thumbnail

Rekomendasi Speaker Terbaik Di bawah 1 Juta (Tahun 2019)

Posted by Aizen Sosuke on Selasa, 27 Agustus 2019

Memilih speaker multimedia untuk komputer itu sebenarnya gampang-gampang susah, sesuaikan saja dengan anggaran yang ada. Tiap produk pasti memiliki sisi plus dan juga minus, jadi jarang ada speaker yang sempurna 100 persen. Anda pastinya sering bingung dan galau jika hendak membeli speaker yang bagus, sebab akan ada banyak pertimbangan selain masalah budget. Nah, kali ini saya akan memberikan rekomendasi speker multimedia dengan harga 700.000 hingga 1 juta. Dijamin kualitasnya tidak akan mengecewakan anda.

Apa saja sih speaker multimedia yang layak untuk di beli di kisaran rentang harga 1 juta ke bawah? Saya akan berikan uraian singkat speaker-speaker terbaik di kisaran harga tersebut. Urutan yang terbaik adalah dari urutan nomor 1. 

1. Thonet & Vander Grub 2.1
Ini dia jawara spekae multimedia 2.1 dari pabrikan T&V Jerman. Dengan mengusung konsep retro, spekaer ini memiliki kinerja yang ciamik, detil suara juga bagus, staging cukup luas serta hentakan bass yang sangat mantap, dilengkapi juga dengan tweeter yang mumpuni. Pokoknya speaker ini nyaris sempurna. Dengan daya 48 watt RMS saya kira ini cukup besar untuk digunakan di kamar anda. Hampir tidak ada sisi minus dari speaker ini, saya jamin anda tidak akan menyesal untuk memboyongnya.
Speaker T&V Thonet & Vander Grub 2.1
Overall, suara thonet & vander .grub (retro edition) ini jauh dari apa yang bisa dikeluarkan oleh (katakanlah) Sonic Gear Titan 5. Treble dan mid yang dapat dengan akurat menjalankan tugasnya dan dibekali dengan bass yang nendangnya bikin getar dada. Walaupun memang sedikit memiliki kekurangan pada frekuensi rendah, tetap saya rekomendasikan speaker ini kepada semua orang yang ini mencari speaker harga 1 jutaan namun memiliki kualitas yang sangat baik.

Rating: 83%
Harga: Rp. 1 juta

2. Edifier XM6PF
Impresi awal dengar lagu dengan XM6PF adalah jernih. Musik terdengar open, agak bright tapi terasa lepas tanpa kesan menusuk. Gw coba dengar lagi baik-baik, ketahuan kalau karakternya adalah lembut. Buat musik ballad, slow, dan vokal, enak banget. Mayoritas lagu pop juga mengalir dengan indah. Kabar baiknya, tweeter pada unit satelit adalah driver beneran, bukan hiasan doang. Kekurangan dari speaker ini baru terlihat (atau terdengar) ketika diputarkan lagu rock atau lagu dengan dinamika tinggi.
Speaker 2.1 Edifier XM6PF
Karakter lembut ini juga sampai ke sektor low alias bassnya. Subwoofernya ini bertenaga, dan bisa dibilang membahana, juga cukup bisa untuk main rendah (sub bass), tapi tendangannya kadang terasa agak kurang. Semakin terasa ketika dicoba dengan film yang penuh dengan aksi tembakan dan ledakan. Ada greget yang kurang. Untungnya kalau mau ajeb-ajeb sih masih enak karena kontrolnya baik, dan cukup gesit. Tenaga total 48W mungkin terlihat kecil secara angka, tapi percayalah, untuk ukuran kamar standar, lebih dari cukup. Bahkan kalau mau taruh di ruang keluarga dijamin sangat cukup tenaganya.

Untuk ukuran speaker multimedia, Edifier XM6PF menghadirkan solusi audio yang menarik terutama untuk pengguna PC karena mayoritas target speaker multimedia adalah pengguna PC.

Rating: 81%
Harga: Rp. 900.000

3. SonicGear Armaggeddon A3
Merk yang dimiliki oleh LeapFrog Global Singapura ini bisa dibilang best budget jika dilihat dari harga dan spesifikasi kebanyakan speakernya yang beredar dipasaran. Jika dibandingkan dengan Simbadda speaker keluaran merk ini rata-rata memiliki suara yang lebih memukau terutama bass-nya yang khas serta kualitas finishing yang lebih baik. Salah satu seri dari merk ini adalah Armageddon A3 yang mana harganya sangat terjangkau di kantong, selain itu juga daya speaker ini tidak terlalu besar, yakni sebesar 46 watt.
Spekaer SonicGear Armaggeddon A3
Bentuk subwoofer yang terkesan sederhana dengan dihiasi led berwarna oranye disekitar grill membrannya dan terdapat kontrol volume, bass dan treble pada bagian kiri bawah, untuk interkoneknya terdapat dua pasang interkonek rca yang digunakan untuk input maupun output speaker. Sedangkan satelit speaker yang menghadap kedepan terkesan lebih bagus dari subwoofernya serta mencerminkan power yang dibawa speaker tersebut, pada setiap satelit terdapat sebuah driver middle dan sebuah driver tweeter yang dihiasi dengan grill berbentuk bulat.

Dalam pengujian yang saya lakukan menggunakan soundcard laptop dan kabel interkonek bawaannya, didapatkan suara dengan karakter warm bright dengan rincian separasi lumayan, staging luas, bass boomy tapi mantap, detail lumayan, dan treble cenderung menusuk. Bagi beberapa orang yang tidak menyukai treble menusuk bisa mengurangi volume treble-nya. Secara keseluruhan suara yang dihasilkan bagus untuk hampir sebagian besar genre musik.

Rating: 78%
Harga: Rp. 680.000

4. Edifier R1280T
Kalau anda mencari speaker dengan konfigurasi 2.0 atau sering disebut juga bookshelf, makan Edifier R1280T layak anda pertimbangkan. Ada beberapa orang yang berpendapat speaker 2.0 sangat cocok untuk mengengarkan musik-musik akustik dan juga jazz. Memang bass dari spekaer jenis 2.0 tidak se-menggelegar spekaer 2.1, namun saya yakin dengan daya 40 watt RMS dijamin anda puas mendengarkan bass-nya.
Speaker 2.0 Edifier R1280T Bookshelf
Karakter dari speaker Edifier ini tergolong bright, suara jelas dan cetar, namun bass agak kurang dentumannya, maklum ini adalah speaker 2.0. Tidak semua orang butuh speaker dengan bass yang menggelegar. Namun speaker memiliki staging yang bagus dan kualitas suara yang dihasilkan sangat jernih. Anda serasa mendengar penyanyi aslinya sedang bernyanyi di hadapan anda.

Rating: 77%
Harga: 950.000

5. Logitech Z333
Ini dia produk dari perusahaan ternama, logitech yang berbasis di Eropa. Reputasi dan kredibilitas pabrikan ini tak usah diragukan lagi, pengalamannya sudah puluhan tahun di bidang periferal PC & speaker. Spekaer logitech Z333 adalah spekaer yang cukup mumpuni untuk aktivitas multimedia di kamar anda, dengan daya 40 watt RMS sudah cukup besar untuk penggunaan di ruangan kamar. Bentuknya cukup simple namun terlihat elegan dan solid adalah nilai plus dari speaker ini.
Speaker Logitech Z333
Kualitas dan detil suara yang cukup prima adalah ciri khas logitech, dentuman bass pun cukup oke dan lumayan bertenaga. Separasi pun cukup baik, hanya saja ada satu kekurangan yang menurut saya cukup kentara yaitu, untuk suara-suara yang tinggi sekali (ultra-treble) sepertinya sengaja diredam oleh speaker ini. Sehingga saya mendengar treble yang sangat tinggi di speaker ini terasa mendem. Namun secara overall saya kira speker ini layak untuk anda beli.

