Sabtu, 04 Juli 2026

Fastflix, Software Video Encoder Terbaik

Pernahkah kamu merekam video berdurasi panjang lewat smartphone atau kamera digital? Hal pertama yang akan kamu perhatikan adalah ukuran video hasil rekaman tersebut apakah muat di memori card? Nah pastinya begitu kan? Betul tidak? Ya, kalau cuma merekam video berdurasi 10 menit hingga dua puluh menit sih nggak jadi masalah, yang jadi masalah jika kita merekam video dengan resolusi full HD dengan durasi lebih dari satu jam. Ukuran video pastinya akan mencapat bergiga-giga, atau  bahkan belasan GB, bahkan puluhan GB.

Video hasil rekaman dari smartphone atau kamera terbentuk dalam format AVC atau h.264 (orang awam sering menyebutnya dengan video mp4), dimana format ini merupakan video codec lawas yang dulu dirilis tahun 2004. Jangan heran kalau ukuran videonya bakalan membengkak bagai gajah. Format video h.264 ini yang paling umum dipakai di dalam dunia perekaman video, karena kompabilitas dengan perangkat yang luas, mulai dari HP android, kamera digital, televisi, media streaming macam youtube dan lain-lain. 

Lantas, bagaimana kalau video yang ukurannya bergiga-giga tersebut hendak kita abadikan/ kita simpan di dalam memori card atau flashdisk? Apakah bisa muat? Nah, agan tidak usah khawatir. Sebab kita bisa mengencode (kompres konversi) video tersebut ke dalam format (codec) lainnya, bisa dijadikan format video VP9, HEVC, AV1, VVC, atau bahkan format AV2 yang barusan dirilis. Mengapa videonya harus di encode ke format tersebut? Karena format tersebut lebih efisien dibanding dengan format h.264 yang sudah usang. Contohnya: saya mengkompres video dari film Pengabdi Setan (1982) dari format Bluray yang ukurannya 18GB menjadi format AV1. Coba tebak, dengan resolusi yang sama dan kualitas gambar yang hampir sama, berapa ukuran video tersebut dalam format AV1? Tertnyata ukurannya cuma 900mb saja. Ajaib kan? Kualitas gambar tetap terjaga, namun ukurannya jauh menyusut menjadi kecil.

Nah, agan bisa gunakan software gratisan Fastlix untuk meng-encode video. FastFlix adalah GUI gratis untuk encoding perangkat keras dan perangkat lunak H.264, HEVC, dan AV1. Software buatan paran relawan dari M.I.T ini punya banyak fitur dan pengaturan yang bisa membuat proses konversi video menjadi luwes. Nah, seperti inilah tampilan antarmuka dari Fastflix.

Nah, lalu apa saja setelah yang harus diperhatikan jika kita akan mengkonversi video dengan Fastlix ini?

  1. Yang pertama harus diperhatikan yaitu pemilihan codec video, pengaturan resolusi video (misal 720p, 1080p, 2160p), aspek rasio, cropping terpian hitam video, deinterlace, bitrate, chroma sub-sampling, kedalaman warna/bit depth dan juga kualitas video yang dikehendaki.
  2. Kualitas audio yang mencakup pemilihan codec audio (misalnya opus, aac, mp3, ogg, dolbi digital plus, dll.), lalu tingkat bitrate audio.
  3. Penyertaan subtitle atau penghilangan subtitle.
  4. Setelan tingkat lanjut, seperti: pengaturan FPS (frame rate), fitur kedalaman warna HDR, title, normalisasi volume audio atau menaik-turnkan volume audio.
Nah, seperti itu tutorial singkat untuk penggunaan software encoder Fastflix ini. Semoga bisa dipahami oleh agan-agan sekalian, dan juga bisa berguna bagi orang-orang yang bekerja sebagai editor video, konten kreator ataupun videografer profesional. Trims...!!

0 komentar :

Posting Komentar