
Menyoal karakteristik, spesifikasi mesin, avionik dan senjata yang akan digunakan pesawat J-31 belum diketahui secara pasti. Apabila kita amati, pesawat J-31 ini mirip dengan F-22 Raptor maupun F-35 Amerika Serikat. Hal inilah yang memicu dugaan Barat bahwa desain J-31 dibuat berdasarkan blue-print yang telah dicuri dari 6 server sub-kontraktor kedirgantaraan AS pada tahun 2009, ditambah lagi asal-usul pesawat J-31 juga tidak jelas. Meski demikian, China telah berhasil membuat dan menguji dua buah jenis pesawat stealth. Hal ini menempatkan negara-negara Asia secara kemampuan, tak kalah dengan Barat (AS) yang mana telah memiliki 3 model F-35 dalam proses pembangunannya, selain Rusia dengan pesawat tempur generasi kelima T-50 PAK FA dan pesawat siluman milik Jepang ATD-X yang juga masih dalam tahap pembuatan.
Diprediksi, intensitas penerbangan pesawat J-31 ini akan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun ke depan, dan jika sudah pada waktunya, pesawat ini akan masuk program uji-coba. Pesawat tempur J-31 kemungkinan besar akan digunakan sebagai pesawat tempur di garis depan Angkatan Udara dan Angkatan Laut China.
Waktu yang diperlukan oleh SAC dalam mengembangkan purwarupa kedua pesawat tempur siluman J-31 hanya dalam waktu 1,5 tahun saja, lebih cepat dari perkiraan awalnya. Model J-31 kali ini diproyeksikan sebagai pesawat tempur untuk tujuan ekspor utama China. Pesawat siluman ini juga diposisikan sebagai pengganti dari kegagalan Chengdu J-20 yang biaya pembuatannya jauh lebih mahal, seperti yang dilaporkan China Defense Mashup.
2 komentar :
Salam dirgantara. Berdikari dalam hal alih teknologi. Teknologi dirgantara.
Jayalah industrui dirgantara Indonesia. Bravo..!!
Posting Komentar