Rating: 76%
Harga: Rp. 770.000

6. Edifier M1386
Jika anda memerlukan speaker yang tidak memakan tempat dan daya kecil untuk multimedia kamar anda, saya rasa Edifier M1386 adalah pilihan yang tepat. Dengan daya hanya 30 watt RMS, tagihan listrik anda tidak akan jebol. Speaker ini berbentuk kotak compact dan satelitnya yang menghadap sedikit keatas, serta subwoofer yang berbentuk kotak dengan drivernya yang tertutup kesing membuat membran aman dari gangguan benda asing.
Speaker Edifier M1386
Kontrol volume suara pada speaker ini terletak pada pod kontrol dimana terdapat enam tombol, 3 untuk mengatur suara, 1 untuk mode input, dan 2 untuk mengganti channel radio atau musik. Untuk kontrol bass terdapat knob pada bagian samping subwoofer yang sekaligus terdapat tombol untuk menyalakan dan mematikan speaker. Sementara untuk kontrol treble tidak ada. Speaker ini memiliki fitur dasar yang dimiliki speaker kebanyakan di pasaran, ditambah fitur input melalui usb dan sd card. Serta radio untuk menghibur kita dikala sudah bosan dengan koleksi musik yang ada.

Dalam pengujian yang saya lakukan menggunakan soundcard laptop maupun DAC, didapatkan suara yang hampir sama, dengan karakter suara natural, staging luas, deep bass tapi kurang mantap untuk basshead, detail bagus, dan treble mantap. Kualitas kabel interkonek bawaan Edifier sangat bagus meskipun menempel di subwoofer. Speaker ini lebih cocok untuk memutar musik akustik.

Rating: 75%
Harga: Rp. 925.000

7. Microlab TMN-9U
Speaker Microlab TMN-9U, merupakan speaker 2.1 yang sangat bertenaga serta menggunakan bahan dasar kayu yang sangat berkualitas, sehingga menghasilkan suara yang berkelas. Bahan material dari kayu juga menambah nilai estetika dan membuat desain speaker MICROLAB TMN-9U ini terlihat lebih elegan. Terdapat input USB dan SD card sebagai player multimedia dimana Anda dapat memainkan file musik atau lagu secara langsung dari flashdisk / SD Card.
Speaker Microlab TMN-9U Multimedia 2.1
Speaker Microlab TMN-9U memiliki total output power hingga 40W, dengan masing – masing speaker satellite memiliki daya 12W dan subwoofer sebesar 16W dengan rentang frekuensi 35 Hz – 20 kHz. Kedua satellite dilengkapi dengan pelindung magnetic sehingga aman diletakkan di sebelah TV atau monitor tanpa menimbulkan gangguan pada layar. Selain untuk menikmati lagu favorit, speaker ini juga cocok untuk kebutuhan home theater dalam menikmati film atau bermain game serta menunjang kebutuhan kantor dalam presentasi audio visual.

Satu kelemahan dari speaker ini adalah kualitas suara treble yang dirasa kurang menggigit, tweeter pada speker ini pun nampak kurang impresif, masih "malu-malu" untuk mengeluarkan suaranya. Namun dengan harga yang sangat terjangkau saya kira speaker ini layak untuk anda boyong.

Rating: 74%
Harga: Rp. 650.000

8. Altec Lansing VS2621
Speaker Altec Lansing VS2621 ini cocok untuk orang yang mencari speaker dengan desain keren dan tidak memakan banyak tempat, dengan kualitas suara yang bagus dan harga yang sangat terjangkau. Speaker Altec Lansing selalu memiliki desain yang nyentrik, bentuk satelitnya yang agak sedikit menghadap keatas dapat menghantarkan suara langsung ke telinga kita, serta subwoofer yang menghadap ke samping nantinya akan memberikan frequensi rendah yang lebih terasa. Tombol untuk kontrol volume suara pada speaker ini terletak pada salah satu satelit speaker yang terdapat led indikator. Untuk kontrol bass dan treble tidak ada dan diganti oleh knob tone kontrol yang digunakan untuk menaikkan maupun menurunkan kombinasi antara bass dan treble .
Altec Lansing VS2621 Spekaer Multimedia 2.1
Speaker ini berbahan plastik pada dua satelitnya. Meskipun begitu kualitas dari plastik yang digunakan bagus, dudukan subwoofer kayu yang terbuat dari plastik menambah kualitas bass menjadi lebih tajam. Untuk kabel interkonek bawaan Altec tertanam dalam speaker sehingga apabila terjadi kerusakan harus membongkar speaker terlebih dahulu, meskipun begitu ada jack tambahan yang dapat digunakan. 

Dalam pengujian yang saya lakukan menggunakan soundcard laptop maupun DAC, didapatkan suara yang kurang lebih sama, dengan karakter suara warm, staging luas, bass diatas speaker seharganya, detail lumayan, dan treble mantap.

Rating: 72%
Harga: Rp. 675.000
07.19
thumbnail

Boram, Encoder Video AV1 Lintas-Platform Gratisan

Posted by Aizen Sosuke on Selasa, 20 Agustus 2019

Setahun yang lalu format video AV1 resmi diluncurkan, kualitas video yang sangat jernih dan ukuran file yang mampat menjadi kelebihan format video AV1 ini. Belum banyak orang yang memakai codec AV1 di internet, masih ada berbagai kendala dalam pemanfaatan coden terbaru ini, misalnya saja kebutuhan hardware yang cukup berat, apalagi bagi platform mobile (seperti gadet, smartphone atau tablet). Namun meskipun begitu, codec ini saya yakini akan menjadi codec yang bakalan banyak dipake di beberapa tahun mendatang.

Oleh sebab itu mulai saat ini kita harus bersiap-siap untuk menyambut format video yang ultra-efisien ini. Tapi, apakah sudah ada software yang bisa meng-encode video AV1, karena sejauh ini para developer software baru mendukung format AVC, VP9 dan HEVC? Memang sih, baru sedikit sekali developer software yang men-support codec video AV1, salah satunya adalah Boram.

Boram adalah software untuk encode, konversi, dan editing video AV1, selain AV1 juga mendukung format lainya, seperti: HEVC, VP9 dan codec audio AAC serta Opus. Boram sepertinya merupakan proyek individu yang dikerjakan dengan basis webm.py, phyton dan ffmpeg, namun Boram sudah dilengkapi dengan GUI yang cukup bisa digunakan oleh kalangan semi-profesional. Walaupun tampilannya belum ramah bagi orang awam, karena ada beebrapa settingan yang harus memakai command-line, namun saya rasa untuk sekedar konversi video cukup mudah digunakan oleh orang awam sekalipun. Anda hanya perlu jam terbang dan perbandingan dari beberapa hasil encoding yang sudah anda lakukan hingga menemukan setelan terbaik. 

