Lantas, bagaimana kalau video yang ukurannya bergiga-giga tersebut hendak kita abadikan/ kita simpan di dalam memori card atau flashdisk? Apakah bisa muat? Nah, agan tidak usah khawatir. Sebab kita bisa mengencode (kompres konversi) video tersebut ke dalam format (codec) lainnya, bisa dijadikan format video VP9, HEVC, AV1, VVC, atau bahkan format AV2 yang barusan dirilis. Mengapa videonya harus di encode ke format tersebut? Karena format tersebut lebih efisien dibanding dengan format h.264 yang sudah usang. Contohnya: saya mengkompres video dari film Pengabdi Setan (1982) dari format Bluray yang ukurannya 18GB menjadi format AV1. Coba tebak, dengan resolusi yang sama dan kualitas gambar yang hampir sama, berapa ukuran video tersebut dalam format AV1? Tertnyata ukurannya cuma 900mb saja. Ajaib kan? Kualitas gambar tetap terjaga, namun ukurannya jauh menyusut menjadi kecil.
Nah, agan bisa gunakan software gratisan Fastlix untuk meng-encode video. FastFlix adalah GUI gratis untuk encoding perangkat keras dan perangkat lunak H.264, HEVC, dan AV1. Software buatan paran relawan dari M.I.T ini punya banyak fitur dan pengaturan yang bisa membuat proses konversi video menjadi luwes. Nah, seperti inilah tampilan antarmuka dari Fastflix.
Nah, lalu apa saja setelah yang harus diperhatikan jika kita akan mengkonversi video dengan Fastlix ini?
- Yang pertama harus diperhatikan yaitu pemilihan codec video, pengaturan resolusi video (misal 720p, 1080p, 2160p), aspek rasio, cropping terpian hitam video, deinterlace, bitrate, chroma sub-sampling, kedalaman warna/bit depth dan juga kualitas video yang dikehendaki.
- Kualitas audio yang mencakup pemilihan codec audio (misalnya opus, aac, mp3, ogg, dolbi digital plus, dll.), lalu tingkat bitrate audio.
- Penyertaan subtitle atau penghilangan subtitle.
- Setelan tingkat lanjut, seperti: pengaturan FPS (frame rate), fitur kedalaman warna HDR, title, normalisasi volume audio atau menaik-turnkan volume audio.


0 komentar :
Posting Komentar