thumbnail

BlankOn X Tambora Diluncurkan

Posted by Aizen Sosuke on Minggu, 03 Desember 2017


Tampilan BlankOn Linux Tambora
Kabar gembira bagi para pengguna salah satu distro lokal populer, BlankOn Linux. Tahun ini pengembang resmi meluncurkan BlankOn X (Sepuluh) dengan nama kode Tambora. Terakhir kali, proyek BlankOn meluncurkan versi stabil pada tahun 2014, yakni versi 9.1 Suroboyo. Selama dua tahun ini, pengembang yang dipimpin oleh Ahmad Haris selaku Manajer Rilis, sibuk mengolah dan mematangkan distro BlankOn X Tambora. Sebelum versi final hadir, pengembang telah merilis tiga versi Beta dan dua versi RC (Kandidat Rilis).

“Setelah tertunda beberapa tahun, di awal tahun ini, kami pengembang BlankOn mempersembahkan sistem operasi bebas dan terbuka dengan nama kode TAMBORA dengan nomor rilis X,” ujar Manajer Rilis BlankOn X Tambora, Ahmad Haris.

“Rilis kali ini pengembang melakukan banyak perubahan, sehingga memberikan warna tersendiri dan BlankOn memberikan dukungan ke lebih banyak perangkat keras.”

Ini merupakan versi mayor yang membawa banyak fitur baru, benar-benar lebih segar dibandingkan BlankOn versi-versi sebelumnya. Penulis sendiri mendapatkan testimoni dari teman selaku pengguna BlankOn, bahwa BlankOn X Tambora benar-benar berbeda, mengingat saat itu ia pernah menggunakan BlankOn Suroboyo dan sempat vakum menjadi pengguna distro lain.

Yang baru di BlankOn X Tambora
Seperti yang disampaikan oleh pengembang, BlankOn X Tambora membawa lebih banyak dukungan perangkat keras, penambahan fitur, serta pembaruan-pembaruan perangkat lunak untuk para pengguna setianya.

Versi ini telah membawa BlankOn Installer, aplikasi installer distro BlankOn yang dikembangkan dari awal dengan teknologi Vala, JavaScript, dan HTML5. Selama beberapa waktu ini, pengembang berjuang mematangkan perkakas pengelola partisi PartoEdi yang ada di aplikasi installer ini. Perjuangan ini berhasil dengan peluncuran BlankOn Installer 1.39 beberapa jam yang lalu.
Installer Online BlankOn Linux X Tambora
Produk lain yang membuat BlankOn X Tambora terasa spesial adalah desktop environment Manokwari. Distro ini telah meningkatkan versi Manokwari ke 1.0.13 dengan peningkatan fitur pada kolom pencarian. Fitur ini mengijinkan pengguna untuk menjalankan aplikasi maupun mencari artikel di Google dan Wikipedia dengan fitur kolom pencarian yang dapat diakses di bagian menu. Fitur ini pertama kali hadir di Manokwari 1.0.11. Manokwari 1.0.13 dirilis untuk memperbaiki bug dan meningkatkan fitur baru tersebut.

Selain fitur kolom pencarian, desktop Manokwari juga hadir dengan fitur panel kanan, fitur untuk memutar musik, dan melihat cuaca. Desktop ini pun mendukung retina display dan resolusi hingga 4K.
Panel Kanan desktop BlankOn Manokwari
“Manokwari yang tersedia di BlankOn Tambora juga mendukung resolusi layar yang tinggi, seperti retina display. Manokwari bahkan bisa digunakan di layar 4K,” tambah pengembang.

Sebagai pendukung desktop Manokwari, GNOME 3.20 hadir di BlankOn X Tambora dengan dukungan HiDPI,multitouch dan gesture, geolokasi, pengelola jaringan, dsb.

Untuk memanjakan mata, BlankOn X Tambora hadir dengan Ikon Tebu, kumpulan ikon yang dikembangkan oleh tim kesenian BlankOn. Ikon ini merupakan salah satu fitur mayor mengingat di rilis sebelumnya BlankOn menggunakan Ikon Komodo.

BlankOn X Tambora cocok dipakai oleh pengguna kasual, desainer, hingga pemrogram karena distro ini dilengkapi dengan aplikasi perkantoran LibreOffice 5.1.4.2 “Still” serta aplikasi-aplikasi multimedia, pengelola desain grafik, dan aplikasi-aplikasi lain. Untuk membantu pengguna anyar, BlankOn X Tambora juga membawa buku panduan lengkap yang ditulis oleh tim dokumentasi BlankOn.

Unduh BlankOn X Tambora
Berkas ISO BlankOn X Tambora 64bit bisa didapatkan di repositori BlankOn Linux. Kebutuhan sistem minimal untuk menjalankan distro ini adalah komputer dengan CPU 1GHz (baik arsitektur i386 maupun amd64), memori RAM 1GB, ruang harddisk 15GB, dan VGA 256MB.
11.08
thumbnail

Spek PC Untuk Bermain Pro Evolution Soccer 2017

Posted by Aizen Sosuke on

Pro Evolution Soccer 2017
Menjelang akhir tahun dan perang “abadi” antara dua franchise game sepakbola – FIFA dan PES akan kembali terulang. Maka seperti tahun-tahun sebelumnya, masing-masing berusaha menawarkan sesuatu yang baru di sini. Untuk PES yang kini jadi satu-satunya andalan Konami untuk bersaing di pasar konsol, nilai jual mengakar pada beragam perubahan di sisi gameplay yang diklaim akan menawarkan sensasi sepakbola yang lebih realistis, dan tentu saja lisensi beberapa tim raksasa yang kini tampaknya jadi fokus. Bagi gamer PC yang memiliki rig dengan spesifikasi rendah, PES 2017 tampaknya tetap akan jadi game sepakbola yang paling ramah untuk mereka.

Game PES 2017 dibuat dengan Fox Engine, dan alhasil tidak ada perubahaan yang benar-benar berubah dalam kebutuhan sistemnya. Berbeda dengan FIFA 17 yang akhirnya pindah ke Frostbite Engine dan meminta spesifikasi PC yang cukup berat untuk sebuah game sepakbola, Konami tampaknya masih belum berfokus untuk menjadikan PES 2017 versi PC ini untuk berada di kualitas visualisasi yang serupa.
Pro Evolution Soccer 2017 Sceenshot
Anda berminat memainkan game PES 2017 yang notabene adalah salah satu game pc terbaik ini? Simak terlebih dahulu spesifikasi minimum dan rekomendasinya.

Spesifikasi game Pro Evolution Soccer 2017
Spesifikasi minimum:
CPU: Core 2 Duo E4300 1.8GHz or Athlon II X2 240
GPU: GeForce 8800 GS or Radeon X1600 XT
RAM: 1 GB
Operating System: Win Vista 32
DirectX: DX 9
Harddisk Drive: 8 GB

Spesifikasi yang direkomendasi:
CPU: Core i3-530 2.9GHz or Phenom II X4 925
GPU: GeForce GTX 260 v3 or Radeon HD 4850
RAM: 2 GB
Operating System: Win 7 32
DirectX: DX 9
Harddisk Drive: 8 GB

PES 2017 sendiri telqah dirilis pada tanggal 13 September 2016 yang lalu. Bagaimana dengan Anda sendiri? Sudah siapkah PC Anda menangani game sepakbola yang “relatif ringan” ini?
10.43
thumbnail

Pro Kontra Lepas Hijab dan Pilihan Wanita

Posted by Aizen Sosuke on

Andaikan saya berkawan dengan Rina Nose, saat pertama kali melihatnya berjilbab, kalimat pertama yang saya ucapkan adalah "Kamu terlihat cantik dengan penampilan barumu". Atau saat Rina Nose memutuskan membuka jilbabnya, saya juga akan mengucapkan "Kamu terlihat cantik dengan penampilan barumu". Kalaupun misalnya nanti Rina Nose memutuskan memakai kembali jilbabnya, mungkin kalimat itu pula yang akan saya katakan.

