thumbnail

Krator Neso 04 (N4-20U05) Stylish & Minimalis Untuk Portable Device

Posted by Aizen Sosuke on Kamis, 05 Maret 2015

Krator mengeluarkan produk speakernya yang cocok untuk komputer portabel seperti notebook dan smartphone. Speaker ini diberi tipe N4-20U05 atau yang lebih dikenal Krator Neso 04. Speaker yang diproduksi di Taiwan ini memiliki desain yang minimalis dan sedikit berbeda dari speaker portabel lainnya.
Dilihat dari spesifikasinya, speaker ini diklaim mampu mengeluarkan suara dengan frekuensi 80 - 18.000 Hz. Sedangkan untuk kedua satelitnya memiliki daya listrik masing-masing sebanyak 2.5 RMS.

Krator Neso 04 memiliki dua desain warna yang berbeda, yaitu hitam dan putih. Pada sisi belakang terdapat dua kenop volume control sebagai pengatur besar kecilnya suara dan kenop bass sebagai pengatur besar kecilnya efek bass. Speaker ini mudah dibawa bepergian karena speaker telah dilengkapi dengan USB power cable yang berfungsi sebagai power dan 3.5 mm stereo cable sebagai audio output.

Pada pengujiannya, kami menggunakan tiga lagu dan satu film dengan kualitas HD. Lagu yang dipilih adalah Best Audiophile Voices II dengan format APE dan dua lagu yang dibawakan oleh Vanessa Mae, yaitu "Contradanza" dan "Toccata and Fugue in D minor" dengan formatFLAC. Sedangkan untuk film, CHIP menggunakan film Wrack-It-Ralph dengan kualitas HD. Pengaturan equalizer pada Foobar2000 juga disesuaikan agar mendapatkan performa suara yang terbaik dari Krator Neso 04. Output suara dari kompilasi lagu Best Audiophile Voices terdengar baik. Namun jika kenop volume control dimaksimalkan, suara terdengar sedikit pecah.

Pada lagu Contradanza dari Vanessa Mae, low profile sound dan bass terdengar baik. Untuk lagu Toccata and Fugue in D minor, suara biola terdengar nyaring dan tidak pecah. Driver pada speaker bergetar jika kenop volume control dimaksimalkan. Pada film Wrack-It-Ralph dengan kualitas HD, output suara yang terdengar sangat baik dan bersih jika kenop di maksimalkan. Berikut ini spesifikasi teknis Krator Neso 04:
Spesifikasi Krator NeSo 04 (N4-20U05)
Speaker
80 hz - 18.000 hz
Total RMS
5 watt
Subwoofer
N/A
Satelit
2 x 2.5 watts (RMS)
Input/Output
3.5 mm Stereo Audio Cable, USB Cable.
Harga
N/A

Sisi positif & negatif:
(+) Harga yang terjangkau untuk pengguna portable device
(+) Staging yang dihasilkan terdengar baik
(+) Suara sedikit pecah jika kenop volume control dimaksimalkan

Kesimpulan:
Speaker yang minimalis ini ternyata memiliki suara yang tidak dapat diremehkan. Meskipun suaranya sedikit pecah jika volume dimaksimalkan, namun hal ini terjadi pada beberapa genre musik tertentu saja.
22.58
thumbnail

Asustor AS-602T, Berlimpah Feature Berkat ASUSTOR Data Master

Posted by Aizen Sosuke on

Selain dibutuhkan oleh perusahaan besar, NAS juga dibutuhkan untuk pengguna rumahan. Pada skala rumahan, NAS dapat dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai macam konten digital seperti musik dan video. Tidak hanya itu, menyimpan dokumen pekerjaan pun dapat dilakukan dengan mudah. Melihat spesifikasi dan kapasitas yang ditawarkan oleh ASUSTOR AS-602T, bukan hanya skala rumahan, tetapi juga dapat digunakan untuk membangun server berskala kecil menengah.

Jika dilihat sekilas, desain yang diusungnya terlihat minimalis dengan bodi alumunium. Namun, di balik desainnya yang minimalis, tertanam prosesor dual core Intel Atom 2,13 GHz dengan memori 1 GB DDR3 bertipe SO-DIMM. Tidak puas dengan kapasitas RAM yang tersedia? Anda dapat memasang RAM hingga 3 GB. Selain itu, interface yang disediakan juga cukup lengkap. Pada sisi depan, terdapat satu buah slot USB 3.0 untuk memindahkan data Anda ke dalam NAS. Jika masih kurang, di sisi belakang juga terdapat satu buah slot USB 3.0 plus empat buah slot USB 2.0. Tidak hanya slot USB 2.0, bagi Anda yang memiliki hard disk dengan interface eSATA, dua buah slot eSATA pun tersedia. Sedikit berbeda dengan NAS lainnya yang masih menggunakan interface D-Sub, ASUSTOR AS-602T menyediakan satu buah port HDMI untuk menampilkan output display.

