dapat misalnya greget renyah dari distorsi gitar.

Karakter lembut ini juga sampai ke sektor low alias bassnya. Subwoofernya ini bertenaga, dan bisa dibilang menggema, juga cukup bisa untuk main rendah (sub-bass), tapi tendangannya kadang terasa agak kurang. Semakin terasa ketika dicoba dengan film yang penuh dengan aksi tembakan dan ledakan, terasa ada greget yang kurang. Untungnya kalau mau ajeb-ajeb sih masih enak karena kontrolnya baik, dan cukup gesit.

Yang saya suka adalah staging dan separation-nya, top markotop. Untuk ukurannya, satelit kecil ini bisa menghadirkan staging yang mewah. Mendengarkan rekaman Live enak banget pakai speaker ini. Separasi instrumen pun tersaji dengan baik. Vokal juga maju meskipun agak kurang padat.

Tenaga total 48W mungkin terlihat kecil secara angka, tapi percayalah, untuk ukuran kamar, ini sudah lebih dari cukup. Bahkan kalau mau taruh di ruang keluarga dijamin sangat cukup tenaganya. Secara keseluruhan sih tonalnya memuaskan dan menyenangkan. Saya kasih nilai speaker ini 8/10.

Selasa, 27 Agustus 2019

Rekomendasi Speaker Terbaik Di bawah 1 Juta (Tahun 2019)

Memilih speaker multimedia untuk komputer itu sebenarnya gampang-gampang susah, sesuaikan saja dengan anggaran yang ada. Tiap produk pasti memiliki sisi plus dan juga minus, jadi jarang ada speaker yang sempurna 100 persen. Anda pastinya sering bingung dan galau jika hendak membeli speaker yang bagus, sebab akan ada banyak pertimbangan selain masalah budget. Nah, kali ini saya akan memberikan rekomendasi speker multimedia dengan harga 700.000 hingga 1 juta. Dijamin kualitasnya tidak akan mengecewakan anda.

Apa saja sih speaker multimedia yang layak untuk di beli di kisaran rentang harga 1 juta ke bawah? Saya akan berikan uraian singkat speaker-speaker terbaik di kisaran harga tersebut. Urutan yang terbaik adalah dari urutan nomor 1. 

1. Thonet & Vander Grub 2.1
Ini dia jawara spekae multimedia 2.1 dari pabrikan T&V Jerman. Dengan mengusung konsep retro, spekaer ini memiliki kinerja yang ciamik, detil suara juga bagus, staging cukup luas serta hentakan bass yang sangat mantap, dilengkapi juga dengan tweeter yang mumpuni. Pokoknya speaker ini nyaris sempurna. Dengan daya 48 watt RMS saya kira ini cukup besar untuk digunakan di kamar anda. Hampir tidak ada sisi minus dari speaker ini, saya jamin anda tidak akan menyesal untuk memboyongnya.
Speaker T&V Thonet & Vander Grub 2.1
Overall, suara thonet & vander .grub (retro edition) ini jauh dari apa yang bisa dikeluarkan oleh (katakanlah) Sonic Gear Titan 5. Treble dan mid yang dapat dengan akurat menjalankan tugasnya dan dibekali dengan bass yang nendangnya bikin getar dada. Walaupun memang sedikit memiliki kekurangan pada frekuensi rendah, tetap saya rekomendasikan speaker ini kepada semua orang yang ini mencari speaker harga 1 jutaan namun memiliki kualitas yang sangat baik.

Rating: 83%
Harga: Rp. 1 juta

2. Edifier XM6PF
Impresi awal dengar lagu dengan XM6PF adalah jernih. Musik terdengar open, agak bright tapi terasa lepas tanpa kesan menusuk. Gw coba dengar lagi baik-baik, ketahuan kalau karakternya adalah lembut. Buat musik ballad, slow, dan vokal, enak banget. Mayoritas lagu pop juga mengalir dengan indah. Kabar baiknya, tweeter pada unit satelit adalah driver beneran, bukan hiasan doang. Kekurangan dari speaker ini baru terlihat (atau terdengar) ketika diputarkan lagu rock atau lagu dengan dinamika tinggi.
Speaker 2.1 Edifier XM6PF
Karakter lembut ini juga sampai ke sektor low alias bassnya. Subwoofernya ini bertenaga, dan bisa dibilang membahana, juga cukup bisa untuk main rendah (sub bass), tapi tendangannya kadang terasa agak kurang. Semakin terasa ketika dicoba dengan film yang penuh dengan aksi tembakan dan ledakan. Ada greget yang kurang. Untungnya kalau mau ajeb-ajeb sih masih enak karena kontrolnya baik, dan cukup gesit. Tenaga total 48W mungkin terlihat kecil secara angka, tapi percayalah, untuk ukuran kamar standar, lebih dari cukup. Bahkan kalau mau taruh di ruang keluarga dijamin sangat cukup tenaganya.