Dan kalimat "Kamu terlihat cantik dengan penampilan barumu" itu pulalah yang selalu saya katakan kepada teman-teman saya, saat mereka memutuskan berjilbab. Kalimat yang sama juga selalu saya ucapkan kepada teman-teman saya yang akhirnya memilih untuk melepas jilbabnya. 

Saya tahu banyak teman-teman saya yang memutuskan berjilbab atau memilih membuka jilbabnya, setelah melalui pergulatan batinnya masing-masing. Dan menurut teman-teman saya yg memilih membuka jilbabnya, pergulatan batin yang mereka alami lebih berat dibandingan ketika memutuskan untuk berjilbab. Apalagi jika orang tersebut adalah seorang Public Figure. 

"Saat memakai jilbab semua orang memberikan selamat karena menurut mereka saya telah mendapat hidayah. Tapi saat membuka jilbab, banyak yang mencibir dan berpikir negatif atas pilihan saya," begitu curhat seorang kawan saya yang memutuskan membuka jilbabnya.

Rina Nose Melepas Jilbabnya, Fenomena Lepas Hijab
Saya punya kenalan seorang Public Figure yang juga memilih membuka jilbabnya. Saat saya pertama kali melihatnya di suatu forum tampil tanpa berjilbab dengan gaya busana yang sangat trendy, saya mendatanginya hanya untuk mengatakan "Kamu terlihat cantik dengan penampilan barumu" dan ia terlihat kaget saat saya mengucapkan itu kepadanya. 

"Beneran? Terima kasih banget ya," Begitu balasnya dengan wajah yang sumringah.

Dari obrolan saya dengannya kemudian, baru saya tahu kalau setelah ia memutuskan membuka jilbabnya, banyak sekali orang yang menyayangkan dan bahkan mencibir keputusannya, bahkan teman-temannya sendiri banyak yang menggosipkannya di belakang. Jadi menurutnya, saat saya mengapresiasi penampilan barunya, ia seperti diberikan suntikan semangat. Padahal kita tidak pernah tahu, seperti apa pergulatan batin yang harus dialami seseorang saat memutuskan membuka jilbabnya. Dan jika pilihan yang harus diambil seorang wanita setelah melalui pergulatan batin malah dicaci-maki orang banyak, tidak kebayang seperti apa cobaan yang mungkin malah bisa membuat orang tersebut stres atau malah depresi. Dan banyak kasus di masyarakat, sebagian orang yang tidak bisa bertahan melalui depresi, bisa berakhir dengan bunuh diri. Tentu kita tidak mau hal itu terjadi kepada orang-orang di sekeliling kita, hanya karena ia depresi dengan penghakiman yang tak kunjung berhenti hanya karena ia memilih membuka jilbabnya. 

Pada dasarnya, setiap wanita, juga manusia pada umumnya, butuh diapresiasi dan juga penguatan (encouragement), atas apapun pilihannya. Dan keputusan untuk bagaimana seorang berbusana adalah hak privatnya. Saya juga pernah membaca tulisan dari seseorang yang mumpuni dalam bidang agama, yang memberikan ucapan selamat kepada seorang muslimah yang memutuskan berjilbab di masyarakat kita sebenernya salah kaprah. 

Ucapan "Selamat ya telah mendapatkan hidayah", itu sebenernya mengandung ego keangkuhan bahwa yang mengucapkan selamat merasa dirinya lebih baik atau lebih suci karena selama ini telah mendapatkan hidayah, sedangkan orang yang diberikan ucapan selamat baru saja mendapatkan hidayah. Di sisi lain, kalimat itu juga mengandung, bahwa pencarian hidayah sudah cukup berhenti saat seseorang memutuskan berjilbab. Sedangkan proses pencarian hidayah adalah proses yang terus menerus dan baru akan berhenti saat manusia mengembuskan napas terakhirnya.

Dan bagi saya, dengan memilih mengucapkan "Kamu terlihat cantik dengan penampilan barumu" kepada seseorang yang memutuskan berjilbab ataupun memutuskan membuka jilbabnya, saya tahu itu bisa memberi kepercayaan diri, penghargaan, dan penguatan kepada seorang wanita, atas apapun pilihannya. Kalau mau jujur, di masyarakat kita saat ini ada kecenderungan untuk mengukur kesalehan seseorang hanya dari bagaimana cara berpakaiannya. Jika perempuan sudah berjilbab dinilai sebagai wanita shalehah dan lebih baik dibandingkan perempuan muslimah yang belum berjilbab. Padahal kalau kita mau sedikit menilik catatan sejarah, ada banyak nama perempuan muslimah dalam daftar pahlawan nasional. Ada beberapa nama yang memang mengenakan jilbab seperti Rasuna Said dan Siti Walidah/ Nyai Ahmad Dahlan.

Dan ada banyak nama seperti Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Nyi Ageng Serang, Dewi Sartika, RA Kartini hingga Malayahati (Laksamana Laut Perempuan pertama di dunia) yang dalam foto-foto mereka tidak mengenakan jilbab. Mereka semua adalah perempuan yang sepanjang hidupnya berakhlak karimah, berjuang untuk amar ma'ruf nahi munkar, dan menebar manfaat kebaikan untuk sesama.

Bahkan manfaat kebaikan yang mereka lakukan terus dirasakan masyarakat, ratusan tahun setelah semua wafat. Lalu untuk nama nama para pahlawan di atas, apakah mereka tidak layak kita sebut sebagai para muslimah salehah, hanya karena sepanjang hidup mereka tidak berjilbab? Perkara apakah seorang wanita layak masuk surga atau neraka hanya karena bagaimana cara berpakaiannya, biarlah itu cukup jadi bahasan Felix Siauw saja, karena publik juga tahu ia banyak memberi ceramah dan seminar berbayar tentang topik jilbab. 

Bagi saya, apakah seorang perempuan memilih tidak berjilbab/ berjilbab/ bercadar sekalipun, itu pilihan pribadinya yang tidak perlu kita hakimi dan jangan sampai membuat kita merasa lebih modern/ lebih baik / lebih suci dari yang lain selama hidup di dunia. Jadi, untuk teman-teman saya di manapun yang memutuskan berjilbab atau mengenakan cadar sekalipun, atau untuk mereka yang memilih untuk membuka jilbabnya atau memilih berbusana seksi sekalipun, saya ingin mengucapkan "Kamu terlihat cantik dan semoga terus berbahagia dengan apapun pilihanmu".

"Tak ada yang membuat seorang wanita lebih cantik, selain kepercayaan dirinya bahwa ia cantik". "Karena setiap wanita ingin diberi penguatan, atas apapun pilihannya"

08.52
thumbnail

Berhijab, Fashion Ataukah Budaya Arab?