Berbekal dua buah drive bay, NAS ini datang dengan dua buah hard disk dengan interface SATA III. Masing-masing drive bay tersebut sudah terisi dengan hard disk WD Black berkapasitas 2 TB. Dengan begitu, total kapasitas yang dapat digunakan adalah 4 TB. Namun kapasitas 4 TB tersebut dapat digunakan jika Anda tidak menggunakan fasilitas RAID. Jika duplikasi data merupakan hal yang cukup penting, Anda dapat mengaktifkan mode RAID 0 atau RAID 1.

Ditunjang dengan sistem operasi ASUS TOR Data Master (ADM) versi 1.0, membuatnya powerful dengan tampilannya yang user friendly. Dengan harga 580 US$ saja, anda sudah bisa mamboyong NAS ini. Berikut spesifikasi Asustor AS602T:
Spesifikasi ASUSTOR AS602T
Interface
2x RJ-45, 4x USB 2.0, 2x USB 3.0, 2x eSATA, HDMI
Kapasitas
4 TB
Jumlah Slot
2
Bobot
3,49 kg
Fitur
RAID 0, RAID 1, JBOD
Paket Penjualan
2x Kabel RJ-45, Power Adaptor, Driver Disc
Sisi positif & negatif:
(+) Menyediakan spesifikasi yang cukup tinggi
(+) Mempunyai interface yang lengkap (eSATA, USB 2.0, dan USB 3.0)
(+) Tampilan control panel yang user friendly

Kesimpulan:
Tidak hanya memiliki bodi yang kokoh, tetapi juga feature yang ditawarkan pun cukup banyak. Dengan menggunakan sistem operasi ADM, Anda dapat mengoperasikannya dengan mudah seperti layaknya sistem operasi Android. Anda juga diizinkan untuk menambahkan aplikasi dengan mengakses App Central.
22.38
thumbnail

Review Game: Crysis 3, Misi Menyelamatkan Bumi

Posted by Aizen Sosuke on

Ketika para gamer mendengar nama Crysis, sebagian dari mereka pasti langsung membayangkan Nano­suite Nanosuite merupakan pakaian tempur terbaik di dunia virtual, terutama game, dan hanya beberapa orang saja yang bisa memakainya. Hingga seri ketiga dari franchise Crysis ini, hanya ada satu orang yang berhasil bertahan hidup dari serangan alien yang bernama Ceph, yaitu Prophet.

Dalam game Crysis 2 telah diceritakan bahwa Prophet me­ngorbankan dirinya dengan memberikan Nanosuite yang dimili­kinya kepada Alcatraz. Namun, Nanosuite sendiri memiliki kemampuan untuk dapat mengingat seluruh memori maupun bentuk fisik dari pengguna sebelumnya, sehingga Alcatraz menganggap dirinya sebagai Prophet. Prophet ternyata masih memiliki satu misi terakhir yang belum sempat dilakukan dalam Crysis 2, yaitu menghancurkan kekuatan Alpha Ceph.

Pada awal permainan dalam game Crysis 3 ini dikisahkan bahwa Prophet sedang tertidur di dalam Cryo­tube yang di sim­pan oleh CELL, sebuah perusahaan yang selama ini diketahui merancang dan membuat Nanosuite. Ia kemudian dibebaskan oleh Psycho, selaku pimpinan pemberontak yang tidak suka de­ngan CELL. Psycho juga adalah mantan pengguna Nanosuite yang sebelumnya merupakan anak buah Prophet. Nanosuite yang dimiliki Psycho telah dikuliti paksa oleh CELL sehingga membuatnya tidak lagi memiliki kemampuan super. Psycho me­minta bantuan Prophet untuk membantu pemberontak. Na­mun, yang tidak diketahui oleh mereka berdua adalah Alpha Ceph masih bersembunyi di dalam bumi.

Crytek selaku pengembang game ini tampaknya tidak main­-main. Sebagai studio pengembang ternama di bawah naungan Electronic Arts (EA), Crytek telah berhasil memaksimalkan po­tensi grafis yang terdapat pada Cry Engine 3.0. Hasilnya, grafis yang dihasilkan dalam game Crysis 3 ini begitu memukau sehingga GPU penggu­na membutuhkan daya yang lebih besar dalam me­render game ini.
Cloak mode masih menjadi teknik andalan yang dapat digunakan oleh Prophet untuk menghancurkan CELL.