Boram adalah opensource dan juga freeware, jadi anda bisa dapatkan secara gratisan. Mendukung platform windows, Linux dan MacOS. Berikut ini adalah antar-muka pengguna Boram versi 0.5.6

Nah, bagi kamu yang ingin mengunduh softrawe Boram versi terbaru, silahkan klik pada tautan berikut ini, download Boram v0.5.6
10.39
thumbnail

AV1, Codec Video Ultra Efisien Masa Depan

Posted by Aizen Sosuke on

Setelah di akhir tahun 2013 diluncurkan codec video yang efisien bernama hevc, maka di tahun 2018 kemarin proyek codec video yang lebih efisien daripada HEVC telah dirilis secara resmi. Codec tersebut dinamakan AV1 (bukan AVI lho..), ini merupakan format pengkodean video terbuka bebas royalti yang dirancang untuk transmisi video melalui Internet. Ini dikembangkan oleh Alliance for Open Media (AOMedia), sebuah konsorsium perusahaan dari industri semikonduktor, penyedia video on demand , produsen konten video, perusahaan pengembangan perangkat lunak dan vendor browser web, yang didirikan pada tahun 2015. Spesifikasi bitstream AV1 mencakup referensi codec video. Ini dapat memiliki kompresi data 20% lebih tinggi dari VP9 atau HEVC /H.265 dari Moving Picture Experts Group (MPEG) dan sekitar 50% lebih tinggi daripada AVC yang banyak digunakan.
AV1 diumumkan dengan pembentukan Alliance for Open Media pada 1 September 2015. Ini adalah untuk menggabungkan teknologi dan keahlian anggotanya untuk menciptakan format video bebas-royalti yang lebih baik dengan kualitas yang, singkatnya, cocok untuk web menggunakan. Secara khusus, Google, Mozilla dan Cisco sudah memiliki proyek penelitian yang sedang berlangsung menjadi video bebas-royalti saat ini, yaitu VP10, Daala dan Thor.

Pengumuman tepat waktu dari AV1 disambut oleh pengamat industri sebagai pintu keluar dari lisensi HEVC; tanda pertama bahwa harga HEVC akan berada di stadion baseball yang berbeda dari AVC telah datang dengan tawaran lisensi awal HEVC Advance pada 21 Juli 2015, 42 hari sebelumnya. Pengembangan Thor Cisco dimulai sebagai tanggapan terhadap HEVC yang dianggap tidak dapat digunakan untuk produk-produk open source dan didistribusikan secara bebas, tetapi karya Google dan Mozilla (sebelumnya di bawah Xiph) tentang video bebas-royalti mendahului acara ini ( oleh satu dekade dalam kasus Xiph), dan tidak disebabkan oleh masalah lisensi HEVC, meskipun pasti juga dilihat sebagai masalah oleh Mozilla. AV1 dimaksudkan untuk digunakan dalam video web HTML5 dan WebRTC bersama dengan format audio Opus .

Latar Belakang
Pengumuman resmi AV1 datang dengan siaran pers tentang pembentukan Alliance for Open Media pada 1 September 2015. Tujuh anggota pendiri Aliansi - Amazon, Cisco, Google, Intel, Microsoft, Mozilla dan Netflix - mengumumkan bahwa fokus awal dari format video adalah pengiriman video web berkualitas tinggi. Motivasi Aliansi untuk menciptakan AV1 termasuk biaya tinggi dan ketidakpastian terkait dengan lisensi paten HEVC , codec yang dirancang MPEG yang diharapkan akan menjadi suksesor AVC. Dengan standar MPEG sebelumnya, teknologi dalam standar tersebut dapat dilisensikan dari satu entitas - MPEG-LA - tetapi dua tahun setelah standar HEVC selesai, dua kumpulan paten telah dibentuk dengan sepertiga. satu di jalan. Selain itu, berbagai pemegang paten tidak menawarkan paten melalui kedua kumpulan, meningkatkan ketidakpastian tentang lisensi HEVC. Menurut Ian LeGrow dari Microsoft, sebuah sumber terbuka, teknologi bebas-royalti dipandang sebagai cara termudah untuk menghilangkan ketidakpastian seputar perizinan ini.

Efek negatif dari lisensi paten pada perangkat lunak bebas dan open-source juga telah dikutip sebagai alasan untuk penciptaan AV1. Misalnya, membangun implementasi H.264 ke dalam Firefox akan mencegahnya didistribusikan secara gratis karena biaya lisensi harus dibayarkan ke MPEG-LA. Free Software Foundation Eropa berpendapat bahwa praktik perizinan paten FRAND membuat penerapan standar perangkat lunak bebas menjadi tidak mungkin karena berbagai ketidakcocokan dengan lisensi perangkat lunak bebas.

Meningkatnya penggunaan V1 pendahulu AV1 juga dikaitkan dengan kepercayaan pada Aliansi dan pengembangan AV1. 

Akar proyek mendahului Aliansi. Kontributor individual memulai platform teknologi eksperimental bertahun-tahun sebelumnya: Daala Xiph / Mozilla sudah menerbitkan kode pada 2010, proyek evolusi VP9 eksperimental Google VP10 diumumkan pada 12 September 2014, dan Cisco's Thor diterbitkan pada 11 Agustus 2015. Membangun basis kode dari VP9, AV1 menggabungkan teknik tambahan, beberapa di antaranya dikembangkan dalam format eksperimental ini. Versi pertama 0.1.0 dari codec referensi AV1 diterbitkan pada 7 April 2016.

Martin Smole dari anggota AOM Bitmovin mengatakan bahwa efisiensi komputasi dari encoder referensi adalah tantangan terbesar yang tersisa setelah pembekuan format bitstream. Saat masih mengerjakan format, encoder tidak ditargetkan untuk penggunaan produktif dan tidak menerima optimasi kecepatan apa pun. Oleh karena itu, ia bekerja dengan urutan yang lebih lambat daripada misalnya pengkodean HEVC yang ada. Pengembangan dialihkan fokusnya ke pematangan encoder referensi setelah pembekuan. Pada bulan Maret 2019, dilaporkan bahwa kecepatan encoder referensi jauh lebih cepat, dekat dengan atau dalam urutan yang sama besarnya seperti encoders biasa untuk format umum lainnya. 

Tujuan Ciciptakan Codec AV1
AV1 bertujuan untuk menjadi format video untuk web yang canggih dan bebas royalti. Misi Alliance for Open Media sama dengan misi proyek WebM. Untuk memenuhi tujuan bebas royalti, proses pengembangan sedemikian rupa sehingga tidak ada fitur yang diadopsi sebelum diperiksa secara independen untuk tidak melanggar paten perusahaan yang bersaing. Dalam kasus di mana bekerja di sekitar teknik yang dilindungi paten tidak dimungkinkan, pemilik paten yang relevan telah diundang untuk bergabung dengan Aliansi, bahkan jika mereka sudah menjadi anggota kumpulan paten lain. Sebagai contoh, anggota Alliance Apple, Cisco, Google, dan Microsoft juga pemberi lisensi dalam kumpulan paten MPEG-LA untuk H.264. Selain itu, Aliansi memiliki dana pembelaan hukum untuk membantu anggota Aliansi yang lebih kecil atau pemegang lisensi AV1 jika mereka dituntut.

Ini kontras dengan pesaing utamanya HEVC , di mana peninjauan terhadap hak kekayaan intelektual (IPR review) bukan bagian dari proses standardisasi. Praktik peninjauan terakhir ditetapkan dalam definisi standar terbuka ITU-T .