Untuk ukuran speaker multimedia, Edifier XM6PF menghadirkan solusi audio yang menarik terutama untuk pengguna PC karena mayoritas target speaker multimedia adalah pengguna PC.

Rating: 81%
Harga: Rp. 900.000

3. SonicGear Armaggeddon A3
Merk yang dimiliki oleh LeapFrog Global Singapura ini bisa dibilang best budget jika dilihat dari harga dan spesifikasi kebanyakan speakernya yang beredar dipasaran. Jika dibandingkan dengan Simbadda speaker keluaran merk ini rata-rata memiliki suara yang lebih memukau terutama bass-nya yang khas serta kualitas finishing yang lebih baik. Salah satu seri dari merk ini adalah Armageddon A3 yang mana harganya sangat terjangkau di kantong, selain itu juga daya speaker ini tidak terlalu besar, yakni sebesar 46 watt.
Spekaer SonicGear Armaggeddon A3
Bentuk subwoofer yang terkesan sederhana dengan dihiasi led berwarna oranye disekitar grill membrannya dan terdapat kontrol volume, bass dan treble pada bagian kiri bawah, untuk interkoneknya terdapat dua pasang interkonek rca yang digunakan untuk input maupun output speaker. Sedangkan satelit speaker yang menghadap kedepan terkesan lebih bagus dari subwoofernya serta mencerminkan power yang dibawa speaker tersebut, pada setiap satelit terdapat sebuah driver middle dan sebuah driver tweeter yang dihiasi dengan grill berbentuk bulat.

Dalam pengujian yang saya lakukan menggunakan soundcard laptop dan kabel interkonek bawaannya, didapatkan suara dengan karakter warm bright dengan rincian separasi lumayan, staging luas, bass boomy tapi mantap, detail lumayan, dan treble cenderung menusuk. Bagi beberapa orang yang tidak menyukai treble menusuk bisa mengurangi volume treble-nya. Secara keseluruhan suara yang dihasilkan bagus untuk hampir sebagian besar genre musik.

Rating: 78%
Harga: Rp. 680.000

4. Edifier R1280T
Kalau anda mencari speaker dengan konfigurasi 2.0 atau sering disebut juga bookshelf, makan Edifier R1280T layak anda pertimbangkan. Ada beberapa orang yang berpendapat speaker 2.0 sangat cocok untuk mengengarkan musik-musik akustik dan juga jazz. Memang bass dari spekaer jenis 2.0 tidak se-menggelegar spekaer 2.1, namun saya yakin dengan daya 40 watt RMS dijamin anda puas mendengarkan bass-nya.
Speaker 2.0 Edifier R1280T Bookshelf
Karakter dari speaker Edifier ini tergolong bright, suara jelas dan cetar, namun bass agak kurang dentumannya, maklum ini adalah speaker 2.0. Tidak semua orang butuh speaker dengan bass yang menggelegar. Namun speaker memiliki staging yang bagus dan kualitas suara yang dihasilkan sangat jernih. Anda serasa mendengar penyanyi aslinya sedang bernyanyi di hadapan anda.

Rating: 77%
Harga: 950.000

5. Logitech Z333
Ini dia produk dari perusahaan ternama, logitech yang berbasis di Eropa. Reputasi dan kredibilitas pabrikan ini tak usah diragukan lagi, pengalamannya sudah puluhan tahun di bidang periferal PC & speaker. Spekaer logitech Z333 adalah spekaer yang cukup mumpuni untuk aktivitas multimedia di kamar anda, dengan daya 40 watt RMS sudah cukup besar untuk penggunaan di ruangan kamar. Bentuknya cukup simple namun terlihat elegan dan solid adalah nilai plus dari speaker ini.
Speaker Logitech Z333
Kualitas dan detil suara yang cukup prima adalah ciri khas logitech, dentuman bass pun cukup oke dan lumayan bertenaga. Separasi pun cukup baik, hanya saja ada satu kekurangan yang menurut saya cukup kentara yaitu, untuk suara-suara yang tinggi sekali (ultra-treble) sepertinya sengaja diredam oleh speaker ini. Sehingga saya mendengar treble yang sangat tinggi di speaker ini terasa mendem. Namun secara overall saya kira speker ini layak untuk anda beli.