Selain itu, mapping area atau pemeta­an lingkungan yang luas dan variatif didalam game ini membuat Prophet selaku karakter utama dapat memanfaatkan se­jumlah benda yang ada di sekelilingnya. Benda­benda tersebut dapat digunakan Prophet untuk menghancurkan pasukan CELL ataupun alien Alpha Ceph dengan mudah.Visor menjadi salah satu toolkit yang sangat penting ketika Anda ingin menuju sebuah wilayah. Selain dapat de­ngan mudah mengetahui wilayah tujuan yang diinginkan melalui Visor, Anda juga dapat dengan mudah menge tahui jumlah musuh yang harus dihadapi serta kebe­radaan senjata­-senjata yang disembu­nyikan. Yang harus Anda perhatikan, ada sebuah senjata yang mungkin saja Anda anggap remeh, tetapi di luar dugaan sen­jata tersebut memiliki keunggulan luar biasa dibandingkan dengan senjata lain­nya. Dengan senjata tersebut, Anda dapat dengan mudah mengalahakan musuhyang dihadapi.
Anda dapat memanfaatkan sejumlah benda yang ada di sekitar anda untuk membalikkan keadaan.

Seperti dalam game Far Cry 3 atau Tomb Raider, senjata yang bernama Bow (busur panah) menjadi senjata favorit yang digunakan oleh karakter utama. Sen­jata senyap dan mematikan yang Prophet miliki ini bukanlah busur panah biasa. Senjata ini dapat melontarkan berbagai macam anak panah, seperti panah listrik untuk melumpuhkan lawan ketika mere­ka berada di air atau panah yang matanya telah ditambahkan granat untuk me­lumpuhkan sekelompok musuh dalamsekejap. Tidak hanya sampai di situ, daya serang busur panah ini dapat Anda atur dengan membuka menu "Weapon Custo­mization", yaitu menu untuk menambah­kan kekuatan pada daya lontarnya. Na­mun konsekuensinya, Prophet mem­butuhkan waktu yang lebih lama dalam menyiapkan senjata tersebut sebelum bi­sa digunakan.

Dalam memainkan game ini, saya menggunakan kartu grafis NVIDIA GTX650 dan sedikit melakukan bench­mark. Hasilnya, saya mendapatkan FPS (frame per second) sekitar 30 hingga 49 dengan konfigurasi grafis medium dan menonaktifkan mode anti­aliasing. Secara keseluruhan, meski misi yang disediakan lebih sedikit jika dibandingkan dengan misi yang terdapat di dalam game Crysis 2, akhir cerita yang ada dan kemampuan yang lebih optimal dari Cry Engine 3.0 ini akan memacu Anda untuk menyelesaikan seluruh misi yang ada.
22.07
thumbnail

Game: Company of Heroes 2

Posted by Aizen Sosuke on Rabu, 04 Maret 2015

Sebagian besar gamer telah mengetahui bahwa salah satu publisher ternama, THQ, telah dinyatakan bangkrut alias gulung tikar. Hal ini membuat publisher tersebut harus menjual seluruh asetnya, termasuk Relic Entertainment yang reputasinya dalam membuat game 3D sudah tidak diragukan lagi. Namun, setelah diakuisisi oleh SEGA, mereka tetap melanjutkan pembuatan game yang sudah dirancang sebelumnya, yaitu Company of Heroes 2.

Sekuel dari Company of Heroes seri sebelumnya ini adalah salah satu game RTS (real-time strategy) yang dinantikan penggemarnya. Dirancang dengan game engine Essence Engine 3.0, game ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi grafis dan gameplay. Cerita game ini menitikberatkan pada pertempuran yang terjadi dalam era Perang Dunia kedua di Front Timur.