Kemungkinan adanya paten yang belum diketahui telah menjadi perhatian berulang di bidang format multimedia bebas-royalti;kekhawatiran telah diajukan mengenai AV1, dan sebelumnya VP9, Theora dan IVC. Masalah paten yang tidak terduga bukanlah unik untuk format bebas-royalti, tetapi secara unik mengancam status mereka sebagai bebas-royalti. Sebaliknya, penghindaran HKI secara tradisional tidak menjadi prioritas dalam model bisnis MPEG untuk format yang mengandung royalti (meskipun ketua MPEG berpendapat bahwa hal itu harus diubah).
Teknologi pengkodean AV1

Kesimpulan
Saya sudah melakukan percobaan dengan meng-encode sebuah video beresolusi Full HD (1080p) dari sumber bluray, dan hasilnya amazing, dengan ukuran yang relatif kecil namun hasil video yang didapat tetap jernih. Kira-kira perbandingan ukuran video dengan kualitas yang setara:
AVC (h.264) --> 150mb
HEVC (h.265) --> 125mb
VP9 ---> 115mb
AV1 ---> 100mb

Berikut adalah contoh video yang di-encode dengan codec AV1:
10.19
thumbnail

Opus; Format Audio Masa Depan

Posted by Aizen Sosuke on

Dalam dunia digital dan internet yang semakin maju, kita sering menonton video, baik secara online maupun offline. Namun pernah nggak sih kamu perhatiin kualitas suara pada video tersebut? Jaman sekarang memang yang paling banyak digunakan dan paling populer adalah format audio AAC. Memang sih format audio AAC memiliki kelebihan dan juga lebih baik dibanding dengan format mp3. Nah, pertanyaannya, adakah format audio lain yang lebih baik dibandingkan dengan AAC? Tentu saja ada, yaitu format audio "opus".


Apa kelebihan codec Opus?

Kalau tidak salah format audio Opus dikembangkan oleh IETF codec sejak tahun 2011. Opus adalah audio codec terbaru yang kualitasnya diklaim mampu mengungguli kualitas MP3 dan AAC terutama pada bitrate yang rendah. Opus juga diklaim memiliki latency nya yang rendah: 20 ms, yang membuatnya cocok untuk komunikasi telepon, videokonferensi, chatting, dan live radio digital tanpa gangguan patah-patah seperti pada audio codec lainnya.
Opus menggabungkan teknologi dari dua format koding audio yang lain, yaitu the SILK yang berorientasi pada vokal manusia dan dengan CELT suatu format berlatensi rendah.
Faktor berikut adalah mengapa Opus dianggap lebih baik dibanding codec lainnya:
1. Opus dapat diatursesuaikan secara mulus antara bitrate tinggi ataupun rendah, secara internal, perubahannya di antara koding prediktif yang linear pada bitrate rendah dan koding transformasi pada bitrate yang lebih tinggi (serta mode hibrida pada kasus frekuensi sekilas yang saling beririsan).
2. Opus memiliki waktu tunda algoritmik yang sangat rendah (secara bawaan adalah 26,5 ms),
3. yang mana waktu tunda yang rendah merupakan hal yang utama dalam penggunaan hubungan komunikasi berlatensi rendah, yang menjadikan suara percakapan terdengar alami, gegas dalam pertunjukan langsung secara jaringan, atau lip-sync pada siaran langsung. Opus memungkinkan opsi penurunan kualitas atau bitrate dengan tujuan untuk mencapai penundaan algoritmik yang lebih kecil lagi, hingga ke 5 ms. Waktu tunda yang sangat rendah jika dibandingkan dengan format musik populer lainnya seperti MP3, Ogg Vorbis dan HE-AAC yang membutuhkan waktu tunda lebih dari 100 ms; meski begitu performa Opus tetap dapat bersaing secara kompetitif dalam kualitas per bitratenya.
4. Opus telah menunjukan kualitas yang sangat baik pada setelan bitrate rendah, sedangkan pada setelan bit rate yang tinggi, ia mampu bersaing kompetitif dengan format audio lain yang memiliki waktu tunda lebih tingi, seperti HE-AAC dan Vorbis.
5. Tidak seperti Ogg Vorbis, sesama format audio terbuka yang lain, Opus tidak memerlukan definisi codebooks yang besar untuk setiap satuan tunggal berkasnya, membuat Opus lebih diunggulkan dalam klip audio berdurasi pendek dibandingkan Vorbis.
Apakah codec ini sudah banyak didukung di banyak perangkat?
Kebanyakan perangkat lunak pemutar media bergantung pada kodek multimedia yang disediakan oleh sistem operasinya. Kodek Opus secara asal dapat diterapkan pada kebanyakan framework untuk sistem operasi Unix-like, termasuk GStreamer, FFmpeg dan pustaka Libav. Pada lingkungan Windows dapat dilakukan dengan memasang tambahan melalui pihak ketiga. Perangkat lunak pemutar audio yang mendukung diantaranya AIMP, Amarok, Audacious, foobar2000, MusicBee, SMplayer, VLC, Winamp; perangkat lunak untuk audio streaming Icecast, Liquidsoap dan Airtime; dll. 

Untuk segi hardware, format Opus dapat dimainkan dibeberapa pemutar media yang mendukung seperti, Rockbox versi 3.13 ke atas, termasuk produk dari seri iPod oleh Apple, Sandisk, Android, dan Chromecast.

Kesimpulan
Opus adalah codec yang sangat efisien dan efektif untuk kualitas audio dengan bitrate 128 kbps, suara sangat jernih dan ukuran file juga bisa sangat mampat (kecil). Saya pun sudah mengujinya dengan beberapa variabel, dan hasilnya sangat mengesankan untuk kualiast audio di bawah 160 kbps. 

*) Tips bagi Encoder Video
Jadi kalau kamu ingin meng-encode video dengan codec audio Opus baiknya untuk kualitas stereo (2 chanel) setting di bitrate 128 kbps, untuk audio 6 channel setting di 160 kbps-192 kbps. Dan untuk audio 8 channel setting bitrate di 224 kbps. 
07.08
thumbnail

Jatuhnya Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Kecelakaan Ataukah Sabotase?

Posted by Aizen Sosuke on Senin, 24 September 2018

Pesawat Terbang Sukhoi Superjet SSJ-100
Pada tanggal 9 mei 2012 pesawat Sukhoi Superjet SSJ 100 terbang perdana di Indonesia dalam rangka promosi jet baru buatan Rusia. Di dalam penerbangan tersebut ada sejumlah awak media dan juga tamu undangan yang ikut serta dalam rombongan. Namun naas nian nasib pesawat tersebut, akhirnya jatuh di daerah Gunung Salak. Namun beberapa hari sebelum penerbangan tersebut, para blogger di Indonesia sudah khawatir bahwa ada desas-desus tentang kemungkinan akan adanya sabotase dalam penerbangan tersebut. Saya sendiri sempat berbincang-bincang dengan beberapa kawan sesama blogger di Jogja, dalam obrolan tersebut saya sempat nyeletuk: "Bro, opo Amerika rela nek jet SSJ-100 Rusia  payu nang Indonesia?". Dan salah satu dari mereka menjawab gini: "Aku sih yakin AS nggak bakal sudi nek Sukhoi Superjet 100 laku nang kene, mergo pasare Boeing bakalan kegerus". Dan kami pun sempat mikir (berspekulasi) kalo penerbangan perdana promo nanti gak bakalan lancar. Dan nyatanya kejadian juga kan hal yang kami khawatirkan, Sukhoi SSJ-100 jatuh di Gunung Salak.
Rombongan yang hendak ikut penerbangan perdana Sukhoi SSJ-100

Semua paham dan semua mengerti bahwa Sukhoi Superjet 100 bukan pesawat coba-coba, bukan pesawat buatan insinyur kemarin sore. Pilotnya pun penerbang terbaik di Rusia, cuaca juga tak terlalu buruk bagi burung besi ultra-modern itu. Lantas, apa yang menyebabkannya burung besi buatan Rusia itu hancur menjadi berkeping-keping di Gunung Salak? Mengapa pula tebing yang katanya tertabrak itu tidak menunjukkan bekas tabrakan? Mengapa hanya terlihat bekas tanah yang berguguran dan sedikit longsor ke bawah? Kenapa pula burung besi itu sampai berkeping-keping dan hanya menyisakan sekerat besi ekor bagian atas tanpa blackbox?