Rating: 76%
Harga: Rp. 770.000

6. Edifier M1386
Jika anda memerlukan speaker yang tidak memakan tempat dan daya kecil untuk multimedia kamar anda, saya rasa Edifier M1386 adalah pilihan yang tepat. Dengan daya hanya 30 watt RMS, tagihan listrik anda tidak akan jebol. Speaker ini berbentuk kotak compact dan satelitnya yang menghadap sedikit keatas, serta subwoofer yang berbentuk kotak dengan drivernya yang tertutup kesing membuat membran aman dari gangguan benda asing.
Speaker Edifier M1386
Kontrol volume suara pada speaker ini terletak pada pod kontrol dimana terdapat enam tombol, 3 untuk mengatur suara, 1 untuk mode input, dan 2 untuk mengganti channel radio atau musik. Untuk kontrol bass terdapat knob pada bagian samping subwoofer yang sekaligus terdapat tombol untuk menyalakan dan mematikan speaker. Sementara untuk kontrol treble tidak ada. Speaker ini memiliki fitur dasar yang dimiliki speaker kebanyakan di pasaran, ditambah fitur input melalui usb dan sd card. Serta radio untuk menghibur kita dikala sudah bosan dengan koleksi musik yang ada.

Dalam pengujian yang saya lakukan menggunakan soundcard laptop maupun DAC, didapatkan suara yang hampir sama, dengan karakter suara natural, staging luas, deep bass tapi kurang mantap untuk basshead, detail bagus, dan treble mantap. Kualitas kabel interkonek bawaan Edifier sangat bagus meskipun menempel di subwoofer. Speaker ini lebih cocok untuk memutar musik akustik.

Rating: 75%
Harga: Rp. 925.000

7. Microlab TMN-9U
Speaker Microlab TMN-9U, merupakan speaker 2.1 yang sangat bertenaga serta menggunakan bahan dasar kayu yang sangat berkualitas, sehingga menghasilkan suara yang berkelas. Bahan material dari kayu juga menambah nilai estetika dan membuat desain speaker MICROLAB TMN-9U ini terlihat lebih elegan. Terdapat input USB dan SD card sebagai player multimedia dimana Anda dapat memainkan file musik atau lagu secara langsung dari flashdisk / SD Card.
Speaker Microlab TMN-9U Multimedia 2.1
Speaker Microlab TMN-9U memiliki total output power hingga 40W, dengan masing – masing speaker satellite memiliki daya 12W dan subwoofer sebesar 16W dengan rentang frekuensi 35 Hz – 20 kHz. Kedua satellite dilengkapi dengan pelindung magnetic sehingga aman diletakkan di sebelah TV atau monitor tanpa menimbulkan gangguan pada layar. Selain untuk menikmati lagu favorit, speaker ini juga cocok untuk kebutuhan home theater dalam menikmati film atau bermain game serta menunjang kebutuhan kantor dalam presentasi audio visual.

Satu kelemahan dari speaker ini adalah kualitas suara treble yang dirasa kurang menggigit, tweeter pada speker ini pun nampak kurang impresif, masih "malu-malu" untuk mengeluarkan suaranya. Namun dengan harga yang sangat terjangkau saya kira speaker ini layak untuk anda boyong.

Rating: 74%
Harga: Rp. 650.000

8. Altec Lansing VS2621
Speaker Altec Lansing VS2621 ini cocok untuk orang yang mencari speaker dengan desain keren dan tidak memakan banyak tempat, dengan kualitas suara yang bagus dan harga yang sangat terjangkau. Speaker Altec Lansing selalu memiliki desain yang nyentrik, bentuk satelitnya yang agak sedikit menghadap keatas dapat menghantarkan suara langsung ke telinga kita, serta subwoofer yang menghadap ke samping nantinya akan memberikan frequensi rendah yang lebih terasa. Tombol untuk kontrol volume suara pada speaker ini terletak pada salah satu satelit speaker yang terdapat led indikator. Untuk kontrol bass dan treble tidak ada dan diganti oleh knob tone kontrol yang digunakan untuk menaikkan maupun menurunkan kombinasi antara bass dan treble .
Altec Lansing VS2621 Spekaer Multimedia 2.1
Speaker ini berbahan plastik pada dua satelitnya. Meskipun begitu kualitas dari plastik yang digunakan bagus, dudukan subwoofer kayu yang terbuat dari plastik menambah kualitas bass menjadi lebih tajam. Untuk kabel interkonek bawaan Altec tertanam dalam speaker sehingga apabila terjadi kerusakan harus membongkar speaker terlebih dahulu, meskipun begitu ada jack tambahan yang dapat digunakan. 