Satu hal yang menarik adalah ketika Anda selaku pemain menjadi seorang komandan tentara Soviet. Anda tidak hanya harus memikirkan strategi bertempur untuk menghadapi lawan, membaca kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor penentu kemenangan. Dalam trailer yang saya lihat pada website resminya, www.companyofheroes.com, seorang tentara bisa membeku ketika terkena badai salju. Di saat seperti itu, api unggun bisa menjadi teman setia. Namun risikonya, pasukan Anda menjadi lebih mudah dideteksi oleh musuh. Ketika berjalan di atas salju yang tebal, pasukan Anda bisa terkena speed penalty. 
Dalam game ini, pihak pengembang juga memperkenalkan teknologi line-of-sight yang terbaru, yaitu TrueSight. Teknologi ini bertujuan memberikan kesan "nyata" seperti pertempuran sesungguhnya. Berbeda dengan game RTS lainnya, unit yang sedang berjalan tidak akan bisa melihat unit musuh yang sedang bersembunyi di belakang rumah atau pohon. Ini akan sangat berguna ketika Anda ingin menyergap musuh secara mendadak. Dengan adanya beberapa inovasi menarik ini, Company of Heroes 2 yang dirilis pada 25 Juni 2013 tahun silam diharapkan dapat mengikuti keberhasilan pendahulunya.
22.02
thumbnail

Infortrend EonNAS Pro 800, Solusi NAS Untuk Enterprise Dengan Extra Feature

Posted by Aizen Sosuke on

Media penyimpanan berkapasitas besar sudah menjadi kebutuhan perusahaan agar dapat menjalankan bisnisnya dengan baik. Infortrend EonNAS Pro 800 hadir dengan 8 buah drive bay yang berisi harddisk WD RE yang diperuntukkan untuk segmen enterprise. Dengan hard disk 1 TB di tiap drive bay, total kapasitas NAS ini menjadi 8 TB. Jika Anda masih merasa kurang dengan kapasitas yang disediakan, Anda dapat menggantinya dengan hard disk berkapasitas 2 TB atau 3 TB. Dengan hard disk sebanyak itu, tidak heran jika bobot yang dimilikinya cukup berat yaitu 12,34 kg. Namun saat semua hard disk-nya dilepas, bobotnya hanya 5,95 kg.

Jika Anda ingin mengganti hard disk, sistem knockdown pada drive bay akan memudahkan saat mencopot hard disk Anda cukup membuka penutup pada sisi depan lalu tekan dan tarik tuasnya maka hard disk sudah terlepas. Tidak hanya hard disk, di dalam NAS ini terdapat CPU Intel Atom dual-core 1,8 GHz disertai dengan RAM 4 GB DDR3 yang ditenagai oleh PSU sebesar 250 watt.

Pada sisi belakang NAS ini terdapat satu buah port D-Sub yang berfungsi sebagai port output display. Dua buah port gigabit LAN serta empat buah port USB 2.0 juga terdapat pada sisi belakangnya. Tidak ketinggalan, port eSATA juga turut disertakan untuk Anda yang memiliki storage dengan interface eSATA. Pada sisi depan EonNAS Pro 800, terdapat LCD panel yang dilengkapi dengan tombol Enter dan tombol Select. Tidak hanya informasi seputar NAS, dengan adanya tombol tersebut, Anda dapat mengatur alamat IP dari LAN 1 maupun LAN 2, Subnet mask, konfigurasi RAID, shutdown, serta reboot device. Anda juga dapat mengatur apakah IP address yang digunakan statis atau dinamis.
Memasang dan mencopot harddisk terasa mudah dengan menggunakan sistem knockdown

Beberapa fitur menarik juga turut dihadirkan, seperti dukungan terhadap server virtualization dengan menggunakan Vmware vSphere, Citrix XenServer, dan Windows Server 2008 Hyper-V. Untuk urusan jaringan, EonNAS Pro 800 tidak hanya dapat dioperasikan pada IPv4, tetapi juga IPv6. Berikut ini spesifikasi Infortrend EonNAS Pro 800:
Spesifikasi Infortrend EonNAS Pro 800
Interface
2x RJ-45, 5x USB 2.0, 1x eSATA
Kapasitas
8 TB
Jumlah Slot
8
Bobot
12,34 kg (Dengan HDD) ; 5,95 kg (Tanpa HDD)
Fitur
RAID 0, RAID 1, RAID 5, RAID 6, JBOD
Paket Penjualan
2x Ethernet Cable, Power Adaptor, Driver Disc, Screw, Quick Installation Guide

Sisi positif & negatif:
(+) LCD Panel yang dilengkapi dengan tombol untuk konfigurasi jaringan
(+) Kapasitas 8 TB membuatnya cocok untuk perusahaan kelas menengah
(+) Memiliki sistem backup yang dienkripsi dengan SSH 128 bit

Kesimpulan:
Dipersenjatai dengan spesifikasi yang tinggi beserta port yang cukup lengkap, membuatnya cocok digunakan untuk kalangan enterprise. Belum lagi, berbagai macam feature yang tersedia menjadikannya semakin lengkap untuk membangun sebuah server.