Media-media nasional hari ini, melaporkan adanya spekulasi berhembus seputar tragedi pesawat Sukhoi Superjet 100 ini. Berita online seperti Detiknews.com, Kamis/ 24/05/12 menurunkan berita berjudul cukup menghentak,  “Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS!”. Menurut detik yang menuklil berita dari tabloid Komsomolskaya Pravda, salah satu harian yang paling banyak dibaca di Rusia seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/5/2012), intelijen Rusia berpikiran bahwa pesawat tersebut kemungkinan telah disabotase Amerika Serikat! Sebuah teori sabotase itu kini tengah diselidiki pihak intelijen Rusia, tandas detik. Dalam artikel bertajuk “Are the Americans implicated in the Superjet crash?”, media tersebut mengutip pejabat-pejabat Rusia yang tidak disebutkan namanya. Dikatakan pejabat-pejabat itu, rival-rival aviasi Rusia tertarik melihat kejatuhan pesawat komersial terbaru Rusia tersebut.

“Kami tahu mereka memiliki peralatan khusus yang dapat memotong komunikasi, mengganggu sinyal dari darat atau mengganggu parameter kapal,” kata seorang jenderal GRU tanpa mau disebutkan namanya kepada tabloid Komsomolskaya Pravda, Kamis, 24 Mei 2012.

Pejabat tersebut mencetuskan, badan intelijennya (GRU) “telah lama melacak kerja Angkatan Udara Amerika Serikat di bandara Jakarta”. “Kami tahu bahwa mereka (AS) memiliki teknologi khusus (yang kita juga punya) yang bisa mengganggu sinyal-sinyal dari darat atau menyebabkan pembacaan parameter rusak,” ujar pejabat tersebut.

“Mungkin inilah ‘permasalahan’ sebenarnya dalam kejadian ini,” cetus pejabat Rusia itu. Jika pernyataan ini benar maka seolah membenarkan laporan praktisi penerbangan Jeffrey Adrian yang mengatakan bahwa jalur penerbangan Indonesia adalah jalur neraka. Bahkan dengan kondisi demikian ini Indonesia tetap saja anteng dan tidak punya akses memeriksa mengapa wilayah udara yang seharusnya bersih yang menurut Jeffrey tidak saja pilot bisa ndangdutan atau nge-jazz bahkan suara phone sex pernah ia dengar ketika sedang mengemudikan pesawat.

“Bahkan, maaf, itu (Phone Sex) saya pernah dengar ketika di udara,” kata Jeffrey.

Kemudian terkait dengan human error karena kelengahan pilot, data-data menunjukkan bahwa Yablontsev bukan pilot kemarin sore. Lebih dari 14 ribu jam terbang di atas 221 jenis pesawat telah ia kantongi. United Aircraft Corporation menyebut lulusan sekolah tinggi pilot militer Rusia itu sebagai satu yang terbaik. Sejak Superjet dalam pengembangan hingga uji terbang pertama, Yablontsev selalu terlibat.

“Dia pilot yang selalu kasih perhatian besar kepada keamanan saat terbang,” kata Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Yury Slyusar saat jumpa pers di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Terkait Parasut Jika bukan Yablontsev sang pesawat, lantas siapakah yang mengenakan parasut? Banyak yang berspekulasi. Pengamat intelijen , Prayitno Ramelan, punya pertanyaannya sendiri. 

“Adakah di pesawat tersebut,” katanya di sebuah blog, “terdapat orang lain yang sudah mempersiapkan diri dengan parasut, yang mempunyai niat tidak baik? Adakah ini hijacking (pembajakan)?” Spekulasi ini bisa menarik gerbong spekulasi yang lain. Tak heran jika bantahan segera datang. Awalnya dari polisi, menyanggah ada parasut di antara barang milik korban. Lalu Tim Investigasi Rusia menegaskan tak ada awak kabin yang mengenakan parasut. Payung udara itu, kata mereka, hanya dipersiapkan untuk melindungi survival kit jika pesawat mendarat darurat.

“Parasut itu ada di dalam satu kotak kontainer yang merupakan kit kalau pesawat harus mendarat darurat,” kata anggota tim Rusia, Sergey Korostiev di Halim, Selasa beberapa pekan lalu. Tamu Tak Diundang? Tapi soal “jenazah berparasut” cuma satu dari sekian banyak pertanyaan soal tragedi nahas Rabu sore itu. Teka-teki berikut menyorot manifes penumpang yang berubah-ubah. Daftar yang beredar memuat 50 nama penumpang. Namun, belakangan jumlah itu diubah menjadi 48 dan terakhir 45 orang. Angka itu pun tak berasal dari manifes tapi buku tamu. Lalu, mana yang akurat? Konsultan perwakilan Sukhoi di Indonesia PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, mengaku manifes asli ‘tak sengaja’ terbawa terbang bersama seorang staf Trimarga bernama Arif Wahyudi. “Seharusnya daftar manifes ditinggal,” katanya. Nah, daftar penumpang yang tak seratus persen akurat justru membuka spekulasi kemungkinan adanya “tamu tak diundang” di atas pesawat. Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, Wayne Madsen menyebut hal ini sebagai indikasi adanya sabotase. Madsen, yang bekas analis National Security Agency, itu mengutip kecurigaan sumbernya di Jakarta tentang sabotase industrial yang dilakukan untuk mencegah Rusia mengetam kue besar bisnis penerbangan yang selama ini ada di meja Boeing – raksasa penerbangan yang kerap mendapat bantuan pendanaan dari pemerintah Amerika Serikat.
Sukhoi Superjet 100 jatuh berkeping-keping di Gunung Salak
Sukhoi Superjet 100 jatuh berkeping-keping di Gunung Salak

Komplit dan Serba Canggih Sukhoi Superjet 100 jelas bukan pesawat coba-coba. Pesawat ini secara penuh sudah dioperasikan Aeroflot Rusia dan Armavia Armenia. Sekitar 280 unit siap dipesan sejumlah negara. Kehandalan dan kelayakan terbang pesawat ini semestinya tak diragukan lagi. Superjet yang terbang perdana Mei 2008 telah meraih sejumlah sertifikat Uni Eropa. Superjet juga dilengkapi sistem keamanan penerbangan mutakhir. Ada MOCA (Minimum Obstacle Clearance Altitude) yang bisa memberitahu pilot tentang ketinggian minimum pesawat pada radius lokasi tertentu. Lalu TAWS (Tactical Airborne Warning System), sistem yang secara otomatis akan memberi peringatan dini jika ada rintangan menghadang di hadapan. Tak ketinggalan, GPW (Ground Proximately Warning System). Namun, kontroversi tetap muncul. Pemicunya adalah perangkat ELT (Emergency Locator Transmitter). ELT bertugas mengirim sinyal saat pesawat mengalami kecelakaan. Celakanya, ELT milik Sukhoi tak berfungsi, malah ada yang bilang sudah ketinggalan jaman. Akibatnya, Badan SAR Nasional pun harus ‘berdarah-darah’ melacak lokasi kecelakaan.