Posted by Aizen Sosuke on

Tren hijan Indonesia, Wanita mengenakan jilbab“Berkibar jilbabmu di setiap waktu
Di sepanjang jalan kulihat kamu
Gebyar jilbabmu meredam nafsu,
Busanamu menyejukkan kalbu…"
(Jilbab Putih).

Kutipan lagu qasidah tersebut pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Lantas, apa definisi dari kata 'hijab' dan bagaimana pula perkembangannya di Indonesia? Jilbab sebenarnya merupakan kata populer dari khimar. Khimar adalah bahasa Arab yang berarti kain penutup kepala. Mengacu pada kata khimar dan lirik “berkibar jilbabmu”, yang dapat dikategorikan sebagai jilbab adalah kain penutup kepala yang cukup longgar dan menutup dada. Adapun kain penutup kepala yang sekadar menutup rambut ataupun menutup seluruh kepala dan leher namun melekat dan ketat, belum bisa dikategorikan sebagai jilbab. Mengapa demikian? Karena “jilbab” yang ketat dan melekat tidak mungkin dapat berkibar.

Mengenai fungsi jilbab itu sendiri, dari lirik “Gebyar jilbabmu meredam nafsu, busanamu menyejukkan kalbu”, kita bisa mengetahui fungsi utama jilbab adalah sebagai hijab (penutup aurat). Selain itu ada beberapa fungsi lain seperti menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala. Namun, apakah parajilbabers (baca: pemakai jilbab) saat ini mengutamakan fungsi jilbab sebagai hijab?

Perkembangan Hijab di Indonesia
Sekitar tahun 70'-80'an, jilbab masih merupakan benda yang masih asing di Indonesia. Baru segelintir perempuan yang memakainya, itu pun sempat menimbulkan perdebatan. Contohnya saja saat beberapa siswi sekolah negeri mulai mengenakan jilbab. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu sampai-sampai berdebat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena penggunaan jilbab di sekolah negeri dianggap menyalahi peraturan seragam sekolah. Hal ini salah satunya disebabkan oleh paradigma yang keliru. Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa jilbab hanya diwajibkan bagi perempuan Arab karena perintah berjilbab turun di tanah Arab. Oleh karena itu, sejak abad ke-7 hingga sekarang, tidak sedikit masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat dunia yang menganggap jilbab adalah sebuah budaya Arab semata. Namun, benarkah jilbab hanya budaya Arab semata? Sangat sulit untuk menjawabnya.
08.43
thumbnail

ASUS ROG STRIX RX470-O4G Gaming, VGA Card Mainstream Performa Oke

Posted by Aizen Sosuke on Sabtu, 02 Desember 2017

Jajaran graphics card AMD Radeon RX seri 400 datang sejauh ini sudah ada tiga varian, yakni RX 480, RX 470, dan RX 460. Posisi RX 470 sendiri berada di tengah-tengah diantara ketiganya. Begitupun soal performa & harga jualnya. Meski masuk dalam kelas mainstream, performanya tak bisa diremehkan. Berbekal GPU Polaris 10 yang juga digunakan pada Radeon RX 480, RX 470 bisa dijadikan alternatif untuk Anda yang merasa kemahalan dengan harga graphic card flagship di jajaran AMD Radeon RX seri 400 tersebut. Salah satu produsen graphics card, MSI pun tak mau ketinggalan untuk mengadopsi GPU Polaris 10 yang digunakan pada AMD Radeon RX 470 melalui seri MSI Radeon RX 470 GAMING X 4G.

Desain
Sebagai salah satu anggota keluarga ASUS Republic of Gamers (ROG) yang masuk ke dalam jajaran perangkat STRIX GAMING, graphics card ini datang dengan nuansa hitam yang kental. Hal ini terlihat dari desain penutup heatsink dan dua buah kipas berdiameter 10 cm yang ada pada bagian depan. Begitu juga dengan warna PCB-nya. Agar tidak cepat kotor, seluruh kipas tersebut dirancang untuk bisa berhenti berputar ketika beban kerja graphics card cenderung rendah, seperti pada saat memutar film atau memainkan game ringan. Namun ketika bebannya cukup berat, seperti saat memainkan game yang memiliki banyak efek visual grafis, kipas akan kembali berputar agar temperatur GPU tetap terjaga.
Untuk mengalirkan panas yang dihasilkan oleh GPU, ASUS menyematkan heatsink bernama DirectCU II. Sesuai namanya, heatsink tersebut dibekali dengan dua buah heatpipe yang langsung menyentuh GPU. Satu di antaranya melintang dari GPU ke heatsink bagian kiri. Sisanya, dari GPU ke heatsink bagian kanan. Dengan begitu, panas pun bisa disalurkan dengan optimal. Agar tidak mudah bengkok pada saat temperaturnya tinggi karena dioverclock atau sebab lainnya, ROG-STRIX-RX470-O4G-GAMING memiliki backplate tebal berbahan baja pada bagian atas.

Layaknya graphics card gaming pada umumnya, graphics card yang memiliki total dimensi 24,2 x 12,9 x 4,2 cm ini dilengkapi dengan lampu LED yang diberinama Aura RGB Lightning. Lampu indikator yang berada di bagian depan tersebut memiliki jutaan warna yang bisa dikostumisasikan sesuai keinginan pengguna melalui aplikasi GPU Tweak II yang terinstall pada PC. Tak cukup sampai situ, Anda juga diizinkan untuk menggunakan salah satu dari enam animasi efek yang tersedia, di antaranya adalah Static, Breathing, Strobing, Color Cycle, Music Effect, dan GPU Temperature.

Secara keseluruhan, desainnya tak jauh berbeda dengan graphics card sejenis lainnya. Agar bisa memainkan game melalui lebih dari satu monitor dengan konfigurasi AMD Eyefinity, ASUS menyematkan sebuah port HDMI, DisplayPort, dan dua buah DVI-D. Namun tak hanya itu, ASUS juga memberikan sedikit feature tambahan yang cukup bermanfaat. Pada bagian samping, terdapat sebuah konektor kipas 4 pin yang bernama ASUS FanConnect. Layaknya pada mainboard, ini memungkinkan Anda untuk mengoneksikan kipas tambahan yang umumnya dipasang pada casing. Bedanya, melalui konektor ini, kecepatan putaran kipas akan disesuaikan berdasarkan temperatur GPU, bukan CPU.
ASUS menyematkan konektor kipas 4 pin pada graphics card ini

Spesifikasi VGA ASUS ROG STRIX RX470-O4G Gaming
GPU Codename 
GCN 4th Gen (Polaris 10)
Compute Unit
32
Stream Processor
2048
GPU Clock/Boost
1250 Mhz/ 1270 Mhz
Memori
4GB GDDR5 / 256 bit
Clock Memory
6600 MHz
Kapasitas Memori
1 GB
TDP
120 Watt
Interface
PCIe 3.0 x16
Paket penjualan: Installation Guide, Driver Disc, 2X ROG Cable Ties, Kupon World of Warships

Performa
Sebagai graphics card kelas mainstream, performanya terbilang cukup tinggi. Tak cuma karena penggunaan GPU Polaris 10 yang digunakannya, tetapi juga konfigurasi GPU clock yang lebih tinggi dari model reference. Pada model reference, Radeon RX 470 hanya berjalan pada default clock sebesar 926 MHz dan boost clock 1.206 MHz. Sementara pada graphics card ini, ASUS menggunakan konfigurasi default clock 1.250 MHz pada mode gaming dan 1270 MHz pada mode OC. Tak hanya itu, penggunaan berbagai komponen solid dan 5+1 Phase Super Alloy Power II juga membuat graphics card ini memiliki performa dan durabilitas yang prima. Untuk menguji performa graphics card ASUS ROG-STRIX-RX470-O4G GAMING, News Mojo menggunakan beberapa game berat seperti Grand Theft Auto V, Battlefield 4, dan Rise of the Tomb Raider pada resolusi Full HD (1.920x1.080) dan konfigurasi ULTRA serta V-SYNC OFF. Berbekal GPU Polaris 10 dan kapasitas memori 4 GB GDDR5 berkecepatan 6.600 MHz, seluruh game tersebut berhasil ditampilkan dengan angka rata-rata frame per detik lebih dari 60 poin.