21.47
thumbnail

Sound Blaster Recon3D Omega, Headset Dahsyat Untuk Game dan Film

Posted by Aizen Sosuke on

Pada edisi sebelumnya, saya telah membahas salah satu produk headset dari Creative, yaitu Sound Blaster Tactic3D Wrath. Kali ini saya kembali membahas produk headset yang tak kalah dahsyatnya dibanding Tactic3D Wrath, yaitu Sound Blaster Recon3D Omega. Untuk desain, headset dengan feature yang memukau ini memiliki sedikit kesamaan dari Sound Blaster Tactic3D Wrath. Jika Tactic3D Wrath memiliki glowing LED berwarna merah pada earcup-nya, Recon3D Omega dilengkapi volume control, tombol power, dan glowing LED berwarna biru yang terlihat elegan dan menarik.

Earpad-nya, sangat nyaman ditelinga sehingga driver dapat mengalirkan suara yang maksimal. Creative menyediakan sebuah sound card eksternal yang menghasilkan suara yang dahsyat. Sound card eksternal ini diberi nama Recon3D. Creative Recon3D merupakan sound card eksternal "all-around" yang berarti cocok untuk segala keperluan, baik gaming, movie, maupun musik. Sound card ini memiliki dua tombol yang menarik, yaitu THX TruStudio Pro dan Scout Mode. THX TruStudioPro merupakan feature realistik audio yang telah didesain untuk menikmati performa dari sensasi suara driver headset. Tombol Scout Mode merupakan feature yang digunakan untuk bermain game sehingga menghasilkan staging yang sempurna dari objek yang bergerak.

Dengan meng-install software bawaan Creative, profile-profile dari berbagai genre game dapat Anda pilih tanpa perlu diatur secara manual. Saat pengujian, saya menggunakan headset ini untuk bermain game dan menonton film dengan kualitas HD. Feature Scout Mode dapat menghasilkan suara yang tajam pada game Far Cry 3 dan Tomb Raider, baik dari suara tembakan, percikan air, hingga langkah kaki. Pengujian film Resident Evil Retribution dengan kualitas HD seperti juga sangat memuaskan, terutama setelah saya mengaktifkan feature THX TruStudio Pro.
Spesifikasi Sound Blaster Recon3D Omega
Frequency Range
headphone 20 – 20.000 Hz
microphone 100 – 6.500 Hz
Impedansi
headphone 32 ohm
microphone <2,2k ohm
Sensitivitas
headphone 102 dB
microphone -40 dB
Bobot
335 gr

Sisi positif & negatif:
(+) Feature Scout Mode yang cocok untuk game
(+) Feature THX TruStudio Pro untuk HD Movie terdengar menggelegar
(+) Kompatibel untuk console dan platform MAC

Kesimpulan:
Disertai dengan sound card external dengan tipe Recon 3D, membuat driver pada headset ini memiliki suara yang baik. Terlebih lagi dengan adanya feature THX TruStudio Pro dan Scout Mode yang berguna untuk memindahkan mode untuk film dan gaming.
21.21
thumbnail

Roccat ISKU FX, Keyboard Gaming dengan Desain Multicolor

Posted by Aizen Sosuke on

Roccat merupakan perusahaan yang selalu menghadirkan berbagai jenis produk gaming device yang tak mau kalah dengan saingan-saingannya. Tidak lama setelah meluncurkan keyboard dengan seri Isku, Roccat menghadirkan Isku FX sebagai generasi berikutnya dengan feature yang lebih menarik dari seri sebelumnya.

Untuk desain, keyboard gaming ini dilengkapi dengan feature LED multicolor yang berguna untuk mempercantik keys pada Roccat Isku FX. Keyboard ini dilengkapi palm rest yang berfungsi untuk meletakkan pergelangan tangan dan mendapatkan kenyamanan untuk menggunakannya. Berbicara tentang kenyamanannya, ternyata keyboard ini memiliki rongga-rongga untuk manajemen kabel pada bagian belakang sehingga kabel yang terhubung ke PC dapat Anda atur dengan rapi.

Pada bagian atas mouse terdapat delapan hotkeys multimedia seperti mute sound, decrease volume, increase volume, play/pause, previous track, next track, open browser, dan open my computer. Pada sisi kiri dari hotkeys, Anda dapat menemukan feature Macro Live! Recording yang berfungsi untuk merekam ketikan dan lima status profile yang dilengkapi dengan LED. Pada sisi kiri kanan hotkey, terdapat "illumination brightness" yang berfungsi sebagai pengatur kecerahan LED pada tombol keyboard. Di sisi kiri keyboard terdapat lima progammable macro keys yang berfungsi untuk menyimpan perintah yang dijalankan oleh feature recording. Sedangkan sisi bawah keyboard dilengkapi dengan tulisan "ROCCAT" yang terlihat menawan dan tiga Thumbster Keys yang berfungsi untuk memilih salah satu dari lima status profile dengan LED yang berbeda warna.

