Minggu, 22 Februari 2015

Fenomena Berbelanja Pakaian Bekas di Awul-Awul

Kebutuhan primer manusia itu ada 3 macam, yakni Pangan, Sandang dan Papan. Pangan sudah jelas kalau kita sebagai makhluk hidup perlu makanan, pun begitu dengan papan, kalo tidak punya rumah ya jadi gelandangan. Nah, yang ke-3 adalah kebutuhan akan sandang, karena sandang adalah pakaian yang diperlukan oleh manusia sebagai mahluk berbudaya. Ini juga wajib kita penuhi lho, lha mosok arep wudho? Nanti malah dikira orang gila. Mungkin bagi anda yang berkocek tebal Kalo tak mampu beli pakaian di toko atau mall, masih ada koq yang harganya lebih terjangkau, pokoke murah meriah deh.

Nah, pada kesempatan ini saya akan membahas tentang belanja sandang murah ala “awul-awul”. Istilah “awul-awul” adalah sebutan untuk pakaian impor atau bisa dibilang pakaian bekas yang dijual dengan harga sangat murah. Penggunaan kata “awul-awul” ini terjadi karena memang untuk memilih baju yang diinginkan yaitu dengan cara di ”awul-awul” atau dibongkar sekuat tenaga seperti kita mencari barang berharga yang tersembunyi di dalam tumpukan baju yang menggunung. Di awul-awul ini pembeli bebas memilih pakaian yang sudah digolongkan sesuai tipenya, harga dari pakaian bekas ini terhitung murah karena barang yang dijual adalah seken.

Jika bekunjung ke Yogyakarta memberikan sensasi luar biasa bagi orang yang datang ke kota Gudeg ini . Jika mengaku sering ke Jogja tapi belum berkenalan dengan yang namanya awul-awul, itu merupakan hal yang sangat disayangkan. Di Yogyakarta biasanya para penjual awul-awul membuka lapak di panggung budaya rakyat atau pasar malam bahkan sekarang sudah menyebar di pojok jalan raya di penjuru kota Yogyakarta. Pakaian apapun dengan ragam gaya apapun telah tersedia disana. Beragam jenis pakaian tersedia seperti celana, kaos, jaket, kemeja, dan sebagainya mulai dari ukuran anak-anak, remaja, hingga orang tua juga tersedia lho. Mereka para penggemar awul-awul kebanyakan berasal dari kaum pelajar, seperti mahasiswa. Baju bekas atau import tercatat ikut membentuk gaya subkultur anak muda yang khusus dan unik. Selain merefleksikan posisi keuangan anak-anak muda yang terbatas, juga menggambarkan gairah akan gaya pakaian-pakaian retro yang otentik dan tidak ada kembarannya. Jenis baju yang dijual di toko-toko baju bekas biasanya berjumlah terbatas, atau malah hanya tersedia sebanyak satu buah saja, sehingga terkesan lebih personal.
Septi Ade Pamuji alias Oom Ade alias Bronx (berasal dari Pemalang), seorang mahasiswa IST Akprind di Yogyakarta mengaku bahwa awalnya dia hanya diajak teman sekampusnya (Alvin) menemani pergi ke awul-awul. “Awalnya saya hanya diajak menemani teman saya pergi ke awul-awul, sesampainya di awul-awul saya langsung tertarik dengan barang-barang yang diperdagangkan disana, karena barang-barang disana tidak mainstream dan harganya miring”.

Ada suatu kepuasan tersendiri ketika bisa mendapat baju yang unik namun murah di awul-awul. Memang bukan pakaian model terbaru yang ditawarkan, tapi keunikan, keanehan dan harga yang miring menjadi daya tarik yang sangat memikat. Kita bisa mendapati sebuah jaket jeans dengan kisaran harga mulai Rp 50.000,00 , yang mana biasanya di toko-toko seharga ratusan ribu. Kemudian ada pula kemeja yang dijual dengan kesaran harga mulai Rp 10.000,00, itulah yang kebanyakan diincar kaum muda di awul-awul. “Saya pernah mendapatkan jaket jeans merk Levi’s dengan harga Rp 60.000,00 dan kualitasnya masih lumayan bagus” tutur Alvin, seorang mahasiswa teman sekampus Oom Ade.
Setiap barang bekas pasti memiliki kekurangan, begitu pula dengan pakaian di awul-awul seperti noda yang susah hilang atau robek dikainnya. Oleh karena itu saya akan memberikan beberapa tips belanja di awul-awul, antara lain:
  • Cium pakaian yang mau dibeli, jika baunya cukup mengganggu dan ada noda yang sulit dihilangkan, jangan dibeli.
  • Jika pakaian tersebut ada kerusakan, pikirkan apakah kerusakan itu bisa diperbaiki. Kancing yang nyaris copot misalnya, bisa dijahit kembali atau resleting yang rusak bisa diperbaiki tanpa mengeluarkan uang banyak.
  • Jika anda tertarik membeli dari brand ternama seperti Levi’s, Elle, atau Adidas dll., pastikan dengan benar seksama barang tersebut. Jangan pernah ragu untuk menanyakan sejarah dan keaslian barang tersebut. Apalagi sekarang ini sudah cukup banyak fashion item yang dipalsukan
  • Sebaiknya anda menggunakan masker saat memilih-milih pakaian.
  • Pakaian yang sudah dibeli, harus dicuci dulu sebelum dipakai sebab bisa gatal-gatal kalau langsung dipakai. Mencucinya pun sebaiknya menggunakan air panas dan beberapa kali cuci, untuk menghilangkan debu kotoran, atau siapa tahu ada bakteri atau virus yang menempel.
Ada banyak tempat awul-awul di Yogyakarta, saya akan menyebutkan beberapa diantaranya: Di pasar malam Sekaten, daerah Ngasem, sepanjang jalannya banyak toko berlabelkan "Sandang Murah". sElain itu ada jua di jalan Kyai Haji Wahid Hasyim, daerah ini termasuk langganan Oom Ade. Alternatif lainnya ada di Pasar Senthir (spesialis sepatu dan tas bekas. Lokasi sebelah Pasar Beringharjo, buka hanya waktu malam saja) dan di belakang PKU wirobrajan, timur jalan menghadap ke barat, cocok untuk mencari pakaian vintage cewek.



0 komentar :

Posting Komentar