Plus Minus:
(+) Performa kencang untuk game berat konfigurasi ULTRA pada resolusi Full HD
(+) Menyertakan satu konektor kipas 4 pin pada sisi samping
(+) Terdapat kupon World of Warships pada paket penjualan
(-) Tak bisa tampil optimal pada game tertentu

Konklusi
Sebagai salah satu anggota keluarga Republic of Gamers (ROG), ASUS ROG-STRIX-RX470-O4G GAMING datang dengan berbagai feature menarik. Mulai dari penggunaan 5+1 Phase Super Alloy Power II untuk memaksimalkan durabilitas dan kinerja graphics card, hadirnya konektor kipas 4 pin, serta sebuah kupon World of Warships untuk Anda yang gemar bermain game. ASUS ROG-STRIX-RX470-O4G GAMING ini juga mampu menampilkan performa yang terbilang kencang untuk graphics card kelas mainstream. Oleh karenanya, tak heran jika ia dimasukkan ke dalam jajaran produk STRIX GAMING. Untuk menambah ‘aura’ gaming, ASUS pun tak lupa untuk menyematkan LED dengan jutaan warna bernama Aura RGB Lightning.
08.59
thumbnail

ASRock X99 Taichi, Fitur Lengkap Harga Terjangkau

Posted by Aizen Sosuke on

Biasanya, mainboard dengan chipset Intel seri ekstrem X99 dibanderol dengan harga yang cukup fantastis. Kalaupun tidak biasanya banyak feature yang ‘disunat’ agar bisa dijual dengan harga yang ekonomis. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk mainboard ASRock X99 Taichi. Pasalnya, produsen mainboard yang satu ini berhasil mengemasnya dengan berbagai feature yang menarik namun dengan harga jual yang tetap murah. Berdasarkan pantauan News-Mojo pada salah satu toko online di Indonesia, ASRock X99 Taichi dijual seharga Rp. 4.500.000.

Tak hanya mengutamakan feature, ASRock juga memberikan paket penjualannya yang berlimpah. Selain buku manual, DVD driver, sticker, I/O Shield, dan empat buah kabel SATA III 6 Gb/s, di dalam kardusnya juga terdapat 2-Way SLI Bridge, 3-Way SLI Bridge, dan SLI HB Bridge, masing-masing satu buah. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi repot-repot untuk membelinya secara terpisah jika ingin menggunakan konfigurasi SLI. Tak ketinggalan, ASRock juga menyertakan dua buah antena untuk Wi-Fi yang terpasang pada bagian belakang mainboard.

Desain
ASRock X99 Taichi datang dengan kombinasi warna hitam dan putih yang cukup kental. Warna hitam digunakan sebagai warna dasar untuk permukaan PCB dan heatsink. Sedangkan warna putih terdapat pada permukaan PCB bagian bawah dan heatsink chipset sebagai pemanis. Tak cuma itu, warna putih juga terlihat di sepanjang pelindung plastik yang membentang dari I/O Port hingga ke bagian pemroses audio.

Sebagai salah satu jajaran mainboard premium, X99 Taichi dibalut dengan berbagai komponen solid agar durabilitasnya tetap prima, seluruhnya digabung dalam feature Super Alloy. Feature ini terdiri dari penggunaan material aluminium alloy pada heatsink bagian PWM, I/O armor untuk melindungi I/O port, penggunaan power choke premium 60A, platinum capacitor, Ultra Dual-N MOSFET (UDM), serta 8 layer PCB.
ASRock menyediakan delapan buah port SATA III, satu di antaranya SATA Express

Bagi Anda yang ingin menggunakan lebih dari satu graphics card, terdapat tiga buah slot PCI Express x16. Dengan begitu, Anda bisa melakukan konfigurasi Quad SLI, 3-Way SLI, dan SLI saat menggunakan graphics card buatan NVIDIA. Saat menggunakan graphics card buatan AMD, Anda bisa memakai konfigurasi Quad CrossFireX, 3-Way CrossFireX, dan CrossFireX. Agar slot PCI Express x16 tak mudah patah atau bengkok saat menahan beban graphics card yang cukup berat, ASRock membalut tiga buah slot tersebut dengan lapisan baja. Tak cuma itu, hal ini juga mampu meningkatkan performa graphics card dan mencegah interferensi dari pemrosesan lain yang sedang berlangsung.
Konektor Rail 12V ASRock X99 Taichi sedikit tersempil di bagian atas oleh heatsink

Untuk urusan storage, mainboard ini memiliki interface yang terbilang lengkap. Pada permukaan PCB-nya terdapat 10 slot SATA III 6 Gb/s, dua di antaranya juga difungsikan sebagai slot SATA Express. Selain itu, ada dua buah slot Ultra M.2 dengan bandwidth 32 Gb/s untuk menyisipkan SSD. Sementara untuk mengoneksikan media penyimpanan eksternal dan perangkat lainnya, bagian belakang X99 Taichi dibekali dengan tiga buah port USB 2.0, tiga port USB 3.0, dan dua port USB 3.1 (satu di antaranya USB Type-C). Jika masih kurang, masih ada dua USB 2.0 header dan satu USB 3.0 header. Masing-masing header sendiri bisa menampung dua port USB. Itu artinya, Anda bisa menambahkan enam buah port USB lagi melalui header.

Bagi Anda yang gemar overclocking, ASRock menyediakan dua buah BIOS yang tertempel pada bagian bawah mainboard.Keduanya berfungsi sebagai BIOS utama sehingga Anda bisa menyimpan profil overclocking pada semua BIOS yang ada. Di samping itu, adanya dua BIOS ini juga bisa dimanfaatkan untuk berjaga-jaga jika ada salah satu BIOS yang rusak. Untuk bisa memilih BIOS mana yang aktif, ada switch yang berada tepat di samping BIOS. Sementara untuk mereset konfigurasi BIOS, terdapat tombol clear CMOS pada sisi belakang. Menariknya, ASRock sengaja menggunakan jenis BIOS tradisional yang bisa dicopot sehingga pengguna bisa mengganti dan mencari komponen penggantinya dengan mudah.

Tak jauh dari slot Ultra M.2, pada mainboard ASRock X99 Taichi juga terdapat sebuah debug LED yang bisa memberikan dua digit huruf atau angka. Ini berfungsi sebagai indikator dari kondisi sistem. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui error code yang dihasilkan jika sistem mengalami gagal booting akibat salah konfigurasi timing RAM. Agar bisa terkoneksi dengan jaringan secara nirkabel, ASRock juga menyertakan sebuah modul Wi-Fi berstandar 802.11 a/b/ g/n/ac pada belakangnya. Dengan antena eksternal dan teknologi dual-band (2,4 dan 5 GHz), modul ini bisa menangkap sinyal Wi-Fi dengan baik. Ini artinya, Anda tak perlu lagi membeli Wi-Fi receiver tambahan dalam bentuk USB maupun PCI Express.