Dalam pengujian yang saya lakukan menggunakan soundcard laptop maupun DAC, didapatkan suara yang kurang lebih sama, dengan karakter suara warm, staging luas, bass diatas speaker seharganya, detail lumayan, dan treble mantap.

Rating: 72%
Harga: Rp. 675.000

Selasa, 31 Maret 2015

Sennheiser IE 80, IEM Premium Dengan Fitur Sound Tuning

Kehadiran Sennheiser IE 80 yang menggantikan IE 8 merupakan salah satu upaya Sennheiser untuk menghadirkan line-up earphone yang lengkap. Selain mengalami  perubahan  nama,  IE  80 dihadirkan dengan desain yang lebih menarik serta melapisi sebagian bodinya dengan bahan metal yang membuatnya terlihat lebih mewah dibandingkan pendahulunya.

Penggunaan lapisan material logam ini dipadukan dengan penggunaan warna titanium pada bagian bodi plastiknya. Hal ini tentunya berbeda dengan IE 8 yang menggunakan material plastik diseluruh permukaannya dan dipadu dengan warna hitam yang membuatnya terlihat sedikit kuno.

Dalam hal kenyamanan, IE 80 menghadirkan kenyamanan yang baik. Penggunaan dalam waktu yang lama bukan menjadi masalah untuk IEM premium ini. Untuk Anda yang memiliki lubang telinga berukuran besar maupun kecil, Sennheiser turut menyediakan berbagai macam pilihan eartips untuk Anda. Terhitung ada 16 buah eartips yang dapat anda pergunakan untuk mendapatkan kenyamanan yang lebih baik ketika menggunakan IEM ini.

Untuk pengujian kali ini, kami menggunakan beberapa genre musik sekaligus, yaitu Progressive Rock (Dream Theater – Fatal Tragedy), Metal (Avenged Sevenfold – Save Me), Pop (Celine Dion – The Power of Love), KPOP (PSY - Gangnam Style) dan Jazz (Norah Jones – Come Away with Me) untuk mewakili karakter suara IE 80 ini.

IE 80 menawarkan soundstage dan kualitas suara yang tetap terjaga. Dentuman bassnya tergolong baik. Frekuensi middle yang dihasilkan terdengar cukup tebal dan lantang sehingga lagu-lagu yang menonjolkan vokal lebih enak didengar. Treble-nya tergolong pas untuk memenuhi berbagai lagu yang kami gunakan untuk pengujian kali ini. Staging yang dimiliki IEM ini terdengar luas hingga membuat kami merasa berada di tengah-tengah konser.
Spesifiaksi Sennheiser IE 80
Freq. Response
10 - 20.000 Hz
Impedance
16 ohm
Panjang Kabel
1,2 meter
Paket penjualan
Protective case, eartips (8 pasang), cable clip, earhooks, sound adjustment and cleaning tools
Harga
   Rp. 3.950.000

Aspek plus dan minus:
(+) Staging luas dengan detail suara yang baik untuk sebuah IEM
(+) Karakter natural cocok untuk seluruh genre lagu
(+) Sound tuning untuk penggemar bass

Kesimpulan:
In ear monitor premium dari Sennheiser ini kembali menghadirkan fitur sound tuning yang membuat penggunanya dapat mengatur tingkat bass sesuai dengan keinginan.

Sound Blaster Tactic3D Wrath, Headsetnya Gamer Kelas Berat

Creative, perusahaan yang bergerak di bidang aksesoris audio, seperti sound card, speaker, headphone, hingga headset, baru-baru ini menghadirkan produk terbarunya. Produk headset-nya kali ini mempunyai kualitas suara yang baik dan inovatif. Wireless headset terbarunya kali ini diberi nama Sound Blaster Tactic3D Wrath. Headset besutan Creative ini memiliki suara yang tajam dan baik. Dilihat dari bentuknya, headset ini sangat cocok untuk gamer karena memiliki desainm yang keren. Selain itu, fitur surround yang dimiliki headset ini akan membantun gamer ketika bermain game FPS.