Jika Anda ingin mendapatkan pengaturan yang spesifik, sebaiknya Anda mendownload driver terlebih dahulu dari website resmi Roccat. Setelah meng-install driver Isku FX, Anda dapat mengatur feature macro keys, easy-shift, dan illumination color sesuai dengan keinginan. Berikut adalah spesifikasi teknis dari keyboard  gaming Roccat Isku FX:
Spesifikasi Roccat Isku FX
Interface
USB 2.0
Keycap
Standard Key
Bobot
1 kg
Special Features
Multicolor Key Illuminated, Macro Live! Recording, 8 Hotkeys, 3 Thumbster Extra Keys.

Sisi positif & negatif:
(+) Pengaturan untuk Macro dan Thumbster yang banyak terserdia
(+) Desain keyboard gaming yang begitu kental
(-) Belum menggunakan teknologi mekanik

Kesimpulan:
Setelah merilis Roccat Isku, ternyata Isku FX jauh lebih baik dari pendahulunya. Terlebih lagi, keyboard ini hadir dengan desain multicolor yang bisa membuat gamer ingin segera memilikinya.
21.09
thumbnail

LG LSM-150, Mouse Plus-Plus Dengan Fitur Smart Scan

Posted by Aizen Sosuke on

LG Mouse Scanner LSM-150 merupakan sebuah mouse yang dapat anda guna-kan tak hanya sebagai mouse biasa, tapi juga untuk memindai dokumen hingga foto. Cara penggunaannya cukup dengan menggunakan mouse seperti umumnya, lalu menekan tombol pada bagian kiri yang terdapat tulisan “Scan”. Setelah itu, gerakkan pointer mouse pada dokumen atau foto yang ingin Anda scan. Cukup mudah apabila memindai sebagian dari dokumen, namun membutuhkan ketelitian dan ke mampuan yang cekatan apabila memindai keseluruhan dokumen yang berukuran besar seperti A4. 

Pemindai dapat ditemukan pada bagian bawah mouse dengan tampilan panel kaca berukuran 6,8 x 3,2 cm. Setelah melakukan proses scan dengan LG Smart Scanyang dilengkapi de ngan pengeditan OCR (Optic Character Recognition), Anda dapat membaca dan mengganti tulisan lalu menyimpannya dalam format dokumen seperti PDF, Excel, dan Word. Selain memindai dokumen, mouse scanner ini juga dapat memindai foto, akan tetapi hasil yang didapatkan kurang optimal karena adanya garis-garis gradasi halus. Hal ini dikarenakan pencahayaan yang kurang merata pada proses pemindaian.

Untuk driver, LG Mouse Scanner LSM-150 ini ternyata memiliki sistem tracking gambar yang cukup sempurna dalam proses pemindaian dengan indikator hijau mewakili tracking yang baik, kuning kurang baik, dan merah sangat buruk. Selain itu, setelah proses pemindaian selesai, Anda dapat melakukan penyimpanan, edit, print, pencarian data dengan data yang didapat, dan di-share ke account media sosial. 
Tidak hanya unggul pada feature pemindainya saja, mouse scanner LSM-150 ternyata sangat nyaman pada saat digunakan sebagai mouse biasa. Hal ini karena desain mouse dari LG ini memiliki desain yang sama seperti mouse pada umumnya dengan ukuran yang lebih besar pada bagian depannya, sehingga unggul dari sisi handling. Berikut ini spesifikasi teknis LG Mouse Scanner LSM-150:
Sisi positif:
  • Multifungsi sebagai mouse sekaligus portable scanner
  • Sensor laser untuk dapat digunakan di berbagai permukaan
Sisi negatif:
  • Pemindaian kurang optimal untuk dokumen berwarna seperti foto
Kesimpulan:
Fungsi ganda pada mouse LG yang satu ini memang cukup berguna untuk kebutuhan scan dokumen berukuran kecil seperti kartu nama. Karena dimensi mouse yang memang tidak besar, maka pemindaian untuk dokumen seperti foto menjadi kurang optimal, meski masih bisa dilakukan.
20.48
thumbnail

AMD Akan Segera Merilis Prosesor APU Generasi Ke-5

Posted by Aizen Sosuke on Selasa, 03 Maret 2015

Seltelah sukses dengan Kaveri, pabrikan prosesor komputer, AMD, akan segera merilis prosesor APU terbaru mereka yang diberi kode nama "Carrizo". Prosesor tersebut rencananya akan dirilis pada akhir tahun 2015 ini (untuk versi mobile), sedangkan untuk versi desktop akan dirilis pada tahun 2016 mendatang. Hal ini tentu saja untuk menandingi kedigdayaan kompetitor mereka, yaitu intel, yang kabarnya juga akan meluncurkan prosesor baru dengan kode nama Broadwell. 