Data Teknis  Mainboard ASRock X99 Taichi
CPU
Intel Skylake
Chipset
Intel X99
Memori
Hingga 128 GB
SATA3/Ultra M.2
10 / 2
Port USB 2.0/3.0 / 3.1
2 / 5 (3+2 via header) / 1+1 USB-Type C
Dukungan Multi-GPU
Supports AMD 3-Way CrossFireX™, NVIDIA® 3-Way SLI
Form Factor
ATX
Video Output
-
Paket Penjualan
Quick Installation Guide, Software Setup
Guide, Driver Disc, Sticker, 4 x SATA Cable,
I/O Shield, 2 x Wi-Fi Antenna, 1 x 2-Way SLI
Bridge, 1 x SLI HB Bridge, 1 x 3-Way SLI Bridge

Plus Minus
(+) Menyertakan modul Wi-Fi 5 GHz berstandar 802.11 a/b/g/n/ac
(+) Menggunakan dua BIOS tradisional yang mudah dicopot
(+) Seluruh slot PCI Express x16 dilindungi dengan lapisan baja
(-) Konektor rail 12 volt sedikit tersempil pada heatsink bagian atas

Performa
Untuk menguji mainboard ini, News Mojo menggunakan prosesor Intel Core i5-6400, SSD PNY CS1311 120 GB, dan RAM 16 GB Kit (2 x 8 GB) Team Dark DDR4 3000 (TDRED416G3000HC16ADC01). Ketika diuji dengan aplikasi PCMark 8, pada skenario Creative Conventional skor yang diperolehnya adalah 4.774 poin. Sementara untuk skenario Home Conventional dan Work Conventional, masing-masing memeroleh poin 4.206 dan 3.510.

Kesimpulan
Dengan berbagai feature dan paket penjualan yang disertakan, harga jual mainboard ASRock X99 Taichi tergolong murah dikelasnya. Pasalnya tak banyak produsen mainboard yang berani membanderol konektor 2-Way SLI Bridge, 3-Way SLI Bridge, dan SLI HB Bridge pada jajaran mainboard seharga Rp4 jutaan. Umumnya, Anda harus membelinya satu per satu secara terpisah. Menyertakan sebuah modul Wi-Fi dual band berstandar 802.11 a/b/g/n/ac yang lengkap dengan antenanya juga menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan begitu, Anda bisa langsung terhubung dengan jaringan nirkabel tanpa harus membeli Wi-Fi receiver tambahan baik berbentuk USB maupun PCI Express.
08.26
thumbnail

Keyboard Mekanikal Armaggeddon MKA-9C Psychraptor

Posted by Aizen Sosuke on

Semenjak wujudnya pertama kali diperlihatkan pada acara Mega Trends 2016 beberapa bulan lalu, akhirnya salah satu keyboard mekanikal terbaru Armaggeddon resmi tersedia di pasaran. Armaggeddon MKA-9C Psychraptor merupakan tambahan baru pada lini keyboard gaming mekanikal. Sebelumnya Armaggeddon memang telah mengenalkan varian MKA yang hadir dengan menjual desain yang kompak. Namun varian MKA-9C Psychraptor membawa desain yang berbeda dan tak lagi kompak.

MKA-9C Psychraptor hadir dalam ukuran yang cukup lebar jika dibandingkan dengan varian MKA lainnya. Gamer membutuhkan lebar area ideal pada kisaran 25 cm pada meja untuk menempatkan keyboard mekanikal dengan lebar berkisar 22 cm dan panjang berkisar 45.5 cm ini. Tampilannya masih sama dengan varian MKA lainnya, menampilkan desain keycap yang terkesan telanjang dan menjulang dari plat berbahan aluminiumnya. Desain ini membuat housing dari masing-masing switch terlihat jelas.

Panel aluminium hanya menjadi base pada jajaran keycap, karena Psychraptor menggunakan material plastik sebagai kombinasi untuk mempermanis tampilan di beberapa sisi. Adalah sisi bagian atas dan wrist rest selebar ±6 cm berhias logo Armaggeddon untuk membuatnya tidak tampak kosong. Kombinasi warna pun diaplikasikan untuk mendapatkan tampilan yang menarik, kombinasi hitam doff pada keycap serta material berbahan plastik dengan plat aluminium berwarna perak kehijauan dengan sentuhan metalik terlihat cukup mewakili karakter gamer yang menggemari karakter militer. Kabel sepanjang 1.8 meter dengan ukuran yang tidak terlalu besar, cukup fleksibel dan kuat berkat penggunaan nylon braided sebagai lapisan terluarnya.

Keyboard ini tergolong dalam kategori full-size keyboard yang berarti keyboard ini memiliki deretan tombol NumLock. Ukuran keycapnya relatif sama dengan keyboard gaming kebanyakan, disini Armaggeddon menyapukan finishing doff pada setiap keycapnya. Meskipun tanpa kehadiran tombol tambahan seperti yang umum diberikan oleh beberapa vendor dan tidak didukung oleh software, MKA-9C Psychraptor tidak minim akan fitur.
Tampilan MKA-9C terlihat agresif dengan mengaplikasikan base aluminium pada panel keycap

Jika diperhatikan deretan tombol F1 sampai F12 dipenuhi oleh ikon-ikon yang berfungsi untuk mengatur pencahayaan LED. Yup, keyboard ini memang sudah mendukung penggunaan LED RGB pada setiap keycapnya. Keyboard ini memiliki 6 buah mode pendar LED yang keren, mulai dari mode Wave, Ribbon, Ripple, Run Laps, Single Lighting dan Pulsating, tapi uniknya Armaggeddon menyediakan 5 buah tombol yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan gamer, mungkin menyesuaikan dari jenis game yang sedang gamer mainkan. Caranya juga tidak sulit, gamer hanya perlu mengikuti instruksi yang terdapat pada User Manual. Selain mode pencahayaan, keyboard ini juga menyediakan tombol fungsi multimedia untuk memberikan kemudahan dalam mengatur alur lagu atau tingkat volume saat mendengarkan musik dan menonton film.
Tampilan keycap yang menjulang tinggi menampilkan dengan jelas mekanikal switch di baliknya.

Varian yang kami uji kali ini datang dengan dibekali switch Kailh berwarna merah, dalam kotak kemasannya pun Armaggeddon memberikan informasi bahwa switch ini beroperasi cukup senyap dan dapat memberikan respon yang cepat. Dalam pengujiaannya keyboard ini memang mampu memberikan kenyamanan ketika diajak untuk mengetik artikel pengujian. Setiap tekanan pada keycapnya tidak menimbulkan bunyi klik yang biasa ditemukan pada karakter switch berwarna biru dan hijau. Diajak mengetik cepat pun keyboard ini masih terdengar cukup senyap.