Driver pada headset ini diklaim mampu menampilkan frekuensi suara 20 - 20.000 Hz dengan sensitivitas 102 dB. Untuk mikrofonnya, headset ini memiliki frekuensi 100 - 7.000 Hz. Impedance pada headset ini juga terbagi dua, yaitu 40 ohm untuk headphonenya dan <2.2k ohm pada mikrofonnya.

Sound Blaster Tactic3D Wrath memiliki sebuah tombol power yang digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan headset. Selain itu, mikrofon dari headset ini dapat dipasang maupun dilepas. Untuk mikrofon, headset ini telah menyediakan tombol power untuk mengaktifkan dan menonaktifkan fungsi mikrofon. Anda tidak akan direpotkan oleh driver karena headset ini telah mendukung fitur plug and play.

Untuk keperluan gaming kelas berat, Creative telah menyediakan software tambahan untuk pengaturan lebih lanjut. Sayangnya, software tersebut tidak disediakan dalam paket penjualannya. Namun, Anda dapat men download software tersebut di website resmi Creative. Bagi Anda para pro-gamer, kemudahan ini ditunjukkan oleh Creative melaluin software tersebut. Pasalnya, Anda tidak perlu mengotak-atik pengaturan secara manual untuk bermain suatu game karena pada software tersebut, Creative telah menyediakan berbagai profile dari berbagai jenis game. Hal ini tentunya sangat membantu Anda, para gamer.
Spesifiaksi Headset Sound Blaster Tactic 3D Wrath
Frequency Response
headphone 20 – 20.000 Hz
microphone 100 – 7.000 Hz
Impedansi
headphone 40 ohm
microphone <2,2k ohm
Panjang Kabel
1,8 m
Bobot
453 gram
Sensitivitas
headphone 102 dB
microphone -40 dB
Paket penjualan: Manual, Wrath Wireless USB Transmitter, Microphone, USB cable

Aspek plus dan minus:
(+) etail suara tergolong baik di game
(+) Ear-pad tegolong nyaman ketika digunakan dalam waktu lama
(+) Positioning objek yang bergerak pada game terdengar jelas

Kesimpulan:
Selain hadir dengan media wireless, headset ini cocok bagi Anda para pro-gamer. Aliran suara terdengar jernih untuk game-game yang mendukung surround audio karena dilengkapi dengan profile dari berbagai genre.

Plantronics Voyager Legend, Headset Cerdas Nan Canggih

Bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi dan sering melakukan komunikasi menggunakan smartphone, perangkat ini dapat dijadikan teman setia gadget anda. Pasalnya, Plantronics Voyager Legend dapat membantu Anda untuk menjawab telepon, maupun ketika anda akan melakukan panggilan telepon.

Headset ini memiliki dua tombol, tombol yang berada di sisi belakang, berfungsi untuk menjawab serta menutup telepon. Sedangkan tombol yang berada di sisi bawah memiliki tiga fungsi, mengaktifkan voice command, sebagai tombol play/pause saat streaming audio, dan menonaktifkan  microphone  ketika  menelepon.

Kehadiran teknologi voice command, membuat segalanya terasa mudah. Untuk mengoperasikannya, anda hanya perlu menyalakannya lalu mengatakan sebuah kata kunci. Cukup katakan "pair mode" untuk mengoneksikan ponsel dengan Bluetooth, atau "answer" untuk menjawab telepon, dan "ignore" untuk menutup telepon.

Di balik kesan minimalis yang ditampilkannya, headset Bluetooth ini memiliki segudang fitur. Contohnya saja, fitur  noise canceling, wind cancelling,  teknologi  multipoint, sweat proof, dan teknologi smart sensor. Fitur noise cancelling akan membuat suara anda akan terdengar jelas meskipun anda sedang berada ditengah-tengah keramaian seperti pasar dan bandara. Sedikit berbeda dengan fitur noise cancelling , fitur wind cancelling  akan memblokir suara-suara angin yang ada di sekitar sehingga anda dapat berkomunikasi dengan suara yang terdengar jelas.

Untuk anda yang memiliki lebih dari satu ponsel, fitur multipoint yang dimiliki Plantronics Voyager Legend ini dapat membuatnya terkoneksi dengan dua buah handphone sekaligus. Selain terkoneksi dengan dua buah ponsel, anda juga dapat menjawab telepon ketika terdapat panggilan masuk. Sedangkan teknologi smart sensor akan berfungsi saat anda memakai maupun melepas headset dalam keadaan pairing.