"Prosesor tersebut merupakan generasi kelima dari AMD APU (Accelerated Processing Unit) yang memiliki kinerja yang tinggi namun efisien dalam daya," kata Manajer Pemasaran AMD Indonesia Armawati Cen.

APU menggabungkan pengolahan data dan kemampuan mengolah grafik dalam satu perangkat. Carrizo dirancang sebagai sebuah solusi lengkap, mulai dari kebutuhan gamingdan aplikasi produktivitas hingga pengalaman menonton konten HD. Menurut keterangan tertulis perusahaan, Carrizo akan terintegrasi dengan x86 CPU baru bernama “Excavator” serta chip grafis generasi terbaru AMD Radeon dengan arsitektur Heterogeneous Systems Architecture (HSA) 1.0.

Armawati mengatakan, ke depan perusahaannya akan terus mengembangkan APU. Saat ini, perusahaan ini telah mengeluarkan AMD APU seri E (E1 dan E2) yang terutama untuk low end, A (A4, A6, A8 dan A10) dan FX. Mengenai seri yang paling dominan, Armawati mengatakan sekitar 54 persen laptop yang menggunakan prosesor AMD, tersemat seri A atau A-series. Sayangnya, hingga saat ini saya masih belum mengetahui apakah AMD Carrizo akan menggunakan soket baru (kemungkinan FM3) ataukah tetap memakai soket FM2+ yang ada saat ini.

Berikut ini adalah bocoran fitur-fitur terbaru dari AMD Next-Generation APU Carrizo L (untuk mobile):
  • Arsitektur core Excavator yang dioptimalisasikan agar lebih hemat daya pada perangkat mobile.
  • Datang dengan membawa AMD Radeon grapics Core Next yang mendukung DirectX 12, Mantle dan konfigurasi dual graphics.
  • Integrasi Single-chip, prosesor APU dan Southbridge digabung dalam die tunggal (istilahnya SoC).
  • Mendukung secara penuh teknologi HSA 1.0 (Heterogenous System Architecture), dimana menjanjikan peningkatan kinerja yang signifikan dan daya tahan baterai yang lebih awet.
  • Dilengkapi dengan fitur keamanan dengan teknologi AMD TrustZone.
15.31
thumbnail

Mengenal Teknologi Anti-Gores Pada Layar Gadget

Posted by Aizen Sosuke on

Kehadiran teknologi anti-gores Corning Gorilla Glass tentunya sangat bermanfaat bagi para produsen gadget, seperti ponsel, smartphone, laptop ataupun tablet. Teknologi ini dipakai untuk menyempurnakan desain layar yang biasanya difungsikan sebagai lapisan layar pada gadget tersebut. Dengan lapisan Gorilla Glass tersebut terbukti layar tidak rusak ketika terkena goresan benda tajam. Gorilla Glass merupakan merek dagang seperti halnya produsen lainnya yang menjual komponen hardware komputer dan barang elektronik. Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan manufaktur kaca bernama Corning yang berbasis di Amerika. Pabrik pembuatan kaca Gorilla Glass sendiri terletak di Harrodsburg, Kentucky, Amerika Serikat dan juga di Shizuoka, Jepang.

Gorilla Glass didesain dari lembaran kaca alkali-aluminosilikat. Kaca ini terus direkayasa hingga mencapai kesempurnaan desain dengan mengakomodasi tingkat ketipisan, keringanan, dan daya tahannya terhadap kerusakan. Menurut data penelitian, teknologi Gorilla Glass pada tahun 2010 telah dipakai oleh sekitar 20 persen lebih perangkat televisi, komputer dan mobile di seluruh dunia dengan jumlah 200 juta unit. Pada tahun 2012 Corning memperkenalkan generasi keduanya yang bernama “Gorilla Glass 2″ , dan menurut laporan, pada tanggal 24 Oktober 2012, sudah lebih dari satu miliar perangkat mobile di seluruh dunia memakai Gorilla Glass.