Membawa jargon The Ultimate Gaming Gear, keyboard ini sudah seharusnya dapat mengakomodir kebutuhan gamer akan fungsionalitasnya sebagai peripheral gaming. Dengan kemudahan pengaturan warna LED pada keycap, gamer MOBA populer seperti DOTA 2 akan cukup membantu ketika menempatkan skill-skill khusus. Gamer dapat membuat sendiri tombol-tombol yang dirasa perlu mendapatkan efek pencahayaan LED. Karakter keyboard dengan switch mekanikal mampu memberikan respon yang cepat dan tentunya sudah mendukung anti-ghosting. Namun tanpa dukungan software, keyboard ini belum bisa mengisi semua segmen genre game yang biasanya menawarkan fitur penyimpanan makro yang mudah.
Spesifikasi Armaggeddon MKA-9C Psychraptor
Interface/kabel
USB / 1,8 meter
Switch
Kailh Red
LED
RGB
Paket Penjualan
Armaggeddon MKA-9C Psychraptor
User manual
Keycap puller

Sisi Positif & Negatif:
(+) Built quality baik
(+) LED RGB
(+) Plat aluminium
(+) Mode LED beragam
(-) Tidak ada keycap cadangan
(-) Tidak didukung software
(-) Ukuran wrist rest kecil dan tidak dapat dilepas

Kesimpulan
Untuk gamer yang ingin merasakan keyboard gaming mekanikal dengan harga dibawah 1 juta, keyboard milik Armaggeddon ini bisa menjadi salah satu opsi yang patut diper-hitungkan. Datang dengan tampilan yang lebih agresif jika dibandingkan dengan saudara MKA lainnya, MKA-9C Psychraptor mengaplikasikan base aluminium yang membuatnya terlihat kokoh dan keren. Meskipun tidak dibekali dengan tombol tambahan ataupun software pendukung, gamer masih tetap bisa mengkonfigurasi tampilan keyboard dengan memaksimalkan 6 mode default atau 5 buah profile yang dapat dengan bebas dikonfigurasi gamer. Respon yang cepat ala keyboard mekanikal sangat memabntu dalam permainan yang membutuhkan kecepatan dan karakter switch merah ini tidak menimbulkan bunyi klik yang terlalu berisik.
07.50
thumbnail

Si Ratu Telenovela Maria Mercedes

Posted by Aizen Sosuke on

Poster Telenovela Maria Mercedes
Masih ingat dengan tayangan telenovela "Maria Mercedes" yang pernah disiarkan di stasiun TV swasta era 90an? Siapa sih remaja & Ibu-ibu di rumah yang tak kenal dengan sosok Latin cantik tersebut? Apalagi waktu itu banyak yang demen nonton telenovela, bukan hanya golongan ibu-ibu saja yang menontonnya, bahkan remaja yang baru kelas 6 SD atau anak-anak SMP pun getol ngikutin ceritanya di tiap episode. Oleh sebab itu, tak salah jika Maria Mercedes adalah sebuah ikon telenovela tahun 90an. 

Maria Mercedes merupakan program acara telenovel 90an yang dahulu ditanyangkan di SCTV (kalau tidak salah setiap hari senin sampai jumat sekitar jam 5 sore). Dengan dibintangi aktris Mexico nan cantik jelita, Thalia dan telah menjadi yang pertama dari trilogi telenovela yang dibintanginya, yaitu "Maria Mercedes", "Mari-Mar", dan "Maria Cinta Yang Hilang". 


Plot Cerita

Seorang gadis kampung bernama Maria Mercedes tiba-tiba mendapatkan warisan dari seorang konglomerat yang tidak dikenalnya. Konglomerat tersebut dari marga Del Olmo mengajaknya tinggal di 'Mansion del Olmo' dimana di situ juga tinggal seorang yang super judes dan jahat bernama Malvina del Olmo, yang masih memiliki ikatan saudara dengan konglomerat itu bersama dengan kedua anaknya Jorge Luis & Digna del Olmo. Malvina sebenarnya berambisi mendapatkan harta warisan tersebut, sehingga menghalalkan segala cara dan berusaha untuk melenyapkan Maria Mercedes. Namun, Jorge Luis (anaknya Malvinas) jatuh cinta pada Maria Mercedes dan mati-matian membela kekasihnya itu dihadapan Ibunya. Hal ini tentu saja ditentang Malvina, sehingga ia pun berusaha memisahkan anaknya dari kampung itu, dengan cara menjodohkan anaknya dengan perempuan lain. 

Seorang saudara Jorge Luis yang sakit-sakitan bernama Santiago del Olmo juga mencintai Maria Mercedes dan meminangnya. Karena sakit hati pada Jorge Luis, Maria Mercedes akhirnya menerima pinangan tersebut dan kemudian menikah dengannya. Setelah Santiago meninggal, Jorge Luis kembali mengejar cintanya kembali, dan Jorge Luis pun mendapatkan hati Maria Mercedes kembali setelah ia menyelamatkan Maria dari usaha pembunuhan yang hendak dilakukan ibunya.
Del Olmo's Family
Keluarga del Olmo : Digna, Malvina, Jorge Luis (dari kiri ke kanan)

Cerita akhirnya ditutup dengan happy ending, Maria dan Jorge Luis pun menikah. Sedangkan Malvina menjadi gila dan dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa. Digna (gambar paling kiri), adik dari Jorge Luis, sebenarnya menyayangi Maria Mercedes dan tidak jahat seperti Malvina walaupun dia selalu menyangkal hal itu karena ia takut di depan ibunya.
Keluarga Maria Mercedes
Keluarga Maria Mercedes (Rosario paling kiri)

Pesona Thalia Di Kancah Telenovela
Masih ingat dengan lagu opening dari telenovela ini? Lagu pembukaan yang dibawakan oleh Maria Mercedes sendiri dengan goyangan Latinnya yang aduhai. Berikut sebagian liriknya yang saya peroleh:
--------------------------------------
Maria Mercedes Red DressMaría Mercedes pa’ servirle a usted
un buen día mi son cambió
compró un cachito y me conoció
y al morir un montón me heredó 

María Mercedes pa’ servirle a usted
que rico son el que bailo yo
el baile que alivia cualquier dolor
su ritmo calienta mi corazón 

María Mercedes,
la vida te premiará, tú ya lo verás
María Mercedes,
tu amor te corresponderá
María Mercedes...
--------------------------------------
Oya, ada beberapa catatan penting dalam kisah telenovela Maria Mercedes yang mungkin anda tidak ketahui, ataupun hanya untuk mengingatkan kembali, diantaranya:
  • Aktris yang memerankan tokoh Malvina, musuh besar dari Maria Mercedes ternyata adalah kakak kandung Thalia sendiri, yang bernama Laura Zapata.
  • Telenovela Maria Mercedes adalah remake dari sebuah telenovela tahun 70an bertajuk "Rina" dan menjadi telenovela pertama dari trilogi Maria yang dibintangi oleh Thalia (Maria Mercedes, Mari-Mar, Maria Cinta Yang Hilang)
  • Thalia pernah mengunjungi Indonesia dalam promo telenovela "Maria La Del Barrio" atau diterjemahkan menjadi ""Maria Cinta Yang Hilang".
Pemeran tokoh dalam telenovela Maria Mercedes:
- Talia sebagai Maria Mercedes Munoz del Olmo
- Arturo Peniche sebagai Jorge Luis del Olmo
- Carmen Salinas sebagai Filogonia
- Laura Zapata sebagai Malvina del Olmo
- Nicky Mondellini sebagai mistica
- Gabriela Goldsmith sebagai Magnolia
- Evangelina Sosa sebagai Candy
- Diana Golden sebagai Fabiola
- Karla Alvarez sebagai Rosario Munoz
- Jaime Moreno sebagai Rodolfo
- Carmen Amezcua sebagai Digna del Olmo
- Meche Barba sebagai Chonita
- Rebeca Manriquez sebagai Justa
- Fernando Ciangherotti sebagai Santiago del Olmo
07.14
thumbnail