Bahkan spekulasi terakhir muncul, jika blackbox (kotak hitam) burung besi tersebut tidak ada (sampai sekarang belum ditemukan). Cuaca Buruk atau Kelalaian? Kontroversi berlanjut terkait cuaca. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengklaim awan pekat dan bersusun-susun Kumulonimbus menggulung wilayah seputaran Gunung Salak. Namun, itu dibantah Badan Metereologi Klimatologi, dan Geofisika. “Sesuai data pemantauan yang kami punya, kondisi cuaca baik-baik saja. Tak ada awan Kumulonimbus,” tegas Kepala Badan Sri Woro Buadiati Harijono. Faktor kesalahan manusia selain pilot ada pada pundak para pengatur lalu-lintas langit, di menara ATC (Air Traffic Controller). Namun, penjelasan Deputi Senior General Manager PT Angkasa Pura II Mulya Abdi malah menunjukkan baik ATC maupun pilot sama-sama tak berdosa. Permintaan Yablontsev untuk turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki terjadi saat Superjet berada di area aman di atas langit Lapangan Udara Atang Sanjaya, Bogor. “Mau berapa kali pun dia (pilot) melakukan orbit (manuver), boleh-boleh saja di situ-situ terus,” kata Mulya. Lantas, mengapa Superjet yang berada pada 6.000 kaki tak lama kemudian mengarah ke Gunung Salak yang memiliki ketinggian 7.254 kaki.

“Saya tidak boleh mengeluarkan statement apa-apa soal itu. Itu sudah wilayahnya KNKT.” Pejabat KNKT sendiri bilang mereka paling tidak perlu waktu empat bulan untuk memerika Blackbox, Kotak Hitam, instrumen penerbangan yang menyimpan seluruh data SSJ100 di hari naas itu.

Nah, bagaimana publik mendapat jawaban yang tuntas dari tragedi ini sementara blackbox yang seharusnya ada di buntut burung besi itu ternyata tidak ada? Waktu kan berbicar. Namun yang pasti, angka-angka deal pembelian pesawat boeing (Informasi nilai pembelian pesawat Boeing oleh Lion sebesar Rp 19,5 triliun).
08.18
thumbnail

Antasena, Tank Boat Militer Pertama di Dunia

Posted by Aizen Sosuke on

Kapal Tank atau Tank Boat Antasena
PT. Lundin Industry Invest dan PT. Pindad sedang mengembangkan tank boat (kapal tank) bernama Antasena. Tank boat Antasena adalah kapal yang diatasnya di persenjatai dan bisa digunakan di rawa-rawa dan pantai sehingga bisa menjangkau perairan dangkal. Nama Antasena diambil oleh tokoh mitologi pewayangan yang mampu menyelam di air. 

Walau masih berbentuk prototipe, namun kapal tank ini sudah diminati oleh empat negara. Vice Presiden Bisnis Hankam PT. Pindad Edy Purwanto mengungkapkan empat negara tersebut adalah India, Yunani, Filipina, dan Uni Emirates Arab. Dia juga mengatakan nilai investasi yang digelontorkan untuk kapal tempur tersebut sebesar 10,9 juta euro atau sekitar Rp 184 miliar (kurs Rp 16.800). Dana itu ditanggung oleh Kementerian Pertahanan, PT. Lundin, dan PT. Pindad. Rincian dana yang dikeluarkan untuk penelitian dan pengembangan sebesar 1.470 euro, desain dan rancangan awal 290 ribu euro, struktur kapal dan peralatan 5,5 juta euro. Kemudian untuk sistem senjata 1,7 juta euro, serta sistem navigasi dan sensor 1,1 juta euro.

"Lalu manajemen proyek dan sistem integrasi 511 ribu euro, pelatihan dan uji coba di laut 200 ribu euro, dan sistem komunikasi 150.000 euro jadi total 10.966.000 euro," ungkap dia.
Prototipe atau Purwarupa Tank Boat Antasena
Prototipe Tank Boat Antasena

Untuk spesifikasi, kata Edy, tank boat ini memiliki panjang 18,75 meter dengan lebar 6,10 meter. Tank boat ini bisa menampung pasukan hingga 60 orang ditambah 4 awak, dengan ukuran tangki sebesar 6.000 liter. Selain itu, tank boat ini juga didesain dengan kecepatan rata-rata 40 knot. Tank ini juga dilengkapi senjata RWS 30 mm dengan kanon yang mampu berputar 360 derajat. Pembuatan tank boat ini juga telah dipantau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu beberapa waktu lalu.

Direktur Komersial PT Pindad, Widjajanto, mengatakan bahwa Antasena rencananya baru akan diproduksi secara komersial pada tahun ini. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyempurnaan terhadap kemampuan dan peralatan tank boat tersebut.

”Harga estimasi 10 juta-15 juta Euro. Peminat mulai antri, peminat dalam negeri seperti TNI, dan luar negeri dari Timur Tengah,” ujar Widjajanto. 
Widjajanto mengatakan bahwa pihaknya masih merahasiakan negara-negara peminat tank boat tersebut karena pembeliannya melalui skema G to G. Tank boat yang terbuat dari komposit dengan platform kapal catamaran ini memiliki panjang 18 m dan mampu beroperasi di perairan dangkal dan laut dalam. Berbekal mesin diesel buatan MAN, Antasena mampu melaju hingga kecepatan 40 knot dan memiliki daya jelajah 400 nautical mile (NM).

"Selama ini susah kalau mengejar perompak karena mereka dari rawa-rawa dan pantai. Jadi ini untuk infanteri. Kalau lebih besar punya angkatan laut," kata Lizza.

Ia juga mengklaim jika, tank boat ini adalah yang pertama kali di dunia karena Antasena bukan hanya bisa digunakan di pengairan dangkal tapi juga bisa berfungsi untuk mengirim pasukan serta logistik. 

"Kalau yang lain kan kapal kecil. Tank boat ini juga bisa membantu jika ada banjir karena modelnya catamaran dan bawahnya sekitar 1 meter jadi bisa kemana-mana. Kita menggunakan water jet bukan baling-baling sehingga tidak akan terganggu tanaman air. Tank boat ini sesuai dengan kondisi geografis Indonesia," pungkasnya. 
Proses pembuatan tank boat Antasena
Proses pembuatan kepal tank Antasena

Pindad menggandeng CMI Defence yang memasang turret 105 mm untuk sistem persenjataannya. Selain itu, Antasena juga dibekali dengan sistem persenjataan lain seperti remote control weapon system (RCWS) dengan kaliber 7.62 mm dengan sistem nadir dan navigasi canggih. Tank boat Antasena nantinya akan dioperasikan di sungai-sungai besar seperti Kalimantan dan Papua.

"Kita buat satu dulu, Kalau bagus pasti banyak yang pesan. Diusahakan tahun depan sudah bisa dioperasikan," jelasnya.

Menhan juga mengatakan saat ini sudah ada sekitar 30 kapal perang yang sudah diproduksi di dalam negeri, namun yang digunakan oleh pertahanan hanya sekitar 10 kapal perang.

"Jika dalam keadaan darurat dalam setahun kita bisa produksi 30 kapal perang karena kita sudah canggih," jelasnya.
07.42
thumbnail

Nama Nyeleneh Klub-Klub Sepakbola di Indonesia

Posted by Aizen Sosuke on Minggu, 23 September 2018

Ngomongin sepakbola Indonesia pasti kita merujuk nama klub besar di tanah air, seperti Persib, Persija, Arema, Sriwijaya FC, Bali United. Dari era galatama hingga era perserikatan banyak berdiri klub sepakbola di masang-masing daerah. Kebanyakan nama klub bola tersebut amemiliki awalan "Per", hal ini terjadi sejak era perserikatan dan penggabungan galatama dengan perserikatan menjadi Liga Indonesia (1994). Akibat penggabungan tersebut banyak klub galatama yang mati karena minimnya sponsor (sebab klub galatama mandiri dengan mengandalkan sponsor), sedangkan klub perserikatan makin banyak bermunculan dengan menyusu pada APBD. Hal tersebutlah yang menyebabkan kemunduran persepak-bolaan Indonesia.