Sejarah Adanya Teknologi Corning Gorilla Glass
Corning Inc. telah bereksperimen dengan kaca yang diperkuat dengan bahan kimia pada tahun 1960, bagian dari proyek yang disebut “Project Muscle” , dalam beberapa tahun Corning Inc. berhasil mengembangkan kaca yang dinamakan “Chemcor” glass. 

Pada tahun 2006, Apple Inc. sedang mendesain iPhone pertamanya, sang CEO Steve Jobs menemukan fakta iPhone telah tergores layarnya oleh kunci miliknya dalam saku. Masalah berusaha dihilangkan Jobs, dan pertama-tama ia menghubungi perusahaan Corning Inc. Adalah Wendell Weeks, CEO Corning mengatakan bahwa “Gorilla Glass” yang telah dikembangkan oleh perusahaan tersebut pada tahun 1960 , namun telah dihentikan sejak saat itu. Usaha Jobs berlanjut untuk meyakinkan Weeks agar segera memproduksi kaca tersebut, dan ia mengatakan bahwa Gorilla Glass akan ditanamkan pada iPhone pertama yang akan dirilis. Pabrik Corning di Harrodsburg, Kentucky segera memproduksi Gorilla Glass versi pertama dan akhirnya iPhone generasi pertama yang dirilis pada Juni 2007 hadir dengan layar Anti gores menggunakan Gorilla Glass 1.


Perkembangan Teknologi Corning Gorilla Glass
Dari tahun 2007 hingga 2014 tercatat Corning telah mengeluarkan 3 versi dan telah dipakai oleh perusahaan ternama seperti; ASUS, Acer, Motorola, Nokia, HTC, Lenovo, Dell dan lain-lain. Penjelasan dari ketiga versi Gorilla Glas tersebut bisa Anda simak dibawah ini:

Corning Gorilla Glass 1
Teknologi desain untuk Gorilla Glass versi pertama bertujuan melindungi layar dari gangguan luar seperti goresan dan ketika peralatan terjatuh. Gorilla Glass 1 sudah meluncurkan ukuran yang terbilang tipis, yaitu berkisar antara 0,5 mm hingga 2 mm. Dengan ukuran setipis itu, faktanya Gorilla Glass tidak akan mengurangi respon sensitif pada layar sentuh. Keunggulan lain dari Gorilla Glass yaitu bahannya mudah dibersihkan. Bahan yang dipakai termasuk bahan ramah lingkungan dan tidak berbahaya. Namun keunggulan tersebut bukan berarti Gorilla Glass tidak bisa pecah. Tentu saja ketika Anda memukul layar dengan palu, alias Anda perlakukan dengan kasar, jelas layar bisa pecah. Jadi, pada intinya Gorilla Glass lebih cenderung memberi rasa aman pada penggunaan sehari-hari, terlebih ketika tidak sengaja tergores dengan benda tajam ataupun terjatuh dan layar bergesekan dengan kerikil, batu atau media keras lainnya.

Corning Gorilla Glass II
Dibandingkan versi pertama, Corning Gorilla Glass 2 mengalami pengurangan ketebalan sebesar 20 persen, namun tetap mempertahankan ketahanan. Dengan demikian, Gorilla Glass tidak menghambat teknologi bagi perancang untuk membuat laptop, smartphone maupun tablet dengan desain tipis dengan sensifitas layar sentuh yang lebih baik tanpa perlu khawatir akan mengurangi kualitasnya. Saat diuji langsung dengan menggunakan alat khusus ternyata Gorilla Glass 2 dapat menahan tekanan sampai 120 pound (54.43 kg) tanpa sedikit pun mengalami kerusakan. Dengan adanya teknologi Gorilla Glass 2 yang lebih tipis, vendor smartphone dapat leluasa mendesain perangkatnya menjadi lebih tipis lagi.

Corning Gorilla Glass III
Teknologi Gorilla Glass 3 menghadirkan spesifikasi yang jauh lebih kuat hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan Gorilla Glass 2. Dan seumpama saja goresan tetap terjadi, khusus pengguna Gorilla Glass 3, goresan terlihat lebih halus sampai dengan 40% dibanding generasi sebelumnya, sehingga tidak begitu kelihatan. Pada situs resminya, Corning membubuhkan fitur terbaru di Gorilla Glass 3 dengan sebutan Never Damage Resistance. Fitur ini memungkinan layar smartphone, tablet maupun laptop tetap mulus dan tetap utuh mesti terjatuh sekalipun. Meski akhirnya tergores, Corning mengklaim hanya 40 persen saja yang terlihat mata telanjang.
15.04