Bernostalgia Kembali Dengan Film Kolosal Jadul

Posted by Aizen Sosuke on

Sobat News Mojo, adakah yang masih ingat dengan film kolosal berikut ini, Saur sepuh, Tutur tinular, Mahkota Mayangkara, Babad Tanah Leluhur, Misteri Gunung Merapi, Nini Pelet ? Bagi yang terlahir paling tidak sebelum tahun 87 akhir mungkin pernah mengikuti atau paling tidak mendengar tentang cerita tersebut di masa kecil, entah melihat film-nya di televisi, acara hiburan masal layar tancep, atau dari sandiwara radionya. Kalau saya sih pernah ketiga-tiganya terutama di layar tancep, meski sekarang lupa-lupa ingat. Dan kalau dibandingkan, mendengarkan sandiwara radio lebih menegangkan dibanding melihat film-nya…masih ingat saya bagaimana suara si nini pelet atau mak lampir itu..hi.hi..hi..hi..!

Dan inilah reviw singkat beerapa film/ sandiwara radio tersebut yang saya ambil dari bebrapa sumber, sekedar untuk bernostalgila dan mengingat betapa sebenarnya film2 jadul itu (menurut saya) tak kalah asik dibanding film2 sekarang.

Saur Sepuh
Saur Sepuh adalah sebuah sandiwara yang disiarkan melalui media radio pada tahun 1980-an di Indonesia. Saur Sepuh mengambil latar pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk pada zaman kerajaan Hindu Buddha Majapahit di nusantara. Serial sandiwara ini adalah karya Niki Kosasih sebagi pencetus ide dan cerita. Ceritanya berpusat pada Brama Kumbara, seorang pewaris tahta kerajaan Madangkara yang pada awal kisah diceritakan tengah dijajah oleh kerajaan Kuntala. Setelah kemudian Brama berhasil menumbangkan kekuasaan Kuntala dan memulihkan kedaulatan Madangkara, kisah berlanjut dengan permusuhan antara Brama dengan Gardika yang ingin mengembalikan kekuasaan Kuntala.
Tokoh lain yang cukup menonjol adalah adik Brama bernama Mantili (favorit saya nih) yang mempunyai sepasang senjata ampuh yaitu Pedang Setan dan Pedang Perak. Selanjutnya ada tokoh antagonis , yaitu seorang pendekar wanita bernama Lasmini. Tokoh-tokoh lainnya Raden Bentar, Harnum, Patih Gutawa, Dewi Anjani, Kijara, Lugina dan lain-lain.

Tutur Tinular
merupakan sandiwara radio yang kemudian diangkat juga ke layar lebar. Cerita ini mengisahkan tentang Arya Dwipangga seorang pemuda yang senang olah sastra, adiknya Arya Kamandanu senang belajar silat. Pacar Kamandanu direbut oleh Dwipangga (Nari ratih kalo gak salah namanya). Sementara dari daratan Tiongkok sepasang pelarian melarikan diri dan dikejar oleh prajurit Mongol hingga terdampar ke tanah jawa. Adalah Mei Shin dan Pendekar Lou yang membawa Pedang Naga Puspa yang menjadi rebutan di dunia persilatan. Akhirnya setelah Lou meninggal, Mei Shin menyerahkan pedang itu kepada Kamandanu, sedang dia sendiri belajar menjadi tabib.

Tokoh lain yang cukup menonjol adalah Sakawuni istri Kamandanu, Mpu Ranu Baya, Nini Raragunting, Mpu Tong Bajil, Dewi Sambi, Panji Ketawang, Ayu wandira.

Babad Tanah Leluhur
Kembali mengingatkan kepada pembaca semua akan serial sandiwara radio yang pernah populer di awal tahun 90an. Babad tanah leluhur mengambil setting dari kerajaan Karangsedana di tanah Pasundan yang di gulingkan oleh Dandung Amuksa dan kawan-kawan. Adalah Raden Purbaya sebagai putra mahkota yang hidupnya kemudian terusir dari istana dan di dampingi oleh dayang Cempaka. Kelak Dayang Cempaka diambil istri oleh raden Purbaya. Musuh bebuyutan dari Resi Wanayasa adalah Jerangkong Hidup dengan ajiannya kelelawar sakti. Jerangkong hidup sosok kurus kering seperti jerangkong yang kejam, akan tetapi pada kenyataannya di film Babad Tanah Leluhur Jerangkong hidup bukanlah jerangkong yang kurus akan tetapi sedikit gemuk. Wah jadi lucu aja gak seru. dan tidak semenakutkan di sandiwara radio. Film Babad tanah leluhur mencoba mengikuti kesuksesan film Saur sepuh yang lebih dahulu di buat.

Nini Pelet
Masih ingat gak dengan ajian jaran goyang? Yups.. itulah ajian pamungkas nini pelat untuk memikat lelaki. Nini pelet sering disiarkan di radio-radio di awal era 90an seiring sedang boomingnya dunia hiburan On air tanah air. Misteri Nini Pelet mengambil setting Kesultanan Cirebon abad XVI. Kala itu penduduk desa Linggarjati dan Plered dihantui oleh makhluk berujud ular berkepala manusia. Ular ini konon adalah jelmaan Nini Pelet, wanita cantik namun berhati kejam, tokoh ilmu hitam yang telah mati 200 tahun silam. Ia bisa menjadi manusia kembali jika berhasil menghisap darah gadis seusianya. Untuk mewujudkan keinginannya itu, Nini Pelet menitis pada murid yang juga anak angkatnya bernama Dewi Sumbi.
07.03
thumbnail

Kegaduhan Kaum Hawa Di Media Sosial

Posted by Aizen Sosuke on

Pekan ini adalah pekan yang cukup berat buat saya, seorang blogger amatir yang sering menggali inspirasi dari kejadian yang sedang viral di media sosial. Di linimasa Facebook, setidaknya saya menjumpai tiga tema besar yang akan menjadi studi kasus kita kali ini, yakni kasus pernikahan Umi Pipik dengan vokalis sebuah band, kasus Jennifer Dunn yang dilabrak oleh Shafa Haris, dan kasus Rina Nose yang memutuskan untuk melepas jilbab. 

Sebelum menuju topik yang akan kita bahas, secara umum saya memberi nilai E, jika perlu Z pada framing yang dibuat media untuk tiga kasus di atas. Umi Pipik dieksploitasi dengan membenturkan simbol-simbol hijrah dan keagamaannya, sedangkan keluarga Shafa Haris justru dieksploitasi kekayaan dan keglamorannya. Pemberitaan tidak memberikan kesadaran bahwa ada laki-laki dalam kasus ini, yang sesungguhnya justru memiliki tanggung jawab paling pelik. 