Namun pada postingan saya kali ini bukan untuk membahas hal tersebut, namun kali ini saya akan membahas mengenai nama-nama klub sepakbola di Indonesia yang nyentrik dan aneh-aneh lucu. Sudah selayaknya sebuah klub sepakbola memiliki nama yang indah atau penuh arti dan simbolis, agar klub dapat dikenang dan fans pun bangga, serta dapat menarik sponsor lebih banyak. Namun di Indonesia masih saja ada klub yang menamakan dirinya dengan sembarangan atau mungkin dipaksakan. Ambil saja contoh, Persilobar Lombok Barat (maksa banget sih!), Persitara Jakarta Utara, Persiba Balikpapan + Bantul (kalau namanya sama gini gimana ya?), Persiraja Banda Aceh (apa hubungannya Persiraja dengan nama Aceh ya? Gue gagal paham!), dan masih banyak lainnya.

Namun ini lebih aneh lagi namanya daripada nama-nama klub bola yang sudah disebutkan di atas, mau tahu apa saja? Yuk kita simak di bawah.
  • PERSETUBUHAN (Persatuan Sepakbola Tukang dan Kuli Pelabuhan)
  • PERSEKONGKOLAN (Persatuan Sepakbola Cukong Kolong Jembatan)
  • ASSET BERHARGA (Asosiasi Sepakbola Tanjung Beringin Harapan Keluarga)
  • PERSEMBUNYIAN (Persatuan Sepakbola Masyarakat Kabupaten Banyuwangi Sekalian)
  • PERSEMUR JENGKOLAN (Persatuan Sepakbola Semua Rakyat Jepara dan Pengkolan)
  • ORGASME PUNCAK (Organisasi Sepakbola Masyarakat Puncak)
  • PERSETAN KALIAN (Persatuan Sepakbola Tanjung Karang Liwa Selatan)
  • PERSENAN DUIT (Persatuan Sepakbola Wilayah Ragunan, Duren dan Pluit)
  • PERSIS MONYET (Persatuan Sepakbola Istora, Monas dan Wilayah Condet)
  • PREMAN PASAR (Persepakbolaan Remaja Denpasar)
  • PERSELINGKUHAN (Persatuan Sepakbola Lingkup Asahan)
  • PERAGAWAN SEKSI (Perkumpulan Olahraga Warga Nelayan Sekitar Musi)
  • PERSELISIHAN (Persatuan Sepakbola Polisi Kelurahan
  • PSK (Persatuan Sepakbola Klaten)
Nah, aneh-aneh lucu kan nama klub sepakbola amatir di atas. Sebenarnya ide menggunakan nama sepakbola dengan singkatan bisa dibuat lebih indah dan kreatif lagi sih, misalnya Gaspa Palopo (Gabungan Sepakbola Palopo), Deltras Sidoarjo, Tangerang United, dll. Jangan dipaksakan menggunakan awalan "Per" atau singkatan semua. Nah kalo Jember Utara disingkat, apa dong nama klub bola daerah tersebut jadinya nanti? Anda bisa tebak gak? Wkwkk...
08.00
thumbnail

Panduan Memilih Lampu LED Yang Tepat Untuk Rumah

Posted by Aizen Sosuke on

Tak terasa sudah hampir 2 tahun rumah saya menggunakan lampu LED untuk penerangannya. Sebelumnya saya memakai lampu neon flour, namun berhubung saya tertarik untuk berhemat dalam biaya listrik maka saya pun mencoba menggunakan lampu LED. Saya akhirnya membeli sejumlah lampu LED merk Philips dan Panasonic melalu situs marketplace online. Harganya pun 20% lebih murah daripada jika kita membeli di toko (offline) atau toserba, apalagi jika sedang ada diskon / cashback. 

Apa Merk Lampu LED Yang Bagus?
Ada beberapa merk yang saya rekomendasikan sebagai pilihan, yang pertama tentu saja merk CRE asal amrik, ini yang paling bagus dan efisien, namun jarang ada di sini yang menjualnya dan harganya pun selangit. Maka saya rekomendasikan merk Philips, Panasonic dan Hannoch yang layak untuk anda beli. Harganya pun relatif terjangkau bagi kantong masyarakat umum dan kualitasnya juga OK. Pilih saja yang nyalanya warna putih (biasanya ada kode 6500k/cool daylight yang artinya nyala cahaya putih).
Lampu LED Merk Philips
Pemilihan Daya Lampu LED yang Tepat
Namun, bukan hal yang sederhana untuk menentukan kebutuhan penerangan dan daya lampu LED di rumah kita. Oleh sebab itu saya yang sudah mencobanya akan membagikan pengalaman saya dalam memilih daya lampu yang tepat untuk penerangan ruangan di rumah. Sehingga nantinya tidak terlalu terang dan juga tidak terlalu redup. Berikut saya jabarkan:
  • Untuk ruangan kamar ukuran 2,75m x 3m atau 3mx3m bisa kita berikan lampu LED dengan daya 3 watt, hal ini agar kita tidak silau saat akan tidur. Namun jika kamar tersebut anda gunakan untuk membaja/belajar maka bisa anda pilih lampu LED dengan daya 4 watt.
  • Kamar mandi (ukuran 2m x 2,5m): untuk ruangan ini cukup diberi lampu LED dengan daya 3 watt. Kan di kamar mandi gak perlu pencahayaan yang terang, sebab ruangannya juga kecil.
  • Teras depan rumah: bisa anda pilih penerangan lampu dengan daya 3 watt atau 4 watt. Ini sudah cukup terang lho.
  • Ruang tamu (ukuran 6m x 3m): bisa anda pilih lampu LED dengan daya 6,5 watt
  • Ruang keluarga: biasanya ukuran ruang keluarga adalah 6m x 3m atau 5m x 4m. Ini juga bisa kita beri penerangan dengan daya 6,5 watt ataupun 8 wattss sesuai selera saja.
  • Dapur: ruangan dapur umumnya berukuran 3m x 3m, agar masakan anda tidak gosong ada baiknya diberi penerangan dengan daya 4 watt.
  • Ruang Sholat: untuk ruangan ini ukuran di rumah saya adalah 3m x 2,75 m, saya berikan penerangan lampu LED degan daya 4 watt, sebab ruangan ini biasanya juga digunakan untuk membaca alqur'an, jadi biar agak terang.
Nah itu dia, panduan dalam memilih daya lampu LED yang tepat bagi rumah. Semoga dengan artikel ini dapat memberikan manfaat bagi anda semua para Netizen. Sampai jumpa di artikel berikutnya ya.
07.36
thumbnail

Anjlok Terus, Pantas Disebut Rupiah atau Rupayah?

Posted by Aizen Sosuke on

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok
Beberapa minggu terkakhir negara kita sempat heboh dengan nilai tukar rupiah yang terus-terusan anjlok, bahkan sempat menyentuh di angka Rp. 15.000 per dolar AS. Hal ini sudah berjalan sejak awal tahun 2018. Jika dihitung sejak awal tahun ini maka rupiah sudah terdepresiasi sekitar 10%. Wow, sebuah angka yang lumayan signifikan. Penyebabnya kalau kata menko perekonomian sih karena adanya kebijakan normalisasi dari The Fed yang menaikkan tingkat suku bunga secara agresif yang akhirnya mengakibatkan dolar AS "pulang kampung". Dan akibatnya likuiditas dolar di pasar Indonesia minim, sehingga inilah yang menjadi pemicu rupiah anjlok.

Tapi apakah hanya karena faktor eksternal saja yang menyebabkan rupiah rontok? Nyatanya tidak semua mata uang mengalami depresiasi yang besar seperti rupiah. Hanya beberapa mata uang saja yang nilai penurunannya sangat besar, diantaranya, mata uang Peso Argentina (-109%), Lira Turki (-77%), Rupee India (-26,8%), Rand Afrika Selatan (-12,6%) dan Real Brazil (-12,58%), sementara rupiah melemah 10%. Sekarang kita lihat negara tetangga, apakah mereka juga terimbas penguatan dolar. Peso Filipina (-7,11%), Dolar Singapura (3,2%), Ringgit Malaysia (2,45%), dan Baht Thailand (-0.95%). Ternyata negara tetangga kita di ASEAN hanya mengalami depresiasi nilai mata uang yang sedikit, tidak banyak.

Nah lo, ternyata di kawasan ASEAN rupiah yang paling payah. Jika pelemahan nilai tukar disebabkan oleh faktor eksternal (utamanya kenaikan tingkat suku bunga di AS), lalu mengapa negara ASEAN lainnya tidak mengalami pelemahan mata uang sebesar rupiah? Jawabannya karena ekspor mereka moncer, tidak seperti Indonesia yang loyo. Hal inilah sebenarnya yang menjadi sebab utama nilai rupiah anjlok, karena nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor sehingga neraca transaksi berjalan kita defisit. Dan benar saja ternyata CAD kita defisit 3% lebih. Jadi apakah pemerintah akan terus-terusan mengkambing-hitamkan faktor eksternal?

Sejak orde baru hingga rezim Jokowi saat ini, nilai tukar rupiah terus melemah, hanya di rezim Habibie saja yang bisa menguat. mengapa demikian? hanya Tuhan dan pak Habibie saja mungkin yang tahu jawabannya. Itulah mengapa saya sebut mata uang kita dengan istilah "Rupayah", bukan Rupiah.

Mengapa Neraca Traksaksi Berjalan (CAD) Kita Defisit
Menjawab hal ini saya bisa pastikan berdasar data yang saya dapat dari BPS ternyata biang keroknya adalah impor migas yang nilainya mengalami kenaikan signifikan. Jelas aja, soalnya harga BBM sudha mencapai 69 dolar per barel. Padahal 2 tahun yang lalu harga BBM masih di level 40-an dolar per barelnya. Kinerja ekspor non-migas Indonesia sebenarnya cukup bagus, dari tahu ke tahun terus mengalami peningkatan dan nilai perdagangan non-migas Indonesia sebenarnya masih surplus. Perdagangan migas-lah yang menyebabkan CAD kita defisit cukup banyak.

Upaya Pemerintah Menanggulangi Depresiasi Rupiah
Sebenarnya pemerintah tidak tinggal diam dalam mengatasi anjolknya nilai tukar rupiah, pemerintah melalui Bank Indonesai telah mengeluarkan kebijakan guna mendorong penguatan rupiah seperti, menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 125 basis poin (hingga kini mencapai 5,5%), kebijakan kewajiban menggunakan bahan bakar B20 (oplos minyak bumi dan biofuel hingga 20%), dan beberapa kebijakan moneter. 

Well, bola berada di tangan pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. Apakah pemerintah akan cekatan dalam merespon hal ini atau tidak. Harusnya Jokowi berani mencabut sedikit demi sedikit subsidi BBM dan listrik, walaupun tahun depan kita akan menghadapi Pilpres. Subsidi ini juga ditengarai memberatkan APBN Indonesia. Jika pemerintah tidak melakukan upaya yang tepat dalam kebijakan fiskal & moneter, maka bukan hal mustahil rupiah akan bernasib seperti Lira Turki.
07.08
thumbnail

Chingku, Si Kucing Kampung Merah-Putih

Posted by Aizen Sosuke on Minggu, 02 September 2018

Tak terasa sudah hampir 5 tahun si kucing merah-putih ikut jadi bagian dari keluarga saya. Dulu sewaktu kucing ini masih kecil, saya lihat ia sedang berjalan di samping rumah saya (tahun 2014 awal). Saya lihat ada hal yang sedkikit aneh pada punggung kucing kecil ini, ya ternyata bentuk punggungya agak melengkung ke atas (kayak keliatan bungkuk). Namun wajahnya cukup lucu, waktu itu sih saya tertarik untuk memelihara kucing tersebut. Tapi setelah beberapa hari kucing tersebut tak pernah lagi menampakkan dirinya di sekitar rumah saya.
Si Kucing tidur di kasur
Si kucing Merah-Putih tidur di kasur

Jadi niat saya untuk memelihara tuh kucing, gak kelaksana. Akhirnya saya pun memelihara kucing betina tiga warna (tri color), merah-putih-hitam (orang Jawa sering menyebut kucing jenis ini dengan istilah 'telon'). Tapi sayang, umur kucing ini tidaklah lama, hanya hidup selama 2 tahun saja dari tahun awal tahun 2014- awal tahun 2016. Seingat saya dulu ia mati setelah 2 bulan melahirkan anak-anaknya. 

Kucing Kampung Lucu
Nah, di bulan februari tahun 2016 akhirnya saya dapat melihat kembali si kucing merah-putih yang dulu masih kecil (bayi) di sebelah rumahku. Setelah dua tahun berselang, tak kusangka kucing tersebut muncul kembali di sekitar rumah. Namun, saat aku lihat kucing tersebut sudah besar, maklumlah kalau dihitung-hitung usianya sudah 2 tahun. Karena ia hidup liar, agak susah juga buat naklukin nih kucing untuk dijadikan piaraan. Saya pake trik yang umum, sering kasih makanan ke si kucing, lama-kelamaan akhirnya nih kucing sering mampir ke rumah juga. Setelah waktu berjalan 2 minggu, nih kucing akhirnya jadi piaraan deh. Aku kasih nama si Chingku.

Dan ternyata punggungnya emamng agak melengkung (seperti bungkuk), hal ini memang bawaan dari oroknya, bukan karena kecelakaan atau jatuh. Saya pun senang bermain-main dengan kucing ini, kucingnya pintar, tidak nakal, dan mudah diberi makan alias nggak minta lauk yang neko-neko. Dikasih keripik pisang saja mau, tempe goreng juga suka, ikan laut sih dah pasti lahap, tikus liar yang berkeliaran juga diembat habis, tulang ayam juga mau. Dan yang paling gak disangka lagi rendang sapi dan sate kambing pun doyan lho. Bener-bener ajaib nih kucing. Gak salah saya pelihara kamu Cing.
Kucing Kampung Bicolor Dua Warna Merah-Putih
Sekarang di tahun 2018 bulan september ini sudah masuk usia 4,7 tahun nih kucing, pikir saya awet juga nih umur si kucing merah-putih. Biasanya kucing kampung di desaku rata-rata umurnya berkisar antara 2,5-3,5 tahun saja, agak jarang yang bisa melampaui 4 tahun. Semoga dia dikasih kesehatan yang baik, biar si Chingku bisa bermain dan bersenang-senang dengan kucing lainnya. Salam Chingku...!!
08.24