Pola pemberitaan bias gender semacam itu melahirkan konstruksi sosial patriarkis, setelah terlebih dahulu melanggengkan persepsi bahwa laki-laki tidak pernah salah bahkan terkesan makin jantan ketika dapat menguasai semakin banyak perempuan. Lebih-lebih, sanksi sosial telah siap di depan mata untuk menyerang pihak perempuan saja: perempuan yang dicap merebut suami orang adalah perempuan genit; sebaliknya, perempuan yang ditinggalkan suaminya adalah perempuan yang tidak menarik alias tidak mampu menyenangkan suami. 
Uniknya, dari hiruk pikuk keramaian selebriti itu, saya mendapat temuan bahwa perempuan adalah makhluk berisik di media sosial. Saya tidak tahu apakah ini hanya prasangka buruk pribadi. Namun, mari coba cek ulang alur produksi kegaduhan tiga kasus di atas. Sebagian besar perempuan menemukan berita di akun gosip di Instagram. Biasanya, mereka lalu melakukan dua aktivitas lanjutan. Pertama, memberikan komentar di bawah pemberitaan itu di Instagram. Kedua, men-screenshot lalu membagikannya ke grup Whatsapp komunitas terdekat, atau membagikan link di akunFacebook. 

Di Instagram, saya menyaksikan ribuan perempuan bertengkar dan berdebat sengit. Perempuan memiliki energi untuk memberikan sikap persetujuan maupun ketidaksetujuan lewat kalimat-kalimat yang begitu panjang. Ketika pendapat mereka disanggah, mereka akan membalasnya dengan lebih serius lagi. Pokoknya, pendapat mereka teguh dan tak terkalahkan! Demikian pula yang terjadi di linimasa Facebook. 

Energi besar kaum perempuan untuk berdebat di media sosial itu bisa dipetakan hampir pada semua perdebatan, mulai topik keluarga, kesehatan, pengasuhan anak, hingga agama. Apakah Anda merasakan hal serupa? Atau, mungkin akun-akun perempuan yang gaduh bersitegang di linimasaInstagram itu adalah Anda salah satunya?

Pada 2017, dua per tiga orang dewasa Amerika mendapat berita dari media sosial. Yang lumayan menarik, jumlahnya mencapai 55% untuk orang dewasa berusia lebih dari 50 tahun lebih, dan 78% untuk mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Masih menurut data PEW Research terbaru (Agustus 2017), pengguna Facebook, Snapchat, dan Instagram sebagian besar adalah perempuan dengan persentase masing-masing 62%, 62% dan 60%. Sedangkan, pengguna Youtube dan Twitter sebagian besar laki-laki dengan persentase masing-masing 55% dan 53%. Pengguna aktif usia muda 18-29 tahun mendominasi Snapchat, Instagram dan Youtube, sementara usia matang 30-49 tahun mendominasi Facebook dan Twitter.

Meskipun survei tersebut dilakukan untuk publik Amerika, saya akhirnya merasa mendapat sedikit pencerahan pada kegaduhan perempuan di media sosial. Fenomena publik Amerika itu barangkali tak beda jauh dengan apa yang terjadi di Indonesia. Pertama, berdasar analisis pengguna, pengguna dua platform populer yang efektif untuk berdebat, yakni Facebook danInstagram lebih banyak perempuan dibanding laki-laki.

Pengguna Instagram aktif 45 juta orang. Tahun 2017, Instagram berada pada peringkat ketiga, sedikit di bawah peringkat Youtube dan Facebook untuk kategori pengguna aktif. Instagram salah satu media sosial yang memiliki ciri khas sebagai tempat berbagi foto dan video pendek. Seperti produk bisnis lain, hal yang membuat pengguna aktif Instagram meningkat secara signifikan dalam dua tahun ini adalah inovasi. Pengguna media sosial cenderung lekas bosan dan selalu mencari kebaruan. Oleh Instagram, hal ini dipenuhi.

Dalam laman Socialdaily, saya mencatat hanya dalam rentang September hingga November, terdapat banyak sekali kebaruan yang ditawarkan, misalnya sentuhan khas Facebook di Instagram yang memungkinkan orang bisa langsung saling berbalas komen, membalas DM Instagram dengan foto dan video, posting-an album Instagram mendukung format potret dan lanskap, fitur berbagi stories ke Facebook, Instagram Stories bisa dibagikan via direct message, video Instagram Live bisa dipoles efek-efek unik, fitur kendali komentar dan depresi, transaksi pembelian secara langsung di dalamplatform, medium polling lewat Instagram Stories, serta fitur siaran livebareng teman. 

Indonesia merupakan pembuat konten Instagram Story terbanyak di dunia, dan menjadi komunitas Instagram terbesar di Asia Pasifik, serta salah satu pasar terbesar di dunia dari total 700 juta pengguna aktif setiap bulan.

Setelah dua analisis di atas, saya berhati-hati melempar pertanyaan yang berpotensi untuk menjadi seksis. Benarkah perempuan lebih cerewet daripada laki-laki? Jawabnya tentu saja belum tentu. Akan tetapi, mereka yang memiliki kelebihan waktu untuk menulis panjang lebar terhadap isu-isu yang sama sekali tidak berkaitan dengan kehidupan mereka, tentu saja adalah pihak yang memiliki kelebihan waktu.

Tetapi, sejarah mulut perempuan yang cerewet dan tangan laki-laki yang terampil tidak sederhana. Beauvoir dalam The Second Sex mengungkapkan bahwa ketidakadilan gender berawal dari persepsi masyarakat terhadap tubuh perempuan. Gambaran paling konkret adalah simbol organ seks masing-masing. Laki-laki memiliki phallus dan sperma, sedangkan perempuan adalah pemiliki rahim dan selaput dara. 

Phallus dibicarakan sebagai simbol dominasi laki-laki sejak dulu. Di Italia, Paris, Mesir, Amerika hingga Indonesia simbol phallus diabadikan dalam berbagai obelisk. Di Indonesia, di Candi Cetho di Karanganyar misalnya, terdapat sebuah simbol lingga-yoni yang menyatakan phallus adalah simbol kehadiran, kekuasaan, sekaligus kepemilikan laki-laki. Laki-laki terbiasa beraktivitas di medan yang penuh marabahaya, sedangkan perempuan adalah simbol kerapuhan yang banyak disimpan di ruang-ruang domestik. Laki-laki menjadi terampil tangannya karena maskulinitas menuntut untuk melakukan usaha pemenuhan kebutuhan, sedangkan para perempuan rapuh barangkali jadi kesepian lalu banyak berbagi dengan curhat harian.

Ibu saya bercerita, sekarang sudah banyak teman sejawatnya yang berponsel canggih. Dua aplikasi yang paling sering dipakai oleh para ibu kekinian itu memang Facebook dan Instagram. Jadi, situasinya barangkali adalah, jika dulu ruang gosip ada bersama tukang sayur langganan atau kantin kantor saat makan siang, ruang itu kini berpindah kepada dua platform tersebut. Ya ampun, ternyata hanya soal relokasi, toh!

Ngomong-ngomong, sebetulnya isu myth of feminine Beauviour di atas sudah kuno. Hari ini perempuan sudah banyak berkiprah di ruang publik. Isu yang menyambut mereka hari ini adalah myth of beauty alias mitos kecantikan, kuasa tubuh perempuan di ruang-ruang iklan serta produk kecantikan yang menjadikan perempuan sasaran empuk pasar anti-gendut hingga anti-kulit kusam.

Pada hal-hal itulah seharusnya kita mesti bersatu padu untuk melawan, Ibuk-ibuk! Meladeni akun gosip dan framing berita bias gender sudah sangat melelahkan, dan akan lebih berat lagi perjuangan kita jika harus ditambahi dengan saling menjatuhkan antarsesama perempuan